Lanus Solo Raya

Lanus Solo Raya

Share

08/04/2016

PSCS Kalahkan Persibangga 2-1

PURBALINGGA-Bermain taktis, kompak, kekuatan merata di semua lini, disiplin, dan dingin, PSCS Cilacap mengalahkan tuan rumah Persibangga Purbalingga 2-1 pada turnamen Bupati Cup Purbalingga, di Stadion Goentoer Darjono, kemarin.

Gol-gol tim pemenang dicetak Ugi Sugiyanto pada menit 19 dan pemain muda lokal yang sedang berkembang, Tumin (89), sedangkan balasan Purbalingga dihasilkan striker asing Brima Pepito Sanusi (90 + 2), memanfaatkan bola umpan lambung dari tembakan sudut.

Kemenangan itu membuat PSCS naik ke puncak klasemen sementara bersama Persak Kebumen. Kedua tim itu mengoleksi nilai sama, yaitu empat, dan agregat gol juga sama 3-1.

Pertemuan skuad Kota Bercahaya melawan Kota Beriman, Minggu (10/4), laksana final, karena berebut juara I. Bagi tuan rumah, kekalahan yang kedua itu membuat posisinya terpaku di dasar klasemen. Dari dua kali bertanding, Laskar Soedirman belum meraih poin, karena dalam laga sebelumnya dikalahkan Persak 0-1 (3/4).

Peluang tim Kabupaten Perwira untuk menjuarai turnamen berhadiah total Rp 42,5 juta itu sudah sirna. Kini skuad besutan pelatih Suimin Diharja itu hanya tinggal berjuang untuk keluar dari juru kunci. Persibangga tinggal menyisakan satu laga melawan Persibas Banyumas, Senin (11/4).

Dalam laga itu, tuan rumah harus menang, jika ingin menyelamatkan muka. Beban Persibas sedikit lebih ringan, karena sudah memiliki nilai dua. Jika menang, Banyumas juga masih memiliki peluang juara, asal laga PSCS vs Persak berakhir seri.

Bermain Canggung

Dalam laga kemarin, skuad Purbalingga yang ditarget harus menang, malah terbebani. Mereka bermain canggung, aliran bola antarlini kurang lancar, serangan mudah dipatahkan.

Sementara pemain Cilacap tampil tenang, memainkan bola dari kaki ke kaki, kerja sama rapi, serangan- serangan pun terencana. Gol pertama PSCS berawal dari bola tembakan keras Jimmy Suparno yang mengarah ke kiper Suchaimij, tetapi mental. Bola lalu ditembak Ugi Sugiyanto dan masuk. Gol kedua Cilacap dicetal Tumin, lewat serangan balik.

Pemain muda itu lolos dari jebakan offside, tinggal berhadapan dengan kiper lalu mencocor bola mengarah ke gawang. Gol Purbalingga dihasilkan Brima memanfaatkan umpan sepak pojok. Setelah tertinggal, Persibangga melakukan tekanan berat. Banyak peluang didapat, termasuk tembakan penalti oleh pemain asing Bruno Casmir, namun semua gagal.

Bola tembakan Bruno bisa ditahan kiper Ega Risky. Peluang Purbalingga gagal, karena penyelesaian akhir kurang baik, ada p**a karena pertahanan ketat Cilacap. Pelatih PSCS Aris Budi Sulistyo mengatakan, dalam laga itu anak-anak bermain disiplin, mental bagus, dan kerja sama rapi. Bupati Cup bukan target, tetapi ajang seleksi pemain.

Meski begitu, anak-anak tetap harus tampil maksimal. ‘’Saya sudah bisa lihat siapa yang mental dan fisiknya bagus, siapa yang tidak.’’ General Manager Persibangga Rohman Supriyadi hanya berkomentar singkat, inilah sepak bola. Semua kemungkinan bisa terjadi.

13/03/2016

Merasa Diping-pong, Klub Divisi Utama Tolak Turnamen Tim Transisi

Klub-klub Divisi Utama di Jawa Tengah tidak memedulikan rencana Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang akan menggulirkan turnamen. Belum tentu, turnamen tersebut akan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. ”Opo yo tenan? Kita sudah males mikir,” ungkap CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.

Mahesa Jenar sudah mengirimkan salah satu utusan untuk menghadiri pertemuan di Kemenpora. Namun, PSIS belum bisa memberikan kepastian apakah akan ikut atau tidak. Yoyok mengatakan, tim hanya fokus pada Indonesia Soccer Championsip (ISC) 2016 yang akan diputar pada 23 April mendatang.

Setelah mendapat penjelasan hal itu, manajemen mengebut pembentukan tim. Sayangnya, kabar yang beredar turnamen tersebut ditunda.”Informasinya dipending. Ini jadi tambah runyam lagi, kasihan pemain yang setiap hari butuh makan,” katanya.

Pemilik nama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukwijaya ini mengaku heran, setelah Tim Transisi berinisiatif menggelar turnamen. Padahal operator ISC 2016 mengklaim bahwa turnamen yang tidak melibatkan PSSI itu sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo, Kemenpora, dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). ”Klub jadi seperti diombang-ambingkan. Gimana ini, ada ISC, Tim Transisi dan kompetisi Divisi Utama,” ujar dia.

Sejumlah klub dari provinsi ini yang diundang selain PSIS di antaranya PSCS Cilacap, Persis Solo, Persipur Purwodadi, Persibas Banyumas, Persibangga Purbalingga, Persibat Batang dan Persipur Purwodadi.
Hanya, yang memutuskan berangkat hanya PSIS, Persibas, Persibangga dan Persibat Batang. Persipur kabarnya juga absen. PSCS memilih absen, karena pertemuan itu kurang mendapat dukungan dari klub-klub di Tanah Air.

”Saya sudah kontak manajemen klub-klub Indonesia Super League (ISL), dan diminta untuk menolak datang. Ya, saya tidak berangkat,” kata Sekretaris PSCS Basuki Priyo Nugroho.

Kendati memilih absen, pihaknya sudah menghubungi sejumlah pengurus klub lainnya yang ikut hadir.
Mereka yang datang pun juga tidak bisa banyak bicara. ”Ibaratnya mereka ini datang untuk sekadar meraba-raba atau coba-coba. Saat saya tanya banyak yang bungkam dan tidak tahu,” ujarnya.

Basuki tidak ingin pengalaman buruk saat turun dalam Indonesia Premiere League (IPL) kembali terulang. Bertanding dalam kompetisi atau turnamen di luar PSSI, tidak menguntungkan bagi klub.

“Klub waktu itu banyak dirugikan,” ujar dia.
💋💋💋

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Surakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Surakarta