Slimming Fit OSB

Slimming Fit OSB

Share

09/10/2018

Nah berikut ini ada 6 beberapa manfaat kentang untuk diet yaitu :

1. Dapat Menahan Lapar

Mengkonsumsi karbohidrat sebagai menu makanan sehari hari akan membuat anda dapat menahan rasa lapar. Hal ini dikarenakan kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi sehingga sangat efektif untuk membantu menahan rasa lapar.

2. Menghilangkan Lemak

Manfaat kentang lainnya dalah dapat menghilangkan kadar lemak di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan kentang dapat menyerap lemak di dalam tubuh dan mengeluarkannya dalam bentuk feses.

3. Kenyang Lebih Lama

Kandungan kalori yang ada didalam kentang cukup tinggi, sekitar 261 kalori. Selain itu, sari pati yang ada di dalam kentang juga snagat cukup untuk memenuhi perut anda sehingga membuat anda tidak berkeinginan mengambil makanan lainnya.

4. Memberikan Energi

Mengkonsumsi kentang dapat bermanfaat sebagai sumber energi yang akan membantu keberhasilan program diet anda. Energi tersebut dapat membantu aktivitas-aktivitas anda sehari-hari. Sehingga meskipun anda hanya mengkonsumsi kentang saja, anda tidak akan merasa lemas seharian.

5. Memudahkan Sistem Pencernaan

Manfaat lainnya adalah, mengkonsumsi kentang dapat membantu anda untuk melancarkan sistem percernaan. Hal ini dikarenakan kandungan serat yang ada di dalam kentang dapat membantu sistem pencernaan di dalam tubuh.

6. Menjaga Tubuh Tetap Fit

Kandungan vitaminnya yang cukup beragam seperti vitamin C dan vitamin B6 nya mampu membantu kondisi tubuh agar terus fit dan segar.

05/10/2018

Menjaga kesehatan merupakan hal terpenting dalam hidup karena jauh lebih sulit untuk membuat sehat daripada membuat sakit😊

01/10/2018

8 Hal yang dapat Menyebabkan perut buncit :

1. Adanya lemak visceral
Istilah medis untuk lemak yang tidak sehat di perut adalah “lemak visceral”. Lemak ini mengelilingi hati dan organ-organ lain dalam perut Anda. Jika dibiarkan terus menerus akan menyebabkan berbagai faktor risiko penyakit seperti metabolisme, diabetes tipe 2, penyakit jantung, bahkan kanker.

2. Faktor genetik
Genetik memainkan peran utama dalam risiko obesitas. Oleh karena itu, kecenderungan tubuh menyimpan lemak di perut sebagian dipengaruhi oleh faktor genetik. Termasuk gen reseptor yang mengatur kadar hormon kortisol dan gen yang memberikan sinyal reseptor leptin untuk mengatur asupan kalori dan berat badan.

3. Sering konsumsi makanan dan minuman manis
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ia mengonsumsi gula berlebih setiap harinya. Kue dan permen merupakan jenis makanan yang mengandung gula tinggi. Selain itu, minuman seperti soda, teh manis, kopi, ataupun minuman dengan berbagai macam rasa banyak mengandung gula dan pemanis buatan.

Sebuah penelitian telah menunjukkan pengaruh antara asupan gula tinggi dengan lemak perut yang berlebihan disebabkan, karena kandungan fruktosa tinggi gula yang ditambahkan pada makanan atau minuman.

4. Stres
Kortisol adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan dikenal sebagai hormon stres karena membantu tubuh merespon stres. Faktor stres besar pengaruhnya terhadap kenaikan berat badan sehingga menyebabkan penumpukkan lemak di perut. Pada banyak orang, saat mengalami stres, nafsu makan akan meningkat terutama makan makanan manis.

5. Kurang tidur
Memiliki waktu tidur yang cukup adalah salah satu hal penting yang dapat mempengaruhi kesehatan. Banyak penelitian yang menemukan bahwa kurang tidur mampu meningkatkan risiko kenaikan berat badan, yang mana berpengaruh pada lemak perut. Gangguan tidur juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Salah satu gangguan yang paling umum adalah gangguan tidur apnea yaitu suatu kondisi di mana napas berhenti berulang kali pada malam hari karena jaringan lunak di tenggorokan menghalangi jalan napas.

6. Adanya bakteri di usus
Ratusan jenis bakteri hidup dalam usus Anda, terutama di usus besar. Beberapa bakteri ada yang bermanfaat bagi kesehatan, ada juga yang merugikan. Memelihara kesehatan usus sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat sehingga mampu terhindar dari penyakit.

Para peneliti telah menemukan bahwa orang gemuk cenderung memiliki jumlah bakteri Firmicutes di usus lebih banyak dari pada orang dengan berat badan normal. Penelitian juga menunjukkan bahwa jenis bakteri tersebut dapat meningkatkan jumlah kalori yang diserap dari makanan sehingga mampu menaikan berat badan, termasuk lemak perut. Tidak menutup kemungkinan bakteri ini bersarang pada orang yang kurus juga.

7. Kurang bergerak
Gaya hidup adalah salah satu faktor risiko terbesar kesehatan yang buruk. Tidak aktif bergerak, kurang olahraga, mengonsumsi makanan yang tidak sehat bisa berperan dalam peningkatan obesitas termasuk obesitas perut. Sebuah survei yang besar dari tahun 1988 sampai 2010 di Amerika Serikat menemukan bahwa ada peningkatan yang signifikan antara aktivitas, berat badan, dan lingkar perut pada pria dan wanita.

8. Postur tubuh yang buruk (membungkuk)
Faktor lain penyebab perut buncit adalah memiliki kebiasaan berdiri dan duduk yang buruk. Pasalnya, memiliki postur tubuh yang buruk akan membuat tubuh menjadi terlihat gemuk dan perut membuncit.

28/09/2018

6 kebiasaan yang dapat Menyebabkan Gagal Diet

1. Mengurangi porsi makan secara drastis

Makan dalam porsi yang tepat akan membantu menurunkan berat badan. Namun, mengurangi porsi makan secara drastis justru membuat hormon ghrelin melonjak cepat.

Hormon ghrelin merupakan hormon yang menyebabkan rasa lapar. Pada saat yang sama, tubuh juga akan menghasilkan hormon leptin yang menyebabkan rasa kenyang.

Menurut ahli metabolik bernama Nathan Trenteseaux, lonjakan hormon leptin dan ghrelin yang bersamaan ini akan menyebabkan kita terus-menerus merasa lapar.

"Inilah yang sering membuat kita makan berlebihan dan menyebabkan kegagalan diet," ucapnya.

2. Terperdaya label makanan rendah lemak

Menurut Trenteseaux, pada makanan yang terdaftar sebagai rendah lemak, produsen makanan kebanyakan mengganti lemak dengan gula atau bahan kimia dan zat aditif yang berbahaya.

3. Mengonsumsi energy bar dan minuman berenergi

Energy bar dan minuman penambah energi memang nampak menyehatkan. Namun, mereka hanya diperlukan saat berolahraga selama 90 menit atau lebih lama.

Menurutnya, mengonsumsi minuman berenergi dan energy bar dapat membuat kalori yang terbakar selama olahraga sia-sia belaka.

4. Hanya melakukan olahraga kardio

Menurut Trenteseaux, hanya mempraktikkan olahraga kardio tidak akan bisa membangun atau mempertahankan bentuk otot.

Berdasarkan riset yang ditebritkan dalam BMC Public Health, kombinasi olahraga kardio dan beban selama 12 minggu dapat membuat orang-orang dengan berat badan berlebih kehilangan banyak lemak di tubuh.

5. Mengganti gula dengan pemanis buatan

Mengonsumsi hidangan penutup dengan pemanis tambahan memang sangat nikmat.

Sayangnya, pemanis buatan yang kita tambahkan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Pemanis buatan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2 dan masalah jantung.

6. Memilih camilan yang bebas gluten

Diet bebas gluten telah dipercaya sebagai cara untuk menurunkan berat badan yang ampuh. Sayangnya, tipe diet tak selamanya berjalan efektif.

Diet bebas gluten memang bermanfaat bagi mereka yang memiliki penyakit celiac, sindrom iritasi usus atau masalah lambung lainnya yang bisa diperparah oleh gluten.

18/09/2018

Apa saja penyakit yang dapat ditimbulkan karena obesitas? Berikut ragam penyakitnya:

• Diabetes.
• Tekanan darah tinggi.
• Penyakit jantung.
• Kolestrol tinggi.
• Seseorang yang mengalami obesitas tentu saja akan kesulitan untuk bergerak dan akan mengalami kesulitan untuk bernafas.
• Seseorang yang mengalami obesitas sangat memungkinkan terkena kanker di usus besar (colorectal cancer) dan batu empedu (prostate cancer).
Setelah mengetahui berbagai macam penyakit yang ditimbulkan oleh obesitas, berikut ini beberapa penyebab yang memungkinkan Anda terkena obesitas:

• Asupan makanan yang masuk kedalam tubuh berlebih, tapi Anda tidak mengimbanginya dengan aktivitas yang dapat membakar kandungan lemak di dalam tubuh.
• Faktor umur, ketika Anda bertambah tua, kemampuan tubuh untuk memetabolisme makanan akan semakin melambat.
• Faktor genetik.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah obesitas, berikut ini cara-cara yang dapat dilakukan:
• Berhentilah makan sebelum Anda merasa kenyang.
• Hindari mengkonsumsi makanan ringan, tapi gantilah makanan ringan tersebut dengan buah dan sayur agar tidak menghilangkan hobi tersebut.
• Hindari obesitas dengan berolahraga. Berolahraga juga akan menjaga sistem metabolisme tubuh Anda.
• Ada baiknya Anda mengurangi makan-makanan yang manis.

Want your business to be the top-listed Health & Beauty Business in Tangerang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


OSB Learning Centre, Ruko Manhattan Forum Blok 07, No. 16, The Green BSD Tangerang
Tangerang
15311