NTC
juga Komunitas yang Peduli terhadap alam.bagi anda yang ingin nambah ilmu teknologi gabung disini ya. atau anda yang peduli terhadap alam silahkan gabung disin. gabung ya bro n sis. we wait you ^_-
11/07/2019
Untuk pembaca setia Zurvive, jangan lupa kunjungi kami di forum kaskus.co.id, share ke teman-teman kalian, dan subscribe kami, untuk dapat info update terbaru dari zurvive....
https://kask.us/ixnKy
Cerita Fiksi Zombie Buatan Anak2 Sidoarjo Selamat datang di thread gue. Kali ini nubie akan membagikan kepada kalian, cerita hasil karangan sendiri untuk jadi teman baca kalian... Mohon kritik dan saran nya... Dan jangan lupa subscribe/bookmark thread gue, dan pantengin terus update jalan cerita nya... Selamat membaca :Yb Judul : Zurvive Se...
Bagi yang ingin membaca kelanjutan cerita fiksi "Zurvive", bisa di baca melalui forum kaskus, dengan link di bawah ini...
https://www.kaskus.co.id/show_post/5b430abf5a5163147c8b4593
Atau bisa juga dengan menggunakan tombol aplikasi di fanpage kami... Selamat membaca kawan-kawan...
Dan juga, untuk yang ingin bergabung dengan kami di group NTC, bisa join di group Whatsapp kami di link ini, https://chat.whatsapp.com/137BOfyOyWqAmaywHrHpdo
Cerita Fiksi Zombie Buatan Anak2 Sidoarjo | Cerita Fiksi Zombie Buatan Anak2 Sidoarjo | KASKUS Selamat datang di thread ane. Kali ini nubie akan membagikan kepada kalian, cerita hasil karangan sendiri untuk jadi teman baca kalian... Mohon kritik
Happy 4nniversary NTC Ke 4 .
Semoga kita selalu di beri kemudahan dan selalu diberi kesehataan.
Amin
Zurvive (re-make)
Chapter 3 : "Zurvive" part 2
11 juni 2014
03 : 15 wib
Setelah beberapa menit perjalanan, kami berdua akhirnya sampai di basecamp kami di sidoarjo. Cukup sepi, tidak banyak zombie di sekitar. Tanpa kegaduhan, kami mencoba memanggil teman kami yang ada di dalam secara perlahan.
"Fif, ini angga ama ulum!! Cepet keluar", teriak ku sedikit pelan.
"Lu yakin semua nya ada di sini..?? Kelihatan sepi gini..", ujar ulum.
"Gue udah sms mereka satu-satu, gue suruh ngumpul di sini..", ujar ku.
"Nah itu afif..", sahut ulum.
Dan afif pun keluar, tak terlihat teman-teman kami di dalam. Afif rofiky, salah satu anggota komunitas kami, rumah nya adalah yang terdekat dengan basecamp, sehingga dapat sampai ke tempat terlebih dahulu. Kami pun masuk, dan menutup pintu rapat-rapat, mencoba untuk sesunyi mungkin. Di dalam, kami bercerita tentang apa yang terjadi. Dengan muka sedikit sedih, afif bercerita tentang kejadian yang menimpa nya. Ayah dan ibu afif sedang dinas di luar p**au, entah mereka baik-baik saja atau tidak. Namun kedua adik nya telah mati, menjadi santapan makhluk-makhluk ini.
"Gak ada yang ke sini bro, cuma gue aja yang langsung ke sini", ujar nya dengan sedikit shock atas kejadian ini.
“yang lain mana..?? apa gak ada yang bales..??”, tanya ku.
“eh.. lu gak inget kalo sinyal nya lagi error..”, ujar ulum.
“hemhh... daripada kita murung, bersedih di sini... lebih baik, kita menyusun rencana agar bisa ke tempat evakuasi..”, ujar ku.
“lalu temen-temen yang lain..?? gimana kalo mereka beneran ke sini.. kasihan mereka juga ngga..”, ujar afif.
“setidak nya kita udah ninggalin pesan buat mereka... mereka pun mungkin berpikir akan langsung menuju tempat evakuasi... ke sini, sama aja bunuh diri..”, ujar ku.
“seperti kita maksud mu..”, sahut ulum.
"udah lah, yang penting sekarang kita bertiga saling kerja sama menuju tempat evakuasi. Ku dengar yang terdekat adalah terminal joyoboyo. Kita gak boleh putus asa hanya karena kehilangan anggota keluarga... Kita harus tetap hidup, demi mereka. Dan mereka pun juga tak akan rela melihat tubuh kita berjalan tanpa jiwa..", ujarku menyemangati mereka berdua.
“.....”, afif dan ulum masih merenung.
“aku... pergi ke sini, karena keluar dari rumah ku yang aman.. keluarga ku masih utuh.. aku gak tau sekarang, apa mereka masih selamat, atau.... yang penting sekarang, jika kalian yakin, keluarga kalian yang lain masih ada yang selamat, kita ke tempat evakuasi, lalu mencari bantuan agar bisa nyelametin mereka... bukan hanya berdiam diri di sini, seperti pecundang... kita ini satu tim, apa kalian mau kita di sebut tim pecundang..?? maaf.. tapi gue ingin pergi dari sini, nyelametin diri gue, dan nyari bantuan apapun di sana buat nyelametin keluarga gue..!! tentu.in pilihan lu berdua... kita gak punya banyak waktu..”, ujar ku sambil mempersiap kan perlengkapan perlindungan.
Afif dan ulum pun sepakat, membuang kesedihan mereka, dan membantu ku mempersiapkan semua nya. Kami bertiga pun siap, dan telah mempersenjatai diri kami. Ulum bagian menyetir, sedangkan aku dan afif berusaha menjaga agar para zombie ini tidak mendekati kendaraan kami. Piring-piring, gelas-gelas kaca, apapun benda keras yang bisa di lempar untuk membunuh mereka sudah kami siapkan. Kami mulai berangkat menuju titik joyoboyo. Saat kami melewati daerah ‘waru’, kami sempat bertabrakan dengan seorang pengendara motor yang tak sengaja menyenggol kendaraan kami. Dan rupanya dia adalah miftah, teman kami.
"lho mif.. Dari mana lu?", tanya ulum.
"gue perjalanan p**ang bro! Keluarga gue masih di rumah! Gue habis dari surabaya, terus ada yang kacau di kota, akhir nya gue putusin buat p**ang...", ujar nya dengan sedikit kesal.
“emmhh.. mif.. sidoarjo, udah ancur... kita ini perjalanan mau ke joyoboyo..”, ujar afif.
“lu jangan bilang yang enggak-enggak lu.. gue ke surabaya cuman bentar.. gak mungkin sidoarjo udah ancur..”, sahut miftah ingin memukul afif.
“mif... yang afif bilang bener.. kita semua.. kehilangan.. meninggalkan keluarga kita... kalau pun mereka masih hidup.. kemungkinan kita, atau lu sendiri buat nyelametin, itu susah... kita nyelametin mereka pake apa... tangan doank..?? kita masih selamat sekarang, hargai itu... kalo lu masih bersih keras buat pergi ke sana... gue cuman mau bilang hati-hati... atau.. lu ikut kita, buat nyelametin diri, agar kematian dan kehilangan mereka, gak sia-sia..”, ujar ku.
“emmhh... sorry kalo gue ngerusak acara kalian.. tapi kayak nya, kita harus pergi dari sini.. zombie-zombie ini udah mulai ngumpul gara-gara kalian teriak-teriak..”, ujar ulum.
“lu ikut apa nggak..??!”, ujar ku.
“mif..?”, ujar afif.
“gue.. ikut”, jawab miftah sambil sedikit sedih.
Setelah dia sedikit tenang, walaupun sedih, dia akhir nya ikut dengan kami menuju tempat evakuasi. Perjalanan kami lanjutkan, tak ada satu pun manusia yang terlihat, hanya mayat berjalan yang sedang kebingungan. Sudah sedikit berkurang teriakan dari yang masih hidup. Pemandangan ini, lebih dari mimpi buruk.
Sekitar 30 menit berlalu, akhir nya kami telah sampai di jembatan sungai menuju terminal joyoboyo. Kami tidak percaya atas apa yang kami lihat, badan jembatan telah rusak, di karenakan ledakan dari beberapa mobil yang ada. Karena kendaraan kami tak bisa lewat, kami pun turun, dan berjalan kaki menyusuri jembatan yang penuh dengan bangkai mobil, dan orang. Tak beberapa lama, dari kejauhan, terlihat sebuah mobil yang sedang melayang, seolah di lempar oleh sesuatu. Kami pun berlari untuk menghindari mobil tersebut. Namun apa daya, aku yang berada di bagian belakang, terkena hantaman mobil tersebut dan terpental jatuh ke sungai. Teman-teman meneriaki nama ku, sembari melihat tubuh ku yang hanyut oleh arus sungai yang cukup besar.
“oyy... ngga..!!”, teriak miftah.
“gimana nih... kita turun ke sana buat nyari atau gimana..”, ujar afif.
“arus nya terlalu deras... dan ini masih gelap.. kita mungkin akan sulit buat nyari si angga..”, ujar ulum.
“trus kita tinggalin angga, hanyut di sini..?? temen macam apa lu..”, ujar miftah.
“mif... dia temen gue, temen lu, temen afif... lu pikir gue gak sedih apa... kalo lu mau cari dia, silahkan, gue gak ngelarang.. gue akan tetep ngikutin apa yang udah dia pesenin ke gue..”, ujar ulum.
“untuk selamat...”, tambah afif.
“kita mungkin masih bisa nyari dia nanti nya... lebih baik seperti ini... daripada gue harus terpaksa nge-hancurin kepala temen gue sendiri...”, ujar ulum.
“ulum bener mif... daripada di antara kita ada yang jadi zombie.. karena gue gak mau bunuh temen gue sendiri..”, ujar afif.
“ok... kalo gitu... kita terusin ke joyoboyo... kita cari bantuan, buat nyari tubuh nya angga di sungai..”, ujar miftah.
Terdengar samar-samar teriakan mereka bertiga, lalu menghilang. Aku berpikir, 'apa aku akan selamat..'. Makhluk tadi cukup besar, kemungkinan itu lah penyebab semua kejadian ini. Entahlah, yang jelas aku telah pasrah akan hidup ku di tengah-tengah sungai yang ganas ini. Dan ku berharap, teman-teman ku selamat sampai tempat evakuasi. Aku teringat akan keluarga ku yang masih bertahan, dan adik ku yang sedih saat ku pergi. Semoga ini semua hanya mimpi buruk ku saja. Dan terbangun di hari-hari ku seperti biasa. Saat ini, kami masih mencoba.....
v
v
v
v
v
Berlanjut ke chapter 4...
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Sidoarjo