GEMA Online
GEMA atau nama penuh Gelora Mahasiswa sebagai medan informasi dan interaksi sesama kita, untuk menelusi kehidupan mahasiswa Patani di perantaun. Dan juga sebagai medan informasi terkini mengenai situasi dan kondisi Patani. Page ini adalah bertujuan untuk melahirkan mahasiswa-wi yang keperihatinan terhadap kondisi semasa tanah air, memupuk semangat setia kawan dan melahirkan dinamika minda ke arah melestarikan jati diri bagi pembangunan diri dan masyarakat sivil di bumi pertiwi.
27/11/2021
Ajang Konsolidasi bagi Mahasiswa Patani, dalam masa penerapan PPKM di Indonesia.
INDONESIA, GEMA Online- pada 22-25/11/2021 di Purwokerto, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Mahasiswa Patani yang berkuliah di Indonesia Menggelar acara konsolidasi Majlis Kerja sama Pelajar Patani (Selatan Thailand) di Indonesia atau disingkatnya MKPPI.
MKPPI adalah ajang konsolidasi organisasi dan sekaligus forum silahturahmi antar mahasiswa Patani yang sedang aktif perkuliahan di seluruh Indonesia.
Dengan merebaknya wabah covid 19 disertai penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) bagi pemerintahan Indonesia dalam mencegah penularan covid 19 sangat menjadi titik perbincangan bagi pihak pelaksanaan dalam merancang acara kali ini.
Walau bagaimanapun mahasiswa Patani bisa juga menyelenggara acara himpunan seperti ini, meski bentuknya bersifat sederhana saja. Dan diterap protokol kesehatan bagi peserta selama acara berlangsung.
Acara MKPPI 2021 berlangsung selama 4 hari, diisi dengan forum wabiner online dan diskusi Ilmiah yang memenuhi oleh pemateri dari Patani dan Mahasiswa Indonesia. Serta diselang seli penampilan seni kebudayaan yang ditunjuk oleh peserta MKPPI tersendiri.
M.usman selaku ketua pelaksanaan MKPPI 2021, berkeinginan peserta yang ikut kerja sama pada acara kali ini dapat membawa amanat atau informasi yang dapat di MKPPI 2021 untuk menerapkan di delegasi masing-masing.
"Dengan 4 hari kita berkongsi informasi atau ide bersama-sama, maka saya berharap peserta bisa memetik informasi dari gagasan yang kita kupas bersama serta bisa diterapkan pada tempat dan delegasi masing-masing" Kata M.usman kepada peserta pada hari penutupan, Kamis (25/11/2021).
Ikatan Mahasiswa Patani(Selatan Thailand) di Indonesia, IMPI Purwokerto. Sebagai tuan rumah dalam menyelenggara MKPPI 2021 dan didokong penuh oleh mahasiswa yang tinggal diberbagai delegasi seluruh tanah Republik Indonesia.
Reporter: Gema Online
Editor: Tim Gema Online
Photo: Tim Pelaksanaan Acara
27/09/2021
Salam Progresif, Salam Solidaritas, Salam Mahasiswa Patani.
Vedio nyanyian dibawah ini adalah representasi dari mahasiswa Patani yang kuliah di Bandung, Indonesia. Dalam rangka mengenang dan memperingati hari lahir organisasi PMIPTI tahun yang ke 49.
Suasana seperti ini diciptakan oleh Mahasiswa Patani sekitar 15 orang yang sekarang tetap tinggal di Bandung. Nyanyian ini terwujud di penghujung diskusi ilmiah dalam acara HUT PMIPTI KE 49 yang mengangkat tema "Menggali sejarah, mengembang solusi demi kemajuan PMIPTI"
Keberadaan organisasi atau komunitas mahasiswa Patani sangat begitu indah dalam prihal menuntut ilmu serta mencari pengalaman di luar negeri bagi mahasiswa Patani
Semoga semua organisasi Mahasiswa Patani tetap menjalani tugas dengan baik dan benar, modah-modahan segala aktivitas keorganisasian diberkati dan dilindungi oleh Allah SWT. Aminn.
LAGU HUT PMIPTI Ke-49 Lagu Hari Ulang Tahun Ke-49 Persatuan Mahasiswa Islam Patani (Selatan Thailand) di IndonesiaNyanyian ini merupakan representasi dari dokumentasi ciptaan pada...
20/08/2021
Why Independence?
“Merdeka itu hak setiap bangsa. Merdeka itu hak setiap jiwa. Kita merdeka karena itu adalah hak hakiki hidup setiap manusia”.
Tepat 17 agustus 2021 Indonesia memasuki usia kemerdekaan ke 67, sebagai bangsa yang upaya memperjuangkan kebebasan dari kolonialisme pada era peperangan dunia yang kedua 1945. Ratusan tahun bangsa Indonesia dijajah oleh beberapa negara diantaranya Ingris, Belanda dan Jepan, bila kita lihat pada latar belakang sejarah perjuangan mereka memang agaknya begitu lama bagi Indonesia dalam rangka aliansi kekuatan rakyat untuk merebut kemerdekaan bangsa.
Tapi kita tidak dapat menolak tentang kehebatan spirit anak bangsa, mereka tidak kenal lelah dalam mempertahan daulat dari serangan penjajah sehingga dapat digelar negara merdeka.
Begitu juga dengan negara Malaysia tepat pada 31 agustus 2021 akan nanti, seluruh rakyat Malaysia akan gemuruh ceria dengan mengangkat dan berkibar jalur gemilang dalam rangka merayakan hari kebangsaan Malaysia ke 64, dimana mereka dapat merebut daulat dari penjajah Inggris pada 1957, hari ini penuh dengan sejarah, semangat dan renungan akan kehebatan para-para tokoh pejuang bangsa yang membawa Malaysia kepada bangsa merdeka.
Dan berapa hari akhir ini hampir semua saluran sosial media dan vebsite berita mengabarkan gerakan Taliban kembali alih pengusaan di Afghanistan, Gerakan Politik ini upaya mentransisi kembali kekuasaan dari pemerintah Afghanistan untuk memerintah dengan jalan daulat Islam yang hakiki. Setelah mana beberapa dekade akhir ini pemerintahan mereka diguling oleh elit penguasa Afghanistan dan negara penguasa Amerika Serikat ikut campus dengan urusan itu dengan alasan menunduh Gerakan ini yang menaungi Usamah binladin yang disyaki mengebom Gedung World Trade Center pada 11/09/2001, mengakibat rakyat AS tewas 3000 orang. Mengikut transisi inilah akan membawa kepada negara Afghanistan merdeka dalam pencapaian kesejahteraan rakyat sesuai dengan Daulat Islam dan menyesuai tata negara diikuti syariat Islam.
Sejarah bangsa seperti ini terbukti bahwa kemerdekaan itu adalah lumrah dan anugerah yang diberikan oleh Allah bagi setiap bangsa dan semua orang. Setiap kita memiliki hak untuk merdeka. Dan setiap kita dilahirkan adalah untuk menjadi manusia yang merdeka: manusia yang bebas dari segala bentuk penjajahan dan penindasan.
Namun, masih ada lagi negera-negara Islam yang selama ini dijajah oleh imperialis seperti negara Patani (Selatan Thailand)dijajah oleh Siam, Rohingya(Selatan Myanmar) dijajah oleh Myanmar, Uighur( Cina)di tindas oleh Cina, Palestina di jajah Israel dll.
Kolonial seperti ini tidak pantas untuk ikut campur dalam Satuan Bangsa atau PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) karena setelah tamat perang dunia kedua dunia sudah koalisi bahwa bagi kolonial yang masih lagi menganut ideologi imperialisme harus melepaskan semua bangsa untuk merdeka.
Apalagi dengan hukum Islam, Islam melarang untuk penganutnya memerangi atau menjajahi bangsa lain kecuali ada dikalangan mereka dizalim, tapi wajib bagi penganut Islam untuk mempertahankan diri dan negara apabila diperang, ditindas oleh penjajah dan akan membawa kepada musnahkan kehidupan Islam. Seperti mana firman Allah yang bermaksud "Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zhalim" (QS. Al-Baqarah [2]: 193)
Reporter: Gema Online
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
คลิกที่นี่เพื่อเป็นสมาชิก?
ประเภท
ติดต่อ ธุรกิจของเรา
เว็บไซต์
ที่อยู่
Pattani
94150