Infosubang

Infosubang

Share

23/05/2024

Rara Istiati Wulandari atau yang lebih dikenal Rara Pawang Hujan menghadiri sidang kasus Subang di Pengadilan Negeri Subang, Jawa Barat. Rabu (22/5/2024) siang.

Kasus Subang adalah meninggalnya ibu dan anak, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Jenazah mereka ditemukan tertumpuk di bagasi Alphard di rumah mereka di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Subang, Rabu (18/8/2021).

Kehadiran Rara saat sidang hari ini menarik perhatian pengunjung maupun para saksi.

Rara mengatakan tujuannya ada di persidangan.

"Saya datang untuk men-support para saksi, keluarga korban, dan APH (aparat penegak hukum) agar bisa menuntaskan kasus Subang yang menyita perhatian publik dalam tiga tahun terakhir ini," ujar Rara, Rabu (22/5).

Pawang hujan yang terkenal lewat aksinya pada MotorGP Mandalika 2022 tersebut bersyukur kasus ini akhirnya terungkap setelah dua tahun lebih tak terungkap oleh polisi.

Rara mengatakan sudah beberapa kali mendatangi TKP kasus Subang untuk menggelar ritual di halaman rumah.

Rara juga mengaku bahwa kasus ini terungkap sesuai dengan ramalannya setahun lalu.

"Kasus ini kaitannya dengan cinta segi tiga, sesuai apa yang diungkapkan oleh Danu yang akhirnya kasus ini terungkap dan telah ditetapkan lima tersangka," katanya.

Rara juga menyebutkan bahwa Danu ada di TKP saat peristiwa terjadi, namun yang mengeksekusi adalah ayah korban.

"Waktu itu saya tanpa bermaksud untuk menuduh tapi seperti itu penerawangan saya. Biarlah semesta yang menjawab dan membuktikan. Kita doakan semoga kasus ini bisa terungkap secara terang-benderang dan para pelaku dihukum seberat-beratnya," ungkap Rara.

Polisi menetapkan lima tersangka atas kasus Subang. Selain Yosep Hidayah, ada Danu, Mimin Mintarsih, Abi, dan Arighi.

Danu merupakan sepupu Amalia karena dia adalah anak dari kakak Tuti. Mimin adalah istri kedua Yosep. Sedangkan Abi dan Arighi merupakan anak Mimin dari suami yang sebelumnya.
____
Berita ini disadur dari :

22/05/2024

Polisi berhasil menangkap satu di antara tiga buron dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Surawan, mengatakan, pelaku yang ditangkap bernama Pegi Setiawan alias Perong.

"Sudah (tertangkap)," kata Surawan dalam keterangannya, Rabu (22/5/2024), dikutip dri Kompas.com.

"(Pelaku) Pegi Setiawan."

Menurut penjelasannya Pegi ditangkap di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (21/5) malam.

Meski demikian ia tak menjelaskan lebih lanjut terkait proses penangkapan, termasuk lokasi penangkapannya.

Dengan ditangkapnya Pegi, maka masih terdapat dua pelaku yang masih buron, yakni Andi dan Dani. Polisi pun masih melakukan pengejaran terhadap dua buron tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina terjadi pada Agustus 2016.

Vina dibunuh 11 anggota geng motor di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 27 Agustus 2016 malam.

21/05/2024

Personil Polsek Kalijati laksanakan patroli kamtibmas ke perkebunan karet Dawuan dan GT Kalijati, yang di anggap rawan kejahatan dan tindak kriminal lainya.

Selain itu, patroli ini di laksanakan guna antisipasi gangguan Kamtibmas dan antisipasi terjadinya tawuran antar geng motor yang akhir-akhir ini meresahkan warga masyarakat. perkebunan karet Dawuan. Senin(20/05/2024)

Kapolsek Kalijati Iptu Udin Awaludin S.H. M.H menegaskan, kami selaku petugas Kepolisian, sebisa mungkin menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Wilayah hukum Polsek Kalijati harus selalu aman dan kondusif. Jangan sampai terjadi tindak pidana kejahatan apalagi sampai terjadinya tawuran antar geng motor di wilayah hukum Polsek Kalijati. Tegas Kapolsek

“Apabila di temukan kerumunan-kerumunan anak-anak bermotor, jangan segan-segan segera laporkan ke pihak yang berwajib. Guna mencegah terjadinya aksi tawuran dan gangguan Kamtibmas lainya di wilayah hukum Polsek Kalijati. Tutur Kapolsek.

21/05/2024

Mantan Sekretaris Badan Karantina Kementerian Pertanian, Wisnu Haryana, mengungkap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menitipkan penyanyi dangdut Nayunda Nabila sebagai pegawai honorer di Kementan. Namun, Nayunda ternyata jarang ngantor meski digaji jutaan per bulan.

Hal itu diungkap Wisnu saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi dengan terdakwa SYL, Sekjen Kementan nonaktif Kasdi Subagyono dan Direktur Kementan nonaktif M Hatta di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (20/5/2024). Mulanya, jaksa bertanya soal ada tidaknya pegawai honorer yang dititipkan SYL di Kementan.

"Saksi tahu yang, bernama, ada pegawai Kementan honorer yang juga dititipkan oleh Pak Yasin Limpo maupun keluarganya di Kementan?" tanya jaksa.

"Oh, ada pak," jawab Wisnu.

"Siapa?" tanya jaksa.

"Kalau nggak salah atas nama Nayunda, pada waktu itu," jawab Wisnu.

Wisnu mengatakan Kementan hanya menggaji Nayunda selama setahun dan kemudian diberhentikan karena tak pernah lagi ke kantor. Dia mengatakan gaji Nayunda Rp 4,3 juta per bulan.

Dia mengatakan Nayunda cuma dua kali datang ke kantor selama setahun, dan mengatakan Nayunda ditempatkan sebagai honorer Kementan yang seolah bertugas di bagian protokoler.

Wisnu mengatakan Nayunda Nabila dititipkan SYL sebagai pegawai honorer di Badan Karantina Kementan.

Namun, katanya, Nayunda bertugas sebagai asisten anak SYL yang merupakan anggota DPR RI Fraksi NasDem, Indira Chunda Thita.
____
Berita ini disadur dari :

20/05/2024

Barudak Sampai ketemu 20 Juli 2024 !!

karna akan ada Hindia () Fiersa Besari () .Feast () , NDX AKA() , For Revenge () , Strangers (), Dhira Bongs (), Karokinight (), Qorygore () dan Aruma () masih banyak lainnya !! ayo seru seruan bareng di Pestipalin!

Jangan nyasar ya kita ketemu Lap. Pussenif Bandung
See you Barudakk !! follow buat info lebih lanjut

Tiket bisa dibeli di www.pestipalin.id

20/05/2024

Seorang pencari rumput tercebur ke dalam sumur di Kampung Cijoget RT 01/01 Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Minggu (19/5/2024) petang.

Korban yang bernama Aip (50) tersebut diduga terpeleset saat mencari rumput di dekat sumur tersebut.

Menurut kesaksian Hamdan yang merupakan tetangga korban, dia curiga dengan keberadaan karung rumput, sandal, dan topi milik korban di dalam sebuah sumur.

“Korban tak ada di sekitaran sumur sementara karung rumput, sandal dan topi berada di dalam sumur,” katanya, Senin (20/5/2024).

Hamdan mengatakan, berdasarkan keterangan dari keluarga korban, Aip mencari rumput sekitar pukul 17.00 WIB. Namun dia tak juga pulng setelah pukul 18.00 WIB.

"Kemudian keluarga korban langsung melaporkan ke aparat setempat kemudian melanjutkan ke BPBD, damkar, dan tagana," ucap Hamdan.

Petugas gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi korban.

"Evakuasi korban didalam sumur tersebut berlangsung sekitar tiga jam. Korban berhasil diangkat di dalam sumur sekitar pukul 22.00 WIB dalam keadaan sudah tak bernyawa," kata Kalak BPBD Subang, Udin Jazudin.

Udin mengatakan, keluarga telah sepakat kalau peristiwa itu merupakan musibah sehingga tidak akan menuntut pemilik sumur.

"Karena sumur tersebut adalah sumur yang airnya digunakan untuk masyarakat umum," ucapnya.

Kalak BPBD mengimbau kepada warga setempat agar berhati-hati saat berada di sekitaran sumur tersebut agar kejadian serupa tak terulang.
____
Berita ini disadur dari :

Want your business to be the top-listed Media Company in Subang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Subang
41211