LABOR PATOLOGI ANATOMI

LABOR PATOLOGI ANATOMI

Share

11/08/2025
10/10/2020

𝗩𝗲𝘀𝗶𝗰𝘂𝗹𝗼𝗯𝘂𝗹𝗹𝗼𝘂𝘀 𝗟𝗲𝘀𝗶𝗼𝗻𝘀 - 𝗦𝘂𝗯𝗲𝗽𝗶𝗱𝗲𝗿𝗺𝗮𝗹 𝗖𝗹𝗲𝗳𝘁:

Identifikasi ciri-ciri dasar lesi vesikulo-bulosa subepidermal. Lesi penting dapat diklasifikasikan berdasarkan 𝙗𝙖𝙨𝙖𝙡 𝙘𝙚𝙡𝙡 𝙙𝙖𝙢𝙖𝙜𝙚 (epidermolisis bulosa simpleks, eritema multiforme bulosa), 𝙘𝙡𝙚𝙛𝙩 𝙖𝙩 𝙡𝙖𝙢𝙞𝙣𝙖 𝙡𝙪𝙘𝙞𝙙𝙖 (pemfigoid bulosa, dermatitis herpetiformis, dermatosis IgA linier, herpes gestationis), 𝙘𝙡𝙚𝙛𝙩 𝙖𝙩 𝙨𝙪𝙗𝙡𝙖𝙢𝙞𝙣𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙨𝙖 (epidermolisis bulosa akuisisi, SLE bulosa , porfiria kutanea tarda) & 𝙙𝙚𝙧𝙢𝙖𝙡 𝙘𝙡𝙚𝙛𝙩𝙞𝙣𝙜 (amiloidosis bulosa). Harapan, warga akan menganggap ini bermanfaat!

• 𝗕𝘂𝗹𝗹𝗼𝘂𝘀 𝗽𝗲𝗺𝗽𝗵𝗶𝗴𝗼𝗶𝗱: DIF menunjukkan deposisi IgG & C3 linier di persimpangan D-E, sedangkan IF kulit yang terbelah garam menunjukkan antibodi pada 𝙧𝙤𝙤𝙛 rongga blister (vs IgG pada 𝙛𝙡𝙤𝙤𝙧 lepuh di epidermolisis bullosa akuisisi, EBA)
• 𝗘𝗽𝗶𝗱𝗲𝗿𝗺𝗼𝗹𝘆𝘀𝗶𝘀 𝗯𝘂𝗹𝗹𝗼𝘀𝗮 𝗮𝗰𝗾𝘂𝗶𝘀𝗶𝘁𝗮 (𝗘𝗕𝗔) adalah kondisi yang diperoleh dengan 2 jenis. EBA tipe pemfigoid bulosa adalah tipe inflamasi & paling umum, sedangkan tipe kedua yaitu, bentuk klasik EBA adalah non-inflamasi.
• 𝗗𝗲𝗿𝗺𝗮𝘁𝗶𝘁𝗶𝘀 𝗵𝗲𝗿𝗽𝗲𝘁𝗶𝗳𝗼𝗿𝗺𝗶𝘀: DIF menunjukkan deposit IgA granular pada papila dermal pada kulit lesional & normal.
• 𝗛𝗲𝗿𝗽𝗲𝘀 𝗴𝗲𝘀𝘁𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻𝗶𝘀 berkembang selama trimester 2 & 3 kehamilan. Dalam beberapa kasus, bayi dapat lahir dengan lesi vesikulobulosa derajat ringan karena transmisi antibodi transplasenta. Steroid topikal selama kehamilan mungkin memiliki efek buruk pada janin karena absorpsi sistemik.

Want your organization to be the top-listed Government Service in Padang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Jalan Perintis Kemerdekaan
Padang
25171