Vesiraja

Vesiraja

Share

We will work on your project, provide you with solutions, and serve you wholeheartedly.

21/04/2023

Kebijaksanaan Jenghis Khan

URL: https://id.vesiraja.com/1477

Setelah lelah karena habis berperang, Jenghis Khan (1162-1227), Raja Mongol termasyhur penguasa benua Asia yang meluluh lantakkan dan penakluk semenanjung Balkan di Eropa Timur, di suatu hari memutuskan untuk berburu ke hutan bersama beberapa Panglima Perang andalannya.

Selain membawa Anjing Pemburu, Jenghis Khan juga membawa Burung Rajawali nya yang sudah terlatih untuk berburu dan juga dapat menuntun Jenghis Khan pulang ke Istana bila mereka tersesat di tengah hutan.

Usai berburu dan mendapatkan hasil yang lumayan banyak, mereka pun memutuskan pulang.

Ternyata dalam perjalanan Jenghis Khan merasa kehausan, mereka lalu mencari sumber air.

Untunglah, tak seberapa jauh ditemukan tetesan air bening di sebuah bebatuan besar.

Jenghis Khan kemudian menampung tetesan air itu dalam sebuah mangkuk.

Ketika ia hendak minum, tiba-tiba Burung Rajawalinya menukik dan memukul tangan Jenghis Khan sehingga air dalam mangkuk itu tumpah.

Beberapa kali ia mencoba lagi (menampung air di mangkuknya dan mau diminum), tapi selalu terulang kembali gangguan dari Burung Rajawali peliharaannya itu.

Hal ini membuat Jenghis Khan marah, maka ketika Sang Rajawali kesekian kali menumpahkan air yang hendak diminumnya, ia kemudian menebas leher Rajawali dengan pedangnya sampai Rajawali tergeletak di kakinya, mati seketika dengan kepala terputus.

Rasa hausnya pun hilang seketika. Dengan rasa penasaran yang teramat sangat, Jenghis Khan naik ke atas bebatuan itu untuk mencari sumber air tersebut.

Ketika sampai di atas, ternyata sumber tetesan air itu sebuah telaga kecil, Jenghis Khan terkejut bukan main karena ia melihat seekor ular berbisa mati dengan luka menganga di pinggiran telaga air itu dan bisa (racun)-nya mencemari telaga itu dan airnya mengalir ke arah bebatuan tempat ia tadi menampung dengan mangkok.

Hati Jenghis Khan seketika sesak mengingat kematian Rajawali yang berusaha keras menyelamatkan nya.

Ia kemudian menuruni bukit itu, lalu mengambil mayat Burung Rajawalinya yang sudah mati itu dan menggendongnya dengan rasa penyesalan yang amat sangat.

Hati kecilnya menjerit, Jenghis Khan tak kuasa menahan air matanya.

Dengan lirih ia berkata:

Hari ini aku mendapat pelajaran berharga yang sangat menyedihkan, dan sejak hari ini aku tidak akan melakukan sesuatu apapun jika sedang marah.

Kemudian pulang ke Istananya dan memanggil seluruh Panglima Perangnya berikut pasukannya.

Atas perintah Jenghis Khan, dilakukanlah upacara penguburan sang Rajawali.

Burung Rajawali yang sudah tewas itu dibungkus dengan baju perang milik Jenghis Khan.

Usai pemakaman sang Rajawali, Jenghis Khan berpidato di hadapan ribuan pasukannya:

“Hari ini kita bisa memenangkan satu pertempuran yang besar. Kita bisa mengalahkan musuh.Tapi, pada saat ini saya tidak bisa mengalah kan diri saya sendiri. Dan pelajaran yang sangat mahal itu baru saya dapatkan dari seekor Rajawali yang sangat berjasa dan baru kita makamkan itu.”

Keesokan harinya Jenghis Khan memerintahkan seorang seniman terkenal membuatkan patung emas Burung Rajawali itu.

Di sayap kiri Patung Rajawali itu tertulis :

Saat seorang sahabat melakukan hal yang tidak berkenan di hatimu sekalipun, dia tetaplah sahabatmu…

Sementara di sayap kanan patung Rajawali satunya tertulis:

Tindakan apapun yang dilakukan dalam angkara murka hanya akan membuahkan kegagalan.

Sahabatku,

Dalam keadaan marah, biasanya semua tindakan kita tidak bisa terkontrol dengan baik.

Lebih baik redakan dulu amarah kamu, tenangkan diri kamu.

Selama amarah kamu belum reda, tundalah dulu keputusan-keputusan penting yang harus kamu ambil bila kamu tidak ingin menyesalinya di kemudian hari.

Artikel ini muncul pertama kali di:

Vesiraja Indonesia - Pembuatan Website & Pemasaran Digital

Pada:

Kebijaksanaan Jenghis Khan

Sumber: https://id.vesiraja.com/1477

15/04/2023

Kenapa Orang Tua Tetap Memilih Jadi Gaptek

URL: https://id.vesiraja.com/1455

Seorang pria muda telah menghabiskan waktu 1 jam di bank bersama bosnya hanya untuk mentransfer sejumlah uang.

Pria itu tidak bisa menahan diri & bertanya, “Bos, kenapa tidak mengaktifkan internet banking?”

“Mengapa aku harus melakukan itu?”, tanya bos.

“Nah, Bos tidak perlu menghabiskan waktu 1 jam di sini untuk melakukan hal-hal seperti mentransfer uang. Bos bahkan bisa melakukan belanja online. Semuanya akan sangat mudah!”

Pria itu, jadi sangat bersemangat untuk membujuk bosnya beralih ke dunia internet banking.

Lalu bos kembali bertanya, “Jika saya melakukan itu, saya tidak perlu keluar rumah?”

“Ya, ya!”, jawab pria itu.

Ia menjelaskan kepada bos, bagaimana barang-barang kelontong bisa dikirim sampai di depan pintu rumah sekarang dan bagaimana toko online bisa memberikan segalanya!

Tapi, jawaban bos membuat pria itu bungkam.

Bos berkata …

“Sejak aku memasuki bank hari ini, aku telah bertemu dengan 4 orang temanku. Aku mengobrol sebentar dengan staf yang mengenalku dengan baik. Kamu tahu aku ini hidup sendiri. Inilah waktu bertemu teman yang aku butuhkan. Aku bersemangat dan bersiap-siap datang ke bank. Aku menyediakan cukup waktu. Itu adalah sentuhan fisik yang aku idamkan.”

“Dua tahun lalu waktu aku sakit, pemilik toko tempat aku membeli buah, datang menjengukku dan duduk di samping tempat tidurku bahkan menangis.”

“Saat istriku jatuh beberapa waktu lalu saat berolahraga jalan pagi, tukang kelontong setempat melihatnya dan segera membawa mobilnya untuk mengantar istriku pulang.”

“Apakah aku bisa mendapatkan sentuhan manusia seperti itu jika semuanya dilakukan dengan online?”

“Mengapa aku menginginkan semuanya dikirimkan kepadaku dan memaksaku untuk berinteraksi hanya dengan komputer atau smartphone?”

“Apakah Aku salah jika Aku ingin mengenal orang yang berbincang denganku dan bukan hanya sebagai penjual?”

Ini menciptakan ikatan.

Relasi…

Apakah toko online juga bisa memberikan semua ini?

Technology isn’ t life,

Spend time with people.

Not with devices.

Teknologi bukanlah kehidupan.

Luangkan waktu bersama dengan orang.

Bukan dengan perangkat canggih.

Atau Anda akan menyesal selamanya.

Karena waktu tidak akan pernah kembali.

Selagi masih bisa dan ada waktu.

Mari kita menyapa, menghargai orang-orang di sekeliling kita yang kita jumpai setiap hari.

Semoga Bermanfaat!

Artikel ini muncul pertama kali di:

Vesiraja Indonesia - Pembuatan Website & Pemasaran Digital

Pada:

Kenapa Orang Tua Tetap Memilih Jadi Gaptek

Sumber: https://id.vesiraja.com/1455

12/04/2023

Kebaikan Dalam Mobil Taxi

URL: https://id.vesiraja.com/1452

Seorang lelaki tua yang buta naik taksi, dan sampai tujuan meteran taksi menunjukkan angka 11,4 yuan.

Pengemudi tampan menuntun orang buta tersebut ke kantor keamanan lingkungan.

Dia berkata, saya tidak memungut ongkos ke Anda, karena saya lebih mudah mencari uang daripada Anda.

Dari lingkungan tersebut, keluar seorang paman, lalu menaiki taksi itu juga dan berbincang sepanjang jalan.

Sampai tujuan meteran taksi menunjukkan 16,5 yuan, ketika turun mengeluarkan 30 yuan, dan berkata : Uang ini terhitung dengan orang yang tadi, saya memang tidak sangat hebat, tetapi mencari uang lebih mudah dari pada Anda, saya harap Anda bisa terus melakukan hal-hal baik tersebut!

Artikel ini muncul pertama kali di:

Vesiraja Indonesia - Pembuatan Website & Pemasaran Digital

Pada:

Kebaikan Dalam Mobil Taxi

Sumber: https://id.vesiraja.com/1452

Want your business to be the top-listed Computer & Electronics Service in Ubud?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Ubud