Damaskus Insight

Damaskus Insight

Share

16/03/2026

Kutipan Albert Einstein, “Jika kamu tidak bisa menjelaskannya dengan sederhana, kamu belum cukup memahaminya,”

Menegaskan bahwa pemahaman sejati tercermin dari kejernihan penjelasan.

Pengetahuan yang hanya rumit di permukaan sering kali menutupi ketidakpahaman yang mendalam.

Sebaliknya, ketika seseorang benar-benar menguasai suatu konsep, ia mampu mereduksinya tanpa kehilangan makna.

Kesederhanaan bukan berarti dangkal.

Justru, menyederhanakan menuntut kemampuan memilah inti dari kerumitan.

Ini membutuhkan proses berpikir yang matang :

√ Memahami detail,
√ Menemukan pola, lalu
√ Merangkumnya menjadi gagasan yang mudah dicerna.

Dalam hal ini, kesederhanaan adalah hasil dari kerja intelektual yang serius.

Melalui kutipan ini, Einstein mengingatkan bahwa tujuan belajar bukanlah memamerkan kerumitan, melainkan mencapai kejelasan.

Pengetahuan yang baik adalah pengetahuan yang dapat dibagikan, dipahami, dan digunakan.

Dengan begitu, pemahaman tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi memberi manfaat yang lebih luas.

Salam Kato

© Literasi Kata

سبحانك لا علم لنا إلا ماعلمتنا إنك انت العليم الحكيم

💾 Doc. Kamis, 22/ 23 Ramadhan 1447 H | 12 Maret 2026 M

💻 Materi : INTEGRASI THIBBUN NABAWI, TCM, MEDIS MODERN & ALL : ASY SYAAFII

🎙️ Pemateri : Abu 'Abdillah Hasan al Hafizh

- Founder Damaskus INSIGHT
- Founder & Pengasuh Pondok Pesantren SAIHAN AL KAUTSAR Tahfizh Medicine

👥 Peserta : 20 Orang Coass (Dokter Muda), Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Lampung

Yang berasal dari :

- Bandung, Jawa Barat
- Curup, Bengkulu
- Bekasi, Jawa Barat
- Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah
- Belitang, Sumatera Selatan
- Lebak, Banten
- Palembang, Sumatera Selatan
- Nabire, Papua Tengah
- Mataram, Lombok - NTB
- Tangerang, Banten
- Garut, Jawa Barat
- Lampung Tengah
- Tangerang Selatan, Banten
- Rangkas Bitung, Banten
- Karawang, Jawa Barat
- Kalianda, Lampung Selatan
- Bandar Lampung
- Lampung Barat : 2
- Sumatera Selatan

اللهم صل و سلم وبارك على محمد و اله و اصحابه و امته اجمعين

سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

🌍🌏🌏🌏🌎🌍🌍

Integrasi Ilmu Thibbun Nabawi - Chinese Medicine - Medis Modern & All

📱Call Center +62 813 6327 9984

19/12/2025

Kyai Ja'fu Haddar

SUAMI JANGAN MEMAKSA ISTRI BERHUBUNGAN, JIKA KEADAAN SEPERTI INI :

Memang benar, diantara kewajiban istri adalah harus siap siaga ketika suami hasrat, tapi suami harus tau diri kalau mulut bau rokok, badan kumal jangan memaksa istri untuk melayani syahwatnya karena hal tersebut mengganggu selera istri 😊.

Kadang terjadi seorang suami menuntut hubungan badan sementara dirinya dalam keadaan kotor, bau badan, bau rokok, atau belum membersihkan diri setelah bekerja.

Lalu muncul anggapan bahwa istri yang menolak, dianggap nusyuz (membangkang).

Masalah ini telah dijawab secara tegas oleh para ulama mu‘tabar.

Al-‘Allamah Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullah pernah ditanya tentang kasus seperti.

Dalam kitab At-Thiib fil Islam dinukilkan :

“Al-Allamah Ibnu Hajar Al-Haitami ditanya tentang seorang istri yang menolak memberikan hak suaminya, karena keadaan suami yang kusut dan banyak kotoran pada tubuhnya ;

Apakah ia dihukumi nusyuz atau tidak?

Maka beliau menjawab : istri tidak dihukumi nusyuz karena hal tersebut.

Demikian p**a setiap hal yang secara tabiat memaksa seorang perempuan untuk menolaknya.

Hal ini diambil dari keterangan dalam kitab al-Bayan karya al-Imrani,

Bahwa setiap sesuatu yang menimbulkan gangguan dan rasa tidak nyaman bagi manusia,

Maka wajib bagi suami untuk menghilangkannya.”

Maka dapat disimpulkan bahwa :

• Istri tidak dihukumi nusyuz (membangkang) bila menolak berhubungan karena suami kumal, kotor, atau berbau yang tidak wajar.

• Setiap hal yang menimbulkan gangguan dan tidak wajar ditoleransi, wajib dihilangkan oleh suami.

• Ukuran “mengganggu” dikembalikan kepada kebiasaan umum.

Ini selaras dengan firman Allah ﷻ:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut.” (QS An-Nisa: 19)

Dalam kenyataannya kadang terjadi keretakan rumah tangga, bahkan perceraian terjadi karena pasangan tidak menjaga kebersihan, dan terlalu memaksakan hak.

Maka hendaknya

• Suami : Memperhatikan kebersihan diri, bau badan, dan kondisi fisik sebelum menuntut hak.

• Istri : dianjurkan mengingatkan dengan lembut dan hikmah, bukan dengan penghinaan.

Inilah keseimbangan antara hak, kewajiban, dan adab, sebagaimana dikehendaki syariat.

🌍🌏🌏🌏🌎🌍🌍

Integrasi Ilmu Thibbun Nabawi - Chinese Medicine - Medis Modern & All

📱Call Center +62 813 6327 9984

Want your business to be the top-listed Media Company in Pringsewu?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Pringsewu
35373

Opening Hours

Monday 09:00 - 21:00
Tuesday 09:00 - 21:00
Wednesday 09:00 - 21:00
Thursday 09:00 - 21:00
Friday 09:00 - 21:00