BUSER TV

BUSER TV

Share

07/10/2022

Sebanyak 3 orang pelaku ditangkap oleh pihak Polres Kuansing terkait kasus pembunuhan ibu dan anak yang terjadi di Kuansing pada 27 September 2022 lalu.

Kapolres Kuansing AKBP Rendra melalui Kasatreskrim Polres Kuansing AKP Linter Sihalo menjelaskan kronologis penangkapan terhadap tiga orang pelaku tersebut.

Dimana tiga orang pelaku tersebut berinisial RS, Af, dan satu orang perempuan NS.

Setelah diamankan anggota, terduga pelaku langsung dilakukan interogasi dan ia langsung mengakui semua perbuatan dan telah mengambil beberapa barang milik korban.

Dari keterangan pelaku RS bahwa barang bukti berupa 3 unit handphone dan gelang milik korban berada di rumah pelaku NS (tante) yang berada di Desa Sako, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi.

Petugas kemudian mendatangi TKP di rumah pelaku Nilam dan didapati bahwa handphone yang diberikan oleh pelaku RS dan suaminya pelaku Af sudah tidak ada lagi.

"Dari keterangan pelaku Af bahwa 3 unit handphone tersebut sudah dibakar dan dibuang ke sungai yang berada di Sungai Kuantan Putus, Desa Koto Sentajo, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Serta gelang menurut keterangan pelaku RS sudah dikubur di depan rumah pelaku NS, namun setelah dicari, gelang tersebut tidak ditemukan," paparnya.

Lanjutnya, dari keterangan pelaku RS bahwa ada 1 unit handphone merk Samsung Galaxi M23 yang diserahkan oleh kepada saudara Panza. Petugas lalu mendatangi kediaman Panza dan saat ditemukan dan dilakukan interogasi, Panza menyebut handphone itu sudah dibuang.

Selanjutnya terhadap sepeda motor honda Beat milik korban yang berdasarkan keterangan dari pelaku di buang di Sungai Kuantan tepatnya dari atas Jembatan Benai. Dengan dibantu masyarakat, petugas berhasil menemukan sepeda motor milik korban.

"Dari pengungkapan kasus tersebut, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka kini telah diamankan di Mapolres Kuansing untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya," tutupnya.

Pelaku RS ini sempat pamer harta ke sosial media, namun belum diketahui harta berupa uang tunai itu diperoleh dari mana. Namun kuat dugaan bahwa uang tunai yang dipamerkan pelaku RS ke sosial media berupa uang hasil curiannya.

05/10/2022

Kekesalan MN (41) atas bully-an tetangga mendorongnya berbuat nekat. Warga Indragiri Hulu, Riau, ini merakit dan meledakkan bom di tepi jalan, sehingga dia ditangkap polisi.

Bom yang dirakit MN meledak di pinggir jalan dekat rumah kontrakannya di Desa Klesa Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Senin (3/10) subuh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan, pelaku ditangkap dan ditahan akibat ulahnya. Dari pemeriksaan, aksi pelaku nekat merakit bom karena di-bully oleh masyarakat setempat.

"Tersangka MN mengaku sering di-bully orang lain yang mengatakan lusuh, gila. Lalu pelaku kesal dan termotivasi cara merakit bom. Maksudnya agar pelaku tidak di-bully lagi," kata Sunarto didampingi Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Asep Darmawan, Rabu (5/10).

Sunarto menjelaskan, pelaku membeli bahan peledak melalui situs online Tokopedia pada Mei 2022. Lima hari berikutnya pesanan datang diantar kurir dan disimpan di kamarnya.

Bulan September 2022 pelaku mencoba merakit bom dengan mencampur semua bahan peledak ke dalam ember. Lalu bahan itu dimasukkan ke dalam botol bekas. Kemudian campuran tadi dibakar.

"Setelah itu, bahan peledak yang dirakit pelaku meledak. Memang menimbulkan ledakan walaupun tidak kuat. Selanjutnya pelaku kembali merakit dan mencampurkan bahan peledak dan menambahkan alat lagi kabel listrik dan aki serta mesin timer," jelas Sunarto.

Kemudian pada Senin (3/10) kemarin pelaku kembali merakit dan mencampurkan bahan peledak. Kemudian meletakkan di pinggir jalan.

"Pelaku ini sudah men-setting timer ledakan untuk waktu 30 menit. Setelah itu pelaku meninggalkan bahan peledak itu. Pelaku ini juga tidak mengetahui bahan peledak itu meledak atau tidak. Namun akhirnya meledak lebih kuat dari sebelumnya," jelas Sunarto.

28/09/2022

Seorang ibu dan anak ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya di Desa Pasar Baru, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Selasa (27/9/2022) malam. Diduga keduanya jadi korban perampokan, dan sejumlah barang berharga hilang.

Korban diketahui bernama Asnawati (60) dan putrinya Suryani (24). "Keduanya ditemukan tidak bernyawa oleh warga, malam tadi sekitar pukul 19.00 WIB di dalam rumah korban," ujar Kapolres Kuansing, AKBP Rendra Oktha, Rabu (28/9/2022).

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung menghubungi polisi. Tidak lama berselang, polisi datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kedua korban berada di atas tempat tidur.

Asna ditemukan dengan posisi telungkup dan tangan kirinya berada di atas perut Suryani. Sementara kepala Suryani tertutup bantal, berdarah.

Tidak jauh dari tubuh korban, ditemukan sebuah kapak dengan gagang kayu. "Iya ada (ditemukan kapak, red) di dekat korban,' kata Rendra.

Rendra menjelaskan, ibu dan anak tersebut memang tinggal berdua karena suami korban sedang menunaikan ibadah umrah. "Korban (Asna) juga itu baru pulang, suaminya karena sakit jadi tunda pulang," ungkap Rendra.

Sejumlah barang berharga milik korban yang hilang berupa dua buah handphone, sepeda motor hingga perhiasan korban. Meski dugaan kuat korban dirampok tapi polisi tetap menyelidiki kemungkinan lain modus pembunuhan itu.

Diketahui Pacar Korban

Dugaan pembunuhan ini baru diketahui sekitar pukul 19.00 WIB setelah pacar korban datang ke rumah tersebut. Sang pacar datang karena sejak Senin (26/9/2022) handphone korban tidak aktif.

"Kemudian pacarnya ini mendatangi rumah korban dengan tujuan menanyakan penyebab handphone korban tidak aktif. Sewaktu sampai di rumah korban, ia menemukan keadaan rumah dalam keadaan mati lampu, pintu rumah sudah terbuka," kata Rendra, Rabu (28/9/2022).

Karena ketakutan apabila masuk nanti akan menjadi masalah, kemudian ia melaporkan hal tersebut ke keluarga korban di Desa Sungai Langsat yang bernama Santi.

22/09/2022

Dalam kurun waktu 4 hari, Polda Riau dan jajaran berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 203 kilogram dan 404.491 ribu butir pil ekstasi.

Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal menjelaskan, barang haram tersebut diamankan dari 3 kasus yang berbeda-beda sejak 11 September hingga 14 September 2022.

"TKP pertama yaitu di Taman Karya Pekanbaru, kita melaksanakan upaya paksa tentunya dilakukan proses penyelidikan under cover buy, control delivery. Tim Ditresnarkoba Polda Riau berhasil mengungkap 100 ribu butil pil ekstasi dan 100 kg sabu dengan 10 tersangka, itu pada Ahad 11 September 2022," kata Iqbal, Senin (19/9/2022).

Lanjutnya, untuk di TKP kedua pada Senin 12 September 2022 yaitu di Hotel Holywood Pekanbaru dan Perumahan Griya Cipta Pekanbaru dengan diamankan 11 kg sabu dengan 4 tersangka.

"Menyusul hari Rabu pada 14 September 2022 dengan TKP ketiga yaitu di Bandar Laksamana Bengkalis yang mana, Tim Satresnarkoba Polres Dumai mengamankan 92 kg sabu dan 304 ribu butir pil esktasi dengan 2 tersangka," cakapnya.

Dengan pengungkapan tersebut, Polda Riau berhasil mengamankan 16 tersangka dengan barang bukti sabu sebanyak 203 kg dan 404.491 ribu butir pil ekstasi.

"Ini menunjukkan bahwa kita perang terus terhadap pengedar narkoba, masih banyak di penjuru Riau dengan pintu masuknya, ini menunjukkan bahwa Tim Polda Riau terus melakukan kinerja yang sangat luar bisa, semenjak saya disini sudah lebih dari 500 kg sabu kita amankan," ungkapnya.

"Jangan main-main kepada seluruh pengedar ini dan terhadap tersangka yang sudah diamankan, kita akan proses tegas dan terukur proses hukumnya. Tidak ada toleransi," sambungnya.

Iqbal juga mengungkapkan, Forkopimda Provinsi Riau juga sudah sepakat bahwa semua lini harus diedukasi agar mereka paham terhadap bahaya narkoba.

"InsyaAllah dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi dengan kepolisian negara Malaysia untuk terus mengurangi masuknya barang-barang haram ini," tutupnya.

05/09/2022

POLISI TEMBAK POLISI TERJADI LAGI 😭😭

innalilahi wa inna ilaihi rajiun
Pada hari Minggu 04 September 2022
Sekira jam: 22:00
Telah terjadi Penembakan kepada Aipda A. Karnain anggota Polsek Way Pengubuan oleh Aipda Rudy Haryanto anggota Polsek Way Pengubuan di depan pintu Gerbang Rumahnya Rantau Jaya Bandar Jaya Barat Kec Terbanggi Besar Kab. Lampung Tengah.

Korban di larikan kerumah sakit Harapan Bunda namun Korban tidak tertolong ( meninggal dunia ) .

Kronologi:

Aipda Karnain Di datangi oleh Aipda Rudi Haryanto Pkl 20. 30 WIB kerumah nya
Pada Saat Aipda Karnain akan membuka pintu rumah nya Aipda Rudi sudah mengacung kan Pistol nya dan langsung menembak Dada kiri dan tembus punggung belakang tetapi Aipda Karnain sempat berlari masuk dan hendak mengambil pistol miliknya yg berada di dalam kamarnya tetapi sebelum sampai kamarnya Aipda Karnain sudah roboh bersimbah darah di depan Istri Dan kedua anak nya , sedangkan pelaku berlari meninggal kan TKP.
Pukul 02, 15 WIB pelaku di tangkap di rumah nya di kp karang endah oleh Provost Polres Lampung Tengah dan di aman kan di Polres Lampung Tengah.

Motif Penembakan: Masih dalam penyelidikan

03/09/2022

Bripda Ade Pratama tak habis pikir dengan kelakukan istrinya, EP yang meninggalkan putri semata wayangnya di rumah orang tua untuk berselingkuh dengan sang mantan yang diketahui anak Kepala Desa aktif Banyuasin, Palembang.EP alias RP kepergok ngamar dengan IM, anak kades di hotel bintang lima. Keduanya dipergoki oleh Bripda Ade usai berhubungan intim.

Keduanya terbukti melakukan zina karena barang bukti yang didapat petugas yang dibawa Bripda Ade kala menggerebek istrinya sendiri main serong dengan pria lain.

"Proses hukum pidananya ya tetap lanjut. Dalam hal ini terlapor ada dua IM dan RP itu. Barang buktinya ada, seprai dan tisu itu sudah sangat jelas bekas pakai. Itu merupakan bukti kuat," jelas Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat I Palembang, Iptu Apriansyah mencuplik detikSumut.

Dalam video yang viral di media sosial, Bripda Ade Pratama mempermalukan istrinya yang terbukti ngamar dengan IM. IM diketahui selain anak kades aktif juga mantan pacar istrinya dulu kala menempuh bangku kuliah.

Ade mengaku sudah mencurigai gerak-gerik istrinya yang ada main dengan lelaki lain sejak lama. Ia mengintai pergerakan istrinya.

Yang membuat pilu adalah langkah EP yang meninggalkan anaknya ke rumah orang tuanya untuk pergi berselingkuh.

"Kalau mengintainya itu sudah lama, saya waktu itu belum dapat bukti yang kuat, masih saya selidiki. Dan untuk saat ini kan sudah faktanya dan buktinya juga sudah kuat, sudah lengkap," ungkap Ade.

Kini keduanya dilaporkan Ade karena kasus perzinaan. Dua pasangan gelap ini tengah diperiksa usai terbukti tengah berduaan di kamar hotel bintang lima. Meski tidak ditahan, Apriansyah menegaskan proses hukum tetap berjalan.

Sementara itu foto EP dan IM saat digelandang ke kantor polisi viral setelah video penggerebekan tersebut. EP terlihat mengenakan hijab untuk menutupi wajahnya keluar dari hotel bersama selingkuhannya.

Want your organization to be the top-listed Government Service in Padang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Website

Address


Jalan Jakarta, No. 54, Arsatek Ulak Karang, South Ulak Karang Utara
Padang
12850