Andrian Learning Centre

Andrian Learning Centre

Share

16/05/2021

Success Factor

Billionaire Store – Kiblatnya Pengusaha Indonesia 04/01/2021

Hidup vs Ojek Online?

Ini tulisan keren dari kang Eka Prayoga

BELAJAR DARI GO-JEK

Hare gene rasanya belum lengkap kalau belum nginstall aplikasi Go-Jek di HP kita. Bener gak?

By the way, Saya bukan marketingnya Gojek lho ya. Moga-moga CEO nya (Mas Nadiem Makarim) baca. Invoice nyusul ya mas. Hahaha πŸ˜…

Begini...

Sadar gak, kalau Anda pernah pake aplikasi Go-Jek, Go-Ride misalnya, maka Anda akan masuk ke dalam menu dimana Anda harus menentukan tujuan destinasi dan lokasi Anda saat ini ada dimana. Lalu, akan keluar peta atau jalur perjalanannya, waktu tempuhnya, dan total berapa biaya yang harus Anda keluarkan (bayar) untuk mencapai kesana.

Sesimpel itu mekanismenya, tapi yang gitu doang itu membuat aplikasi ini memberikan solusi luar biasa khususnya bagi mereka yang mager (males gerak) dan males nyetir sendiri kalau mau kemana-mana (kaya Saya 😁).

Sekarang, coba Anda perhatikan baik-baik...

Dari kasus Go-Jek di atas, mari kita ambil pelajaran untuk diterapkan di kehidupan.

Apa saja itu?

Pertama, DESTINASI TUJUAN, "MAU KEMANA?".

Ya, mau kemana?

Ini mirip kalau kita hidup, lo mau kemana sih? Lo mau jadi apa sih? Lo mau ngapain sih? Lo targetnya apa sih? dst.

Menentukan destinasi (tujuan) menjadi sangat penting dalam hidup. Gojek paham itu.

Kalau misalkan pas pesen Gojek kita gak isi kolom destinasinya, ya gak akan bisa jalan. GJ Itu namanya. Iseng banget.

Ini 11-12 sama taksi. Kalau kita cegat taksi samping jalan, terus supirnya nanya, "Maaf pak, kita mau kemana?, terus kitanya jawab, "Terserahlah pak, gimana bapak aja.", ya mana mungkin taksi itu mau jalan. Kalaupun jalan, cuma buang-buang duit doang, nyampe tujuan sih kagak, wong gak ada tujuan.

Makanya, tentukan destinasi (tujuan) hidup Anda sekarang. Termasuk destinasi tahunan, bulanan, mingguan, harian. Goalnya apa?

Gimana, udah dibuat, kan?

Good job... πŸ‘πŸ»

Kedua, POSISI SEKARANG, "ADA DIMANA?".

Terus, posisi saat ini kamu ada dimana?

Setelah menetapkan destinasi, tugas kita berikutnya adalah mencari tahu posisi saat ini ada dimana. Gojek begitu. Jelas. Hidup pun begitu. Mesti jelas. Harus jelas.

Katakanlah tadi Anda menargetkan pengen punya income 100 miliar per tahun. Pertanyaan selanjutnya, terus sekarang kamu punya income berapa per tahun? 10M? 1M? 100jt? Atau masih 10jt? Ayo tentukan.

Gak tahu kenapa, Saya sih yakin banget ya, Anda yang lagi baca status ini -iya Anda-, gak hafal persis dan gak ngitung plek secara detail berapa income tahunannya. Bener gak? Hayo ngaku aja udah.. Halah, kelihatan kok. Bener, kan? Hahaha

Kalau beneran gak tahu titik nolnya, alias posisi saat ininya, ya buruan cepet cari tahu. Hitung d**g... Januari, Februari, Maret, April, sampai Desember, per bulannya dapat berapa.

"wah gak hafal kang. Lupa euy...."

Euuuh pantes aja capai targetnya gagal mulu. PLAAAAK!!! πŸ‘Š

Ketiga, PETA PERJALANAN, "MAU JALAN MANA?".

Kalau mesen Gojek, biasanya emang langsung dikasih tahu peta perjalanannya gimana dan kaya apa, tapi mari kita berada di posisi tukang mamang Gojek yang gak hafal jalan, kira-kira apa yang akan kita lakukan?

Yes! Buka Google Map...

(Cieeee, pengalaman ngojek pas jualan ceker. Cieee.. hahaha)

Gokilnya nih, kita pun bisa nentuin arahnya mau jalan mana? Mau jalan lancar atau macet? Mau jalan lama atau cepet? Mau belok kiri atau kanan? dst.

Nah hidup pun gitu. Fleksibel aja. Yang mesti ngotot itu targetnya. Destinasinya, bukan peta (cara) nya.

Ngelanjutin kasus barusan ya. Target 100 miliar per tahun. Katakanlah posisi saat ini baru 10 miliar per tahun. Pertanyannya, kumaha caranya meh capai angka sakitu? 100M.... Embo piye carene. Mikir lah!

Maka keluarlah peta perjalanannya...

"Oh klo mau income 100M setahun, berarti harus punya 10 bisnis yang masing-masing punya omset 36 miliar per tahun. Jadi kalau ditotal bisa dapet omset 360 miliar per tahun. Katakanlah margin 30%, income buat kita bisa nyampe 108M per tahun. Tembus tuh...."

Atau peta perjalannya gak mau gitu, ceritanya Anda pengen fokus jalanin satu bisnis, gak mau banyak-banyak. Yowes, sakarepmu. Berarti gini...

"Supaya tembus income 100M setahun, gw nyarinya bisnis yang marginnya tinggi aja deh. Misal main produk digital, marginnya kan bisa nyampe 80% tuh, wong costnya cuma iklan doang dan tambahan bonus-bonus. Berarti omset gw cukup tembusin angka 125M aja, gak usah 360M, kan marginnya 80%, jadi income bisa dapat 100M. Yeah!"

Ya kurang lebih begitulah hitung-hitungannya. Itu peta perjalanannya. Anda buat sendiri. Pertanyaannya, sekarang udah dibuat beluuuum? Hayo...

Keempat, WAKTU TEMPUH YANG HARUS DIHABISKAN.

Nah setelah keluar peta perjalanan dan jarak tempuhnya, entar bakal kelihatan waktu tempuhnya berapa lama.

Kadang apa yang tertera di aplikasi Gojek gak sesuai dengan kenyataan aselinya.

Di aplikasi tertera cuma 10 menit, eh nyatanya bisa 15-20 menit, tergantung kondisi dan keramaian jalan. Maka tugas kita adalah memilih jalan yang sekiranya cepat dan longgar. Atau kalau gak gitu, Anda mesti tahu jalan-jalan pintas agar bisa sampai lebih cepat. Jadi tinggal bilang ke mamang Gojeknya, "Mang, jalan sini aja mang...". 😁

Itulah pentingnya maklumat sabiqoh (pengetahuan sebelumnya) tentang jalan yang akan dilalui. Karena hal ini akan berpengaruh pada waktu tempuh yang akan dihabiskan.

Begitupun dalam hidup. Kita mesti punya ilmu, karena dengan adanya ilmu akan mempercepat waktu tempuh kita mencapai target yang kita buat.

Kaya dulu pas saya bingung jualan properti, bingungnya minta ampun, gak kebayang, soalnya kan harganya 400-500 juta an, gak kaya jual buku-buku http://billionairestore.co.id, atau jual gamis shalihahijab.com, atau jual erlcosmetic.com yang harganya cuma 400-500 ribu. Murah! Lha ini, properti kan harga produknya 100x lipat.... Stress!

Alhamdulillahnya, saya ngulik kanan-kiri, depan-belakang, ngaler-ngidul untuk bisa nemuin formula terbaik jualan properti. Hasilnya, 200+ unit bisa terjual dalam 1 hari. Alhamdulillah...

Dan sekarang formulanya itu udah dibocorin di onlinemarketingproperty.com. Moga aja hanya orang-orang tertentu yang tahu dan ikut coursenya, rahasia soalnya. Hehe

Kelima, BIAYA YANG HARUS DIBAYAR.

Terakhir pas buka aplikasi Gojek, tentu bakal muncul berapa biaya yang harus kita bayar.

Hikmahnya, kita mesti bayar. Gak bisa gratis. Gak mungkin d**g Anda bilang ke mamang gojeknya, "Mang GRATIS atuhlah mang...". Si mamangnya bilang, "Gundulmu neng!". Hahaha 🀣

Dalam kehidupan pun gitu. Itulah yang dinamakan investasi leher ke atas.

Kalau targetmu besar, ya siap-siap investasi leher ke atasmu juga besar.

Ini mirip kaya pas kita mau ke Surabaya dari Jakarta. Kalau mau cepet, ya naik pesawat, 1 jam nyampe, tapi bayar tiketnya lebih mahal.

"Ah gak mampu bayar...".

Yaudah, naik kereta aja, biayanya bisa lebih murah dari pesawat, gak akan kena macet, tapi waktu tempuh 14-15 jam.

"Ah gak ada juga kang..."

Yaudah, naik bis aja, lebih murah lagi, tapi waktu tempuh lebih lama, karena bisa jadi di jalan ada macet atau sejenisnya.

"Ah gak ada juga kang uangnya..."

Yaudah, mati aja sana! Kamu mah banyak alesan ih jadi orang teh. Mental miskin pisan. Udah jalan kaki aja kaya gembel... πŸ˜’

Pesannya, Anda mesti siap berinvestasi leher ke atas untuk mempercepat tercapainya goal-goal Anda tersebut.

Saya pribadi bulan ini memutuskan ikut mastermindnya ko Denny Santoso di Bali seharga $5000. Mahal? Sekilas terlihat demikian, tapi saya sadar bahwa ini bagian dari upaya mempercepat tercapainya goal-goal saya di tahun 2018.

Pertanyaannya, berapa budget yang Anda siapkan untuk investasi leher ke atas setiap tahunnya? Ayo sisihkan. Toh untuk kebaikan Anda.

Ibarat perjalanan Bandung-Bogor. Kalau mau cepet, ya lewat tol, tapi BAYAR! Kalau mau lama, sok aja lewat puncak, gratis, tapi lebih lama, apalagi weekend, ada sistem buka-tutup. Ngono... Mana pilihanmu?

Udah ah. Capek ngetiknya. Mau lanjut ngojek lagi nih... Hahaha

Sebelum berangkat ngojek, sambil Anda share status ini, boleh tahu, berapa sih biaya/investasi leher ke atas yang Anda budgetkan setiap bulannya? Kepo d**g...

Billionaire Store – Kiblatnya Pengusaha Indonesia

18/12/2020

KITA dan FILOSOFI SEMUT

Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk-makhluk-Nya itu tidak sia-sia baik makhluk yang besar maupun makhluk yang kecil, tentu memiliki manfaat yang dapat digali. Bagi orang-orang yang berfikir, makhluk sekecil apapun mempunyai makna atas penciptaannya. Dan bagi orang-orang yang beriman, tentu sebagai bukti agar kita selalu bersyukur bahwasanya ada makna atas penciptaan makhluk-makhluk-Nya. Semut adalah makhluk kecil yang Allah ciptakan, tentu tidak sia-sia atas penciptaannya.

Ternyata ada filosofi yang terkandung dari cara hidup semut ini. Meskipun ada sisi buruknya, semutpun memiliki sisi baik yang bisa manusia pelajari dari gaya hidupnya.

Filosofi Semut:

1. Semut tidak pernah menyerah. Bila Anda menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah mereka, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Tidak sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuannya.

2. Semut jika berjalan dan bertemu dengan temannya ia pasti akan bersalaman. Kalau kita ingin sukses maka kita harus selalu membangun kerjasama dengan sesama, kita harus menjalin silaturahim dengan sesama. Hal ini perlu kita contoh karena kita pasti membutuhkan bantuan dari orang lain, kerjasama dengan orang lain harus selalu kita bina, network is a number one of marketing.

3. Semut jarang sekali diam. Ia selalu saja bergerak untuk mencari bahan makanan guna kelangsungan hidupnya. Keuletan dan kerja keras akan membawa kebahagiaan dan keuntungan bagi kita.

4. Semut tidak pernah memikul beban sendiri, jika ia tidak kuat memikul beban sendiri ia akan mengajak temannya, ia selalu jalin kerjasama dengan temannya. Itu sudah pasti diperlukan oleh sesama umat manusia, manusia tidak akan bisa hidup sendiri tanpa membutuhkan manusia lain.

5. Semut ternyata memberikan manfaat bagi sesamanya. Ini terlihat ketika ia menemukan bahan makanan, akan ia bawa p**ang dan bagi-bagikan kepada teman-temannya. Tidak pernah ia habiskan sendiri makanan yang ia temukan di tempat ia menemukan bahan makanannya itu. Filosofi saling berbagi kepada sesama ini baik untuk diterapkan manusia agar tidak ada kecemburuan sosial, tidak akan ada istilah kaya dan miskin, maka semua kaya semua miskin.

6. Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin. Ini adalah cara pandang yang penting. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di musim panas. Sehingga semut sudah mempersiapkan kebutuhan yang dibutuhkan untuk masa akan datang. Tentu dari sini manusia harus belajar menabung, karena manusia akan memerlukan kebutuhan terdesak di masa akan datang.

7. Seberapa banyak semut akan mengumpulkan makanan mereka di musim panas untuk persiapan musim dingin mereka? Semampu mereka! Filosofi yang luar biasa, filosofi β€œsemampu mereka”. Tentu agar tidak mengada-ada, kita bekerja atas apa yang mampu kita kerjakan, karena kemampuan makhluk-makhluk Allah pun memiliki kemampuan terbatas.

Dari perumpamaan tersebut ada orang yang mendapat petunjuk dari Allah SWT dan ada p**a yang tidak mendapat petunjuk dari Allah SWT. Semoga kita semua senantiasa mendapat petunjuk dari Allah SWT.

Sumber: berbagai

29/11/2020

BELAJAR DARI BURUNG ELANG

Satu satunya burung yang berani hinggap, duduk dan mematuk, memggigit burung elang ketika terbang rendah adalah burung gagak.

Namun berung elang tidak pernah menggubris dan menanggapinya, apalagi membalas dan berkelahi dengan burung gagak. Elang terus terbang, dan tidak mau membuang waktu atau energi pada Gagak yang hinggap diatasnya!

Elang hanya membuka sayapnya semakin lebar dan mulai terbang tinggi dan tinggi lagi hingga ke langit dengan kecepatan penuh.

Itulah penerbangan yang dilakukan Elang, maka semakin tinggi semakin sulit bagi Gagak untuk bernafas dan akibatnya Gagak akan jatuh karena kekurangan oksigen.

Begitulah alam mengajarkan kita, berhentilah membuang waktu untuk selalu menanggapi mereka yang selalu mencibir, menista, bahkan memfitnah serta mengganggu kita ...

Tapi cukuplah dengan terus fokus untuk mengembangkan diri dan menaikkan kapasitas diri hingga kita menjadi pribadi yang sukses dan menjadi pemenang dalam kehidupan ini.

ltulah sikap mulia dan luhur yang dimiliki pribadi paripurna dan harus kita memiliki, ketinggian akhlak dan akal budi pekertilah yang membawa kita menuju puncak kesuksesan.

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Palembang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Jalan Merdeka Lk I
Palembang
30128