Ahlussunah Lembang
Dosa Besar Yang Di GampangKan?? | Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi
•Diantara Musibah Yang Tersebar Ditengah Manusia | Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi hafidzahullah
04/09/2020
Bismillah...
*🚫KIRANYA DI PERHATIKAN*
_*Nasihat Asatizah:*_
Peringatan buat Teman² Ahlus Sunnah yang Gemar Desain Poster Dakwah
Belakangan ini, teman² desainer poster dakwah berisi ilmu dan nasihat, mulai banyak bermunculan, alhamdulillah. Hal itu patut disyukuri.
Tentunya dari hasil² desain tersebut, tidak lepas dr kekeliruan.
Karena itu, ada hal² yang perlu kita perhatikan dalam mendesain poster dakwah agar sesuai yang diharapkan :
1/ Hindari penggunaan gambar makhluk hidup, sekalipun wajah sudah di-blur. Kami melihat sebagian kawan² mulai bergampangan dalam memasukkan gambar manusia atau hewan dalam desainnya, dengan alasan wajah sdh di-blur. Ini langkah pertama bg setan dalam menggampangkan gambar makhluk bernyawa yg terlarang dlm Islam.
2/ Jika memasukkan ayat dalam desain, jangan cuma terjemahannya, lalu ditulis di belakangnya Qur'an Suroh ini dan itu misalnya. Karena, terjemahan ayat, bukanlah ayat! Jadi, lafazh ayatnya hrs disertakan, jangan cuma terjemahannya.
3/ Jika mendatangkan hadits, maka sebutkan juga siapa mukhorrij-nya dan kitabnya, misalnya hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya. Kalau perlu, sebutkan nomor haditsnya.
Ada kekeliruan yang sering kami temukan dari para desainer poster, mereka menyebutkan haditsnya, tanpa menyebutkan mukhorrij-nya (ulama hadits yang meriwayatkan hadits dalam kitab), seperti : Al-Bukhoriy, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidziy, An-Nasa’iy, Ibnu Majah, dan lain-lainnya.
Para desainer ini malah menyebutkan kitab-kitab ulama belakangan yang men-takhrij hadits itu.
Contoh yang keliru begini :
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak akan beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [Shohih At-Targhib (no. 1780)]
Yang benar, kita tulis begini :
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak akan beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR. Al-Bukhoriy dan Muslim]
4/ Hendaknya mencantumkan sumber rujukan bagi nukilan yang kita nukil, jangan asal nukil, tanpa menyebutkan sumbernya.
Penyebutan sumber rujukan harus menjadi ciri khas Ahlus Sunnah dalam menyebutkan ucapan para ulama dari kalangan sahabat atau yang lainnya.
Penyebutan sumber rujukan amat penting agar tidak setiap orang bebas menyandarkan suatu ucapan kpd para ulama. Anggaplah ucapan itu benar, maka terkadang suatu ucapan memang pengucapnya adalah ulama fulan, namun dalam penerjemahannya salah! Apalagi jika ucapan itu mengandung kekeliruan, lalu kita menyandarkan kekeliruan tsb kpd ulama. Ini adalah jarimah (kejahatan) atas ulama.
*✍️ Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. _hafizhahullah_*
15/08/2020
📌 *DUA NIKMAT YANG MENIPU* (Hadist 95)
عن سالم ,ابن عباس رضي الله عنهماقال: قال نبي صلى الله عليه وسلم قال : نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة و االفراغ
Dari Ibnu Abbas radiallahu 'anhuma ia berkata, Nabi sallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu padanya adalah nikmat sehat dan waktu luang."
(Hadist Riwayat Bukhori)
🎙Yuk Hafal Hadist..!
💡Seri Kitab 100 Hadis Populer Untuk Hafalan
_________________________________
📡Yuk Bergabung Bersama Kami ⤵⤵
Link Group WhatsApp, FB, IG Dan Channel Youtube Assunnah Lembang :
💻 Youtube
https://bit.ly/2XwWukq
📷Instagram |
https://bit.ly/2ZC2pre
📱Facebook |
https://bit.ly/3c03ag9
🚹Group WA |
https://bit.ly/3cXy3T8 (Ikhwah/Pria )
https://bit.ly/2zsmXaP (Akhwat/Wanita)
🖌Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,
"Barangsiapa yang menyukai amalannya tidak terputus setelah ia meninggal, maka hendaknya ia menyebarkan ilmu."
📚 [ At-Tadzkirah/55 ]
_________________________________
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Pinrang