ROCK DOVER
Come and join us
*King's Swords*
Kamis, 11 Juni 2026
*Bacaan setahun:*
2 Samuel 16:15 – 18:18
Kisah Para Rasul 7:20–43
Mazmur 72:1–20
*GAIRAH CINTA: JANGAN SAMPAI PADAM*
*"Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” (Mazmur 42:2–3)*
Ada satu bahaya yang sering tidak disadari dalam kehidupan rohani: kita masih berjalan bersama Tuhan, tetapi tanpa rasa. Kita masih beribadah, tetapi hati tidak lagi terbakar. Kita masih berdoa, tetapi jiwa tidak lagi haus. Tanpa sadar, relasi yang seharusnya hidup berubah menjadi rutinitas yang kering. Padahal, sejak awal, hubungan dengan Tuhan tidak pernah dimaksudkan menjadi sekadar kewajiban. Tuhan tidak mencari aktivitas kita, Dia menginginkan hati kita. Daud memahami ini dengan sangat dalam, la tidak berkata, _"Aku setia beribadah kepada-Mu,"_ tetapi ia berkata, _"Jiwaku haus kepada-Mu."_ Ada kerinduan, ada gairah, ada dorongan yang tidak bisa digantikan oleh apa pun di dunia ini.
Masalahnya, seiring waktu, banyak orang kehilangan api itu. Bukan karena Tuhan menjauh, tetapi karena hati yang mulai terbagi. Dunia menawarkan begitu banyak distraksi kesibukan, ambisi, kenyamanan yang perlahan menggeser posisi Tuhan dari pusat menjadi pelengkap. Akibatnya, cinta yang dulu menyala kini hanya tersisa bara. Padahal cinta sejati, seperti yang ditulis dalam Kidung Agung, adalah nyala api Tuhan-api yang seharusnya tidak mudah padam. Cinta bukan hanya keputusan, tetapi juga harus dipelihara dengan kesadaran. Jika tidak dijaga, ia akan menurun. Jika tidak dihidupkan, ia akan dingin.
Itulah sebabnya Tuhan menegur jemaat dalam Wahyu: mereka tidak kehilangan pelayanan, tetapi mereka kehilangan kasih mula-mula. Ini peringatan yang keras sekaligus jujur, Kita bisa tetap aktif secara rohani, tetapi kosong secara kasih. Kahar baiknya, api itu tidak hilang-hanya perlu dinyalakan kembali. Saat kita kembali mendekat kepada Tuhan, sumber kasih itu sendiri, maka hati kita akan dipulihkan. Karena Allah adalah kasih, dan siapa tinggal di dalam Dia, akan terus diperbarui di dalam kasih.
Kasih mula-mula dipulihkan bukan terutama dengan melakukan lebih banyak kegiatan rohani, melainkan dengan kembali membangun keintiman dengan Tuhan. Meluangkan waktu dalam doa, merenungkan firman, menyembah dengan hati yang sungguh, dan belajar peka terhadap suara-Nya adalah cara api itu kembali menyala. Ketika kasih kepada Tuhan menyala kembali, ketaatan tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sukacita. Pelayanan tidak lagi. menjadi kewajiban, tetapi luapan cinta. Bahkan di tengah tekanan hidup, hati tetap memiliki gairah karena sumbernya bukan keadaan, melainkan Tuhan sendiri, Orang yang mengasihi Tuhan dengan sungguh akan tetap haus mencari-Nya, bahkan ketika dunia menawarkan banyak pengganti. (DD)
*Questions:*
1. Apakah hubungan Anda dengan Tuhan masih dipenuhi kerinduan, atau sudah berubah menjadi rutinitas tanpa rasa?
2. Apa yang selama ini diam-diam menggeser Tuhan dari pusat hati Anda?
*Values:*
Cinta kepada Tuhan tidak boleh dibiarkan berjalan otomatis. Ia harus dijaga, dipelihara, dan terus dinyalakan.
Kingdom Quotes:
*Kembalilah kepada sumber kasih itu, dan biarkan Tuhan mengobarkan kembali gairah yang sudah mulai redup. Karena relasi yang hidup dengan Tuhan selalu ditandai oleh hati yang terus rindu dan menyala.*
06/08/2026
*King's Swords*
Senin, 08 Juni 2026
*Bacaan setahun:*
2 Samuel 13:1–39
Kisah Para Rasul 4:23 – 5:11
Mazmur 71:9–18
*KUASA DALAM PILIHAN*
*“Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.” (Mazmur 119:30)*
Kehendak bebas diberikan Allah pada kita karena kita diciptakan serupa dengan gambar Allah. Memang tidak semua hal dalam hidup kita merupakan pilihan. Namun, sepanjang hidup mulai dari hal-hal sehari-hari seperti makanan, mata pencaharian, kepada siapa kita percaya, siapa yang kita pilih untuk menjadi pasangan hidup dan bagaimana kita menyikapi berbagai hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita-kebanyakan adalah pilihan.
Pilihan makanan kita mencerminkan kesehatan tubuh. Apa yang kita lihat dan dengarkan tertuang dalam tindakan dan percakapan kita. Disiplin menentukan hasil usaha kita. Bahkan pakaianpun menentukan cara orang memperlakukan kita. Semua itu artinya kita yang memutuskan seberapa sehat kita mau. Kita yang menentukan apakah kata-kata dan tindakan kita menunjukkan hikmat, atau justru kebodohan. Ada cara berpakaian yang membuat orang memperlakukan kita dengan santun atau dengan kurang ajar. Bukan masalah mewah, tapi sopan, bersih dan rapi. Begitupun dengan usaha kita dalam bekerja.
Dalam istilah kekinian, apakah umat Allah _"pro-choice"_? Tentu saja! Namun, pro-choice bukan berarti membenarkan tindakan yang salah untuk menghindari konsekuensi dari pilihan sebelumnya. Menggugurkan janin setelah *MEMILIH* untuk berhubungan intim adalah contoh upaya menghindari konsekuensi. Pilihannya adalah *SEBELUM* berhubungan intim, bukan *SETELAHnya,* Malas bekerja lalu tidak bisa memuaskan kebutuhan (baik primer atau bahkan tersier seperti pengakuan publik atas pencapaiannya) kadang juga menjadi pemicu tindakan negatif seperti mencuri, manipulasi, penipuan, dan sebagainya. Padahal sebenarnya pilihan untuk tidak disiplin bekerjalah penyebabnya.
Pendeta Jack Hibbs pernah bergurau dalam salah satu khotbahnya, _"Saya memang bisa menjilat stopkontak di dinding Tentu tidak saya lakukan, karena akibatnya pasti sangat menyakitkan."_ Gurauan yang sederhana ini perlu kita renungkan lebih dalam dalam hidup kita dalam proses memilih.
Memiliki pilihan adalah anugerah. Akan tetapi, bersama setiap pilihan, ada konsekuensi yang merupakan hasil (positif) atau akibat (negatif). Di tengah dunia yang penuh dengan pilihan, anak Tuhan diajak untuk memilih dengan hikmat sesuai dengan Firman Tuhan Bahkan Tuhan membayar harga sangat mahal untuk pilihan-Nya itu. Salib Yesus sendiri pun adalah sebuah pilihan. Mari murid-murid Tuhan, libatkan Tuhan dalam setiap pilihan kita dan kita akan berbuah banyak dan memuliakan Tuhan kita. (SO)
*Questions:*
1. Adakah tindakan anda yang sebenarnya upaya untuk mendapatkan yang anda inginkan – yang tidak tercapai karena anda awalnya salah pilih?
2. Jika ada pilihan anda selama ini yang ternyata berakibat negatif, maukah anda berbalik dan konsisten berubah?
*Values:*
Dalam setiap pilihan ada kuasa, sekaligus pertanggungjawaban.
Kingdom Quotes:
*You are free to make whatever choice you want, but you are not free from the consequences of that choice." (Zig Ziglar)*
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the place of worship
Address
Central Avenue
Dover, NH
03820