Obelia Publisher
10/06/2026
ALAS AWAN
dari ‘Berpayung Tuhan’ karya Nadin Amizah.
ayo melebur bersama
dengan begitu kita berdua menjadi doa
di sela-sela pintu terkunci
terdapat hatimu yang perlu dibuka
dibuka sehalus hela napas
ayo melebur bersama
menjadi teman angin dan alas para awan
walaupun kita biru haru
walaupun kita saling melempar
melempar kebenaran.
Februari, 2024
15.16
***
Pada puisi ini Athira mencoba merespons lagu Berpayung Tuhan milik Nadin Amizah. Reaksi atas lagu yang membentuk puisi itu setidaknya menjadi pemberitahuan kecil bagaimana proses kreatif Athira dalam menulis puisi-puisinya. Ingin tau lebih banyak soal proses kreatif dan perjalanan panjang Athira dalam meramu buku puisi Daun Gugur Takkan Hijau Kembali?
Silakan pesan bukunya -- masih dengan harga promo -- untuk mendapat tempat pada peluncuran bukunya tanggal 27 Juni mendatang.
Foto-foto cakep ini dijepret oleh ibu negara
06/06/2026
Sudah dibuka pre order "Daun Gugur Takkan Hijau Kembali" Sepilihan Puisi Athira Ibna Andhika.
50 pemesan pertama akan diundang pada peluncuran bukunya pada 27 Juni mendatang.
***
Sepanjang kami menerbitkan buku pengarang Sumatera Utara, jarang sekali kami menemukan seorang penulis muda seusia Athira yang secara tekun dan serius mendalami penulisan puisi. Ketekunan itu berbuah p**a dengan hadirnya buku Daun Gugur Takkan Hijau Kembali ini.
Buku yang berisi 63 puisi serta 19 ilustrasi yang juga dibuat oleh Athira ini menjadi satu upaya bahwa usia tidak menjadi patokan bagi siapa saja untuk berkarya. Juga tidak menjadi batasan untuk menciptakan karya berjenis apa.
Adanya karya ini juga memutus anggapan bahwa puisi sudah tidak lagi diminati penulis-penulis muda. Tapi tidak juga serta merta untuk menjadikan sang penyair jumawa. Tentulah mesti ada pengujian secara objektif terhadap karya ini, baik secara akademis yang bersifat penelitian maupun sebatas apresiasi ataupun kritik dalam bentuk esai.
Athira menulis apa yang dekat, dengan kejujuran yang teduh. Membuat kita patut merenung dan menyelami makna yang dibawanya dalam puisi-puisi ini. Semoga para pembaca dapat mencari celah makna itu.
09/05/2026
Elegi Selembar Dinding menguak kehidupan perempuan losmen yang memilukan. Kenapa dan bagaimana kehidupan mereka di sana, dan apa yang membuat mereka bertahan hidup di lingkungan penuh keremangan itu?
Orang-orang Bawah menampilkan persoalan pekerja proyek bawah tanah yang jauh dari kehidupan dunia normal, meninggalkan sanak keluarga demi pekerjaan yang keras dan penuh intrik. Pergaulan sesama pekerja membuat mereka bertahan, walau sesekali bersitegang untuk mencari hiburan.
Tabu, persoalan cinta terlarang yang disebabkan oleh arah mata angin, posisi pintu rumah yang berhadap-hadapan, yang menimbulkan polemik antara kakak beradik. Apakah tradisi ini masih ada sampai sekarang? Coba kita perhatikan lingkungan sekitar.
Dapatkan buku Tisrah - naskah drama Bdj Siregar - dan tiket pementasan Elegi Selembar Dinding hanya Rp100.000.
Pemesanan bisa melalui dm atau chat whatsapp kami.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Amaliun, Kel. Kota Matsum II, Kec. Medan Area
Medan
20215