GBI Imamat Rajani Surabaya
30/05/2026
Renungan Harian Minggu, 31 Mei 2026
BERBALIK KEPADA TUHAN, PASTI DIPULIHKAN
Ayat Bacaan Hari ini: Yoel 2:12-27
Ayat Hafalan: "Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya." Yoel 2:13
Karena sering memberontak dan hidup menyimpang dari jalan-jalan Tuhan, bangsa Israel harus menanggung akibatnya: mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan.
Salah satunya adalah hasil ladang mereka sangat mengecewakan, alias tak menghasilkan panenan seperti yang diharapkan, karena hasil pertanian mereka diserang berbagai jenis belalalang: "Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap." (Yoel 1:4), sehingga "Ladang sudah musnah, tanah berkabung, sebab gandum sudah musnah, buah anggur sudah kering, minyak sudah menipis. Para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen ladang. Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering." (Yoel 1:10-12). Tak bisa dibayangkan betapa menderitanya mereka! Pada waktu itu umat Israel benar-benar berada di titik terendah, sepertinya sudah tidak memiliki pengharapan lagi. Ini adalah bentuk teguran Tuhan kepada bangsa Israel! "...setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal," (Ibrani 2:2). Tuhan mengijinkan penderitaan dialami oleh bangsa Israel bukan berarti Tuhan tidak mengasihi atau berlaku kejam, tapi supaya mereka segera sadar dan bertobat. Jadi Tuhan selalu memberi kesempatan kepada bangsa Israel untuk bertobat.
Mungkin saat ini kita sedang mengalami hal seperti bangsa Israel, jangan langsung protes dan menyalahkan Tuhan! Hal pertama yang kita lakukan adalah koreksi diri. Mungkin ini akibat dari kesalahan dan pelanggaran yang kita perbuat. Langkah terbaik adalah secepatnya datang kepada Tuhan dan memohon pengampunan dari-Nya!
24/05/2026
Renungan Harian Senin, 25 Mei 2026
MENGHITUNG HARI
Ayata Bacaan Hari ini: Mazmur 90:1-17
Ayat Hafalan: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, supaya kami beroleh hati yang bijaksana. Mazmur 90:12
Musa lahir dari keluarga budak Ibrani. Tetapi, dia hidup sebagai pangeran dengan segala fasilitas hikmat Mesir (Kis. 7:22). Di usia 40 tahun, dia tergerak untuk memperhatikan nasib rakyat Ibrani dan ingin membela mereka (Kis. 7:23). Ternyata, jabatan pangeran di istana tidak dapat membuat Musa menolong bangsanya. Malah, diburu Firaun sehingga harus melarikan diri ke Midian dan menjadi gembala selama 40 tahun.
Di usia 80 tahun, Tuhan mengutus Musa untuk menghadap Firaun (Kel. 7:7). Saat itu, Musa mengakui dia gagap dan tidak pandai bicara sehingga perlu orang lain untuk menyambung perkataannya (Kel. 4). Di saat itu Tuhan minta Musa membebaskan umat-Nya. Selama 40 tahun dengan penyertaan Tuhan, Musa memimpin bangsa Israel di padang gurun hingga mendekati Tanah Perjanjian, lalu meninggal di usia 120 tahun (Ul. 34:7).
Mazmur 90 ini adalah doa Musa (ay. 1), yang lahir dari renungan bagaimana dia menjalani hari-harinya yang berliku-liku. DIa menyadari manusia berasal dari debu (ay. 3). Hidupnya sangat singkat, seperti mimpi, atau seperti rumput yang bertumbuh di pagi hari, tetapi layu di saat petang (ay. 5-6). Sungguh kita tidak berdaya. Maka, kita harus menyandarkan hidup kepada Tuhan dan menjadikan-Nya tempat perlindungan kita (ay. 1-2). Dia juga mengajari sehingga kita dapat menjalani setiap hari dengan penuh arti.
SETIAP HARI AKAN MENJADI SANGAT BERARTI, JIKA KITA HIDUP BERSERAH KEPADA TUHAN.
22/05/2026
Renungan harian Sabtu, 23 Mei 2026
TUHAN MELIHAT IMAN
Ayat Bacaan Hari ini: MARKUS 2:1-12
Ayat Hafalan: Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" Markus 2:5
Yesus sedang mengajar di sebuah rumah di Kapernaum. Lalu, 4 orang datang kepadanya menggotong seorang yang lumpuh. Mereka berharap kesembuhan bagi si lumpuh. Yesus melihat iman mereka. Akhirnya, mereka p**ang bersukacita karena harapan mereka sudah terpenuhi. Yesus mengampuni dosa, lalu menyembuhkan kaki si lumpuh (ay. 5b, 11).
Sebelum menyembuhkan si lumpuh, Yesus melihat iman mereka. Mereka memiliki iman yang dapat dilihat melalui perbuatan. Di rumah itu penuh kerumunan orang, bahkan sampai muka pintu. Tetapi, kondisi itu tidak menghalangi niat mereka untuk masuk. Ketika mereka tidak menemukan jalan masuk, mereka membuka atap rumah, lalu menurunkan si lumpuh. Mereka segenap hati percaya Yesus. Ada harapan buat kita. Ada masalah kita yang harus kita selesaikan dan perlu Tuhan turun tangan. Apakah kita memiliki iman yang dapat dilihat? Dapatkah Tuhan melihat iman yang menunjukkan hati kita percaya kepada-Nya?
Sesungguhnya, iman yang tidak dapat dilihat bukanlah iman! Tanpa perbuatan, iman itu mati. (Yak. 2:26). Jika kita rindu melihat harapan menjadi kenyataan, tunjukkan iman kita! Lakukanlah sesuatu, jangan hanya berdiam! Cara paling sederhana kita memperlihatkan iman adalah tidak berhenti berdoa kepada Tuhan!
JIKA KITA INGIN MELIHAT HARAPAN MENJADI KENYATAAN,
LAKUKANLAH APA YANG KITA BISA DAN TETAPLAH BERDOA.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the place of worship
Telephone
Address
Jalan Kertajaya 86
Surabaya