Red Panda ID

Red Panda ID

Share

13/05/2026

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa wilayah Papua perlu ditanami kelapa sawit untuk menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) berbasis nabati. Pernyataan itu disampaikan saat pengarahan kepada kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara.

Menurut Prabowo, pengembangan sawit di Papua merupakan bagian dari upaya menuju swasembada energi nasional. Ia mengatakan bahwa kelapa sawit dapat diolah menjadi biodiesel, sementara tebu dan singkong bisa digunakan untuk menghasilkan etanol sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM fosil.

“Kita berharap di daerah Papua harus tanam kelapa sawit supaya bisa hasilkan BBM dari kelapa sawit,” ujar Prabowo dalam arahannya. Ia juga menargetkan dalam lima tahun seluruh daerah di Indonesia dapat lebih mandiri dalam sektor pangan dan energi.

Prabowo menilai program tersebut dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM yang nilainya disebut mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Dengan memanfaatkan sumber energi berbasis tanaman seperti sawit, tebu, dan singkong, pemerintah berharap pengeluaran negara untuk subsidi energi dan impor bahan bakar bisa ditekan secara signifikan.

Gagasan tersebut langsung memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak mendukung karena dianggap bisa memperkuat ketahanan energi nasional dan membuka peluang ekonomi baru di Papua. Namun di sisi lain, muncul p**a kritik terkait potensi dampak lingkungan dari perluasan perkebunan sawit, terutama terhadap hutan tropis dan ekosistem alami Papua yang masih luas dan kaya keanekaragaman hayati.

Sebelumnya, Prabowo juga pernah menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia mampu memproduksi bahan bakar sendiri dari kelapa sawit sehingga tidak perlu terlalu bergantung pada impor minyak dari luar negeri.

12/05/2026

Seekor kerbau di Bangladesh mendadak viral di media sosial setelah dijuluki “Donald Trump” karena penampilannya yang dianggap mirip dengan Presiden Amerika Serikat tersebut. Kerbau berwarna terang dengan poni pirang khas itu ramai diperbincangkan menjelang perayaan Idul Adha, menarik perhatian banyak warga di pasar hewan kurban.

Hewan seberat sekitar 700 kilogram tersebut dipelihara di sebuah peternakan di wilayah Narayanganj, Bangladesh, dengan pola makan khusus yang terdiri dari jagung, kedelai, dan dedak, sehingga tumbuh besar dan terlihat sehat. Penampilannya yang unik membuat banyak pengunjung datang hanya untuk melihat langsung atau berfoto.

Pop**aritas kerbau “Donald Trump” ini juga disebut meningkatkan minat calon pembeli hewan kurban di tengah ramainya persiapan Idul Adha, sehingga keberadaannya menjadi salah satu daya tarik tersendiri dan terus menyebar luas di berbagai platform media sosial.

12/05/2026

Di tengah hutan Kalimantan Timur, sosok perempuan muda bernama Dela Mawar menjadi salah satu penjaga harapan bagi satwa liar yang kehilangan rumahnya. Perempuan berusia 20 tahun dari Suku Dayak ini sehari-hari bekerja sebagai keeper di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam, Desa Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Bagi Dela, hutan bukan sekadar tempat hidup, melainkan bagian dari identitas masyarakat Dayak. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan yang dikelilingi hutan tropis dan terbiasa melihat kehidupan satwa liar di Kalimantan. Nilai adat yang diwariskan leluhurnya membuat ia percaya bahwa manusia dan alam harus hidup berdampingan.

Di PPS Long Sam, Dela bertugas merawat bayi-bayi orangutan yang kehilangan induk akibat perburuan maupun kerusakan habitat. Setiap hari ia memberi makan, menggendong, serta mendampingi orangutan belajar kembali hidup di alam liar. Ia juga mengajarkan mereka memanjat pohon dan mengenali lingkungan hutan agar kelak mampu bertahan hidup saat dilepasliarkan.

Dela mengaku sangat tersentuh ketika pertama kali melihat bayi orangutan bernama Lukas yang datang dalam kondisi lemah dan ketakutan. Baginya, pengalaman itu menjadi alasan kuat untuk terus berada di jalur konservasi satwa liar. Ia merasa orangutan-orangutan tersebut seperti anak sendiri yang harus dijaga hingga siap kembali ke habitat aslinya.

Meski bekerja jauh dari perkotaan dengan fasilitas terbatas, Dela tidak pernah mengeluh. Bersama para pekerja konservasi lainnya, sebagian besar berasal dari masyarakat Dayak setempat, ia menjalani tugas berat menjaga satwa yang mengalami trauma akibat konflik dengan manusia. Dedikasi mereka juga mendapat apresiasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur karena dinilai menjadi garda terdepan penyelamatan orangutan di kawasan tersebut.

Kisah Dela Mawar menunjukkan bahwa perempuan adat memiliki peran penting dalam menjaga hutan dan satwa liar Kalimantan. Di tengah ancaman deforestasi dan hilangnya habitat, sosok seperti Dela menjadi simbol harapan bahwa masih ada generasi muda yang memilih menjaga alam dibanding mengeksploitasinya.

Want your business to be the top-listed Media Company in Rembang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Rembang
59219