Muhammad jamil

Muhammad jamil

Share

17/08/2025

17 agustus 2025

Ketika mengunjungi Makkah atau melaksanakan ibadah haji dan umrah, Jabal Nur adalah tempat yang familiar bagi kaum Muslimin. Tempat ini menjadi saksi atas munajat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jabal Nur memiliki ketinggian sekitar 624 meter di atas permukaan laut dengan batuan yang terjal melapisi permukaannya, dan kemiringannya mencapai sekitar 60 derajat. Puncak Jabal Nur setinggi sekitar 200 meter dengan bentuk puncak yang tajam, dan diperlukan sekitar setengah jam untuk mendekatinya.[3]
Dari puncak Jabal Nur, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah kota Makkah dari ketinggian, termasuk Masjidil Haram yang terlihat jelas tanpa ada gangguan dari gedung-gedung tinggi. Untuk mengunjungi Jabal Nur, perjalanan harus dilakukan ke arah utara dari kota Makkah, dengan jarak sekitar 5 km dari Masjidil Haram.[3]
Nama Jabal Nur berasal dari arti "gunung yang bercahaya". Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sering mengunjungi Jabal Nur, terutama di dalam Gua Hira, tempat beliau menyendiri dan merenungkan dari keramaian kota Makkah. Gua Hira adalah tempat di mana malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, menyampaikan wahyu pertama dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setelah wahyu pertama turun, melalui serangkaian peristiwa panjang, Muhammad diangkat sebagai nabi dan rasul hingga Isra dan Mi’raj.[4]
Wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Gua Hira menjadi titik awal cahaya Islam yang terus bersinar hingga saat ini. Beliau, dengan wahyu-Nya, mampu mengatasi kegelapan dan kesesatan yang melanda bumi pada masa itu dan bahkan hingga akhir zaman. Pemilihan nama Jabal Nur atau Gunung Cahaya untuk tempat yang biasa digunakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk merenung dan menerima wahyu tersebut tidaklah mengherankan mengingat peran vital Gua Hira dalam sejarah Islam.[4]
Alasan Rasulullah memilih berkhalwat di Gua Hira, Jabal Nur, dapat dipahami dari kecenderungannya sejak kecil untuk menyendiri. Beliau tidak s**a bergaul ramai-ramai dan hal ini berlanjut hingga dewasa. Saat mencapai usia 40 tahun, keinginan Rasulullah untuk menjauh dari keramaian semakin kuat, dan Gua Hira di Jabal Nur menjadi tempat ideal untuk berkhalwat.[3]
Akses ke Gua Hira memerlukan perjalanan mendaki gunung selama sekitar satu jam. Gua tersebut mampu menampung empat hingga lima orang, memiliki kondisi gelap karena sedikit cahaya matahari yang dapat masuk. Dengan tinggi yang sebatas berdiri, jika tidak ada bangunan tinggi di Masjidil Haram, pengunjung dapat melihat Ka’bah dari mulut gua bagian belakang.[3]

12/08/2025

Taif hujan. Berkah

11/08/2025
Photos from Muhammad jamil's post 06/08/2025
Want your school to be the top-listed School/college in Padang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Padang
26566

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00