Pdt. Gomgom R. Tumanggor

Pdt. Gomgom R. Tumanggor

Share

25/04/2026

HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI
Kisah Para Rasul 2: 22 - 28

Nats ini adalah bagian dari khotbah Petrus saat hari turunnya Roh Kudus. Oleh kuasa Roh Kudus kemudian Petrus berbicara di hadapan banyak orang dan mempersaksikan tentang Kristus Sang Juruselamat. Pada bagian ini Petrus memberikan kesaksian kepada orang-orang Israel tentang Kristus yang telah dibangkitkan dari antara orang mati dan telah mengalahkan kematian itu.

Sebelumnya mereka telah melihat bagaimana Yesus menunjukkan kuasa-Nya melalui banyak mujizat yang dilakukan di hadapan mereka. Namun mereka menyalibkan Yesus dengan tuduhan-tuduhan palsu melalui tangan bangsa-bangsa durhaka. Satu sisi mereka berhasil sebab Yesus benar-benar mati di atas kayu salib. Namun sesungguhnya di sanalah letak kuasa Alah dengan rencananya yang tidak pernah gagal. Melalui kejadian itu semua nyatalah terlihat bahwa Yesus telah dibangkitkan sehingga kematian telah dikalahkan.

Dengan situasi ini Petrus mengutip nyanyian yang ditulis oleh Daud tentang Tuhan yang berdiri di sebelah kanannya sehingga dia tidak goyah. Oleh karena itu hatinya bers**a cita, jiwanya bersorak-sorak dan tubuhnya diam dengan tenteram. Sebab Tuhan tidak menyerahkannya kepada dunia orang mati untuk binasa, sebaliknya Tuhan memberitahukan jalan kehidupan dengan melimpahinya dengan s**a cita.

Saudara seklian, kita dapat berefleksi dari apa yang dikatakan Petrus ini, bahwa kebangkitan Kristus membawa dampak luar biasa dalam kehidupan orang percaya. Pertama bahwa kebangkitan Kristus membawa dampak s**a cita baik kepada kita sebagai pribadi maupun di dalam gereja sebagai sebuah persekutuan. Hal ini beralasan karena Tuhan telah menyelamatkan kita dari kematian dan kebinasaan. Ini adalah bagian terpenting dalam hidup orang Kristen.

Apa yang kita kejar dan miliki dalam hidup di dunia ini tidak akan menjadi milik kita untuk selamanya. Sebab kita akan pergi meninggalkan dunia ini pada waktunya. Maka yang menjadi milik kita untuk selama-lamanya adalah kehidupan di dalam Tuhan, ketika kita telah dibebaskan dari kematian. Untuk itu bers**acitalah senantiasa di dalam Tuhan, arahkanlah pandanganmu tetap kepada Tuhan, kita tidak akan goyah sebab kita berdiri bersama dengan Tuhan.

Kemudian keselamatan itu harus tercermin dalam hidup kita secara holistik. Hati yang bers**acita, jiwa yang bersorak-sorak dan tubuh yang diam dengan tenteram. Ini adalah kondisi yang diimpikan oleh banyak orang. Kita akan menikmati ini apabila kita telah hidup bersama dengan Tuhan. Hati yang bers**acita akan menjauhkan kita dari berbegai penyakit, jiwa yang bersorak-sorai akan membuat kita selalu memancarkan kebahagiaan, tubuh yang diam dengan tenteram menunjukkan ketenangan.

Dan yang terakhir adalah bahwa kita akan berjalan di jalan kehidupan yang diberitahukan Tuhan kepada kita. Banyak orang yang hidupnya tersesat sebab tidak tahu melangkahlan kakinya ke arah jalan yang benar. Untuk itu tetaplah kita bersama dengan Tuhan agar jalan yang kita lalui adalah jalan kehidupan. Jangan mau berjalan dengan dituntun oleh dunia ini, sebab dunia hanya akan membawa kita menuju kesengsaraan dan kebinasaan. Sementara bila kita berjalan bersama dengan Tuhan maka kita pasti di jalan kehidupan.

Selamat Hari Minggu

18/04/2026

BERGEMBIRA DALAM TUHAN
Habakuk 3: 10 - 19

Habakuk adalah nabi yang dilanda dilema yang berat melihat keadaan bangsa Yehuda pada saat dia bertugas sebagai nabi Tuhan. Satu sisi dia melihat bagaimana perbuatan bangsa itu yang sangat jahat di hadapan Tuhan. Melihat keadaan ini dia meminta Tuhan untuk menunjukkan keadilan-Nya dengan menghukum bangsa itu. Kemudian Tuhan menunjukkan kepadanya hukuman yang akan mereka terima melalui Babel. Maka pada saat itu juga menciutlah nyali Habakuk, sebab dia tahu bila Babel sampai menyerang bangsa itu yang ada hanyalah kehancuran yang sangat menyakitkan dan memilukan.

Dalam situasi inilah dia menuliskan nyanyian ini dan dari nyanyian ini juga kita dapat melihat bagaimana iman Habakuk dalam situasi yang sangat sulit. Pertama nabi mengakui bahwa Tuhan berkuasa atas alam semesta. Walaupun alam ini memiliki hukum tersendiri, namun Tuhan berada di atas hukum alam itu. Gunung, laut, matahari, bulan tunduk pada kuasa Tuhan.

Kemudian yang kedua, Tuhan juga berkuasa atas segala bangsa, baik yang mengenal Tuhan, maupun yang tidak mengenal Tuhan. Sejarah telah memperlihatkan itu kepada Habakuk. Bahwa Tuhan bisa saja memakai orang lain yang tidak mengenal Tuhan atau bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan untuk mewujudkan apa yang Tuhan kehendaki. Ini menyatakan bahwa apalah kita bila dibandingkan dengan Tuhan yang Maha Kuasa itu. Yang dapat kita lakukan adalah tunduk dan taat pada kuasa Tuhan.

Untuk itulah Habakuk membuat kesimpulan bahwa seberat apapun pergumulan, betapapun sakitnya duka cita, namun kita harus tetap bersorak sorai di dalam Tuhan. Sekalipun kegagalan membuat hati kita sangat kecewa, apa yang sebelumnya kita miliki pergi dan hilang begitu saja, namun itu semua tidak bisa menghilangkan s**a cita di dalam Tuhan. Sebab bagi orang percaya bukan karena kesuksesan kita bers**a cita, bukan dengan apa yang kita miliki kita beria-ria, namun karena Tuhan ada bersama dengan kita ituah yang membuat kita bers**a cita.

Saudara sekalian, bila kita melihat apa yang terjadi dalam kehidupan kita saat ini, kita ditakut-takuti oleh keadaan dunia yang tidak baik-baik saja. Perang terjadi di mana-mana sehingga bangsa yang tidak terlibat perang juga merasakan dampaknya. Dalam lingkup yang paling kecil, hati banyak orang masih dikuasai oleh rasa iri dan dengki, kebencian dan dendam, sehingga sulit terjalin persekutuan yang baik di antara kita.

Di era kemajuan teknologi pada zaman ini, seakan-akan orang atau bangsa yang memiliki kemampuan untuk menguasa teknologi maka dia akan mampu menguasai dunia. Bahkan beberapa kelompok yang merasa dia pintar telah mencoba bagaimana caranya agar manusia ini bisa hidup selama-lamanya di dunia ini. Secara tidak langsung ingin dikatakan bahwa teknologi lebih diutamakan daripada Tuhan. Bahkan orang yang tetap memelihara kualitas rohaninya dan percaya dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan dianggap tidak relevan lagi.

Akan tetapi melalui firman ini kita diingatkan bahwa kuasa Tuhan tak tertandingi apapun, bahkan dengan teknologi secangih apapun. Tuhan berkuasa di atas semuanya itu. Sejara dunia telah mencatat dalam perjalanannya banyak sekali kejadian di dunia ini yang tidak terkendalikan oleh manusia. Untuk itu dalam situasi sulit akibat krisis oleh karena peperangan ini jangan sampai kita kehilangan s**a cita. S**a cita di dalam hati kita bukan berasal dari dunia ini, namun s**a cita kita adalah di dalam Tuhan.

S**a cita yang sesungguhnya adalah ketika kita berada di dalam Tuhan, dan Tuhan berada di dalam kita.

Selamat Hari Minggu

11/04/2026

HIDUP DALAM KEKUDUSAN
1 Petrus 1: 13 - 16

Pada mingu ini kita merayakan minggu Quasimodogeniti yang berarti "seperti bayi yang haus akan susu murni". Nama minggu ini ditetapkan setelah paskah. Dapat dipahami bahwa kebangkitan Yesus telah membuat kita juga menjadi terlahir kembali, layaknya seorang bayi. Ada dua hal menarik dari naluri seorang bayi, bahwa dia masih haus akan susu murni dari ibunya. Artinya kebutuhan utamanya untuk hidup bergantung pada ibu yang memberinya susu. Kemudian dia yakin dan percaya juga menyerahkan kemanannya kepada ibu (orang tuanya). Artinya dia (walaupun belum memiliki pemikiran yang dewasa) yakin bahwa ibu atau orang tuanya akan menjamin keselamatannya. Demikianlah kita kepada Tuhan, bahwa kebutuhan pokok iman kita hanya ada pada Yesus dan kita percaya di dalam Yesus kita pasti selamat.

Berkaitan dengan itu, pada minggu ini kita disuguhkan firman Tuhan dari sebahagian surat Petrus kepada gereja secara umum yang sedang mengalami pencobaan berat. Surat Petrus ini berisi penguatan agar jemaat tetap kuat dan berpengharapan kepada Tuhan yang memberikan keselamatan.

Dalam teks ini sedikitnya ada tiga pesan yang ingin disampaikan kepada kita untuk menguatkan iman kita di dalam Tuhan. Pertama adalah kita harus mampu memadukan akal budi dan pengharapan dalam hidup. Kedua ini harus berjalan bersama. Bila kita hanya mengandalkan aka budi, maka kita hanya akan berpatokan pada kenyataan. Sudup pandang kita hanya sebatas realita kehidupan. Bila realita kehidupan dalam situasi sulit maka akan sulit kita keluar dari realita itu. Demikian sebaliknya bila realita kehidupan baik, maka kita akan terlena dalam situasi itu. Sementara apabila kita hanya berpegang pada pengharapan tanpa akal budi, maka isi di dalam pikiran kita hanyalah hayalan.

Untuk itu realita dan harapan haruslah ada dalam satu wadah yang sama. Kita harus menggunakan akal budi dengan giat belajar, mengevaluasi diri, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan. Sembari mengasah akal budi kita juga harus memahami bahwa diri kita adalah manusia yang memiliki batas kemampuan. Tidak semua hal dapat kita lakukan dan dapatkan. Untuk itu penghrapan sangat diperlukan sebab akan banyak kita jumpai hal-hal baik dari Tuhan walaupun datangnya melalui cara-cara yang di luar pengetahuan dan kemampuan kita.

Kedua adalah hidup dengan ketaatan. Layaknya seorang bayi, agar dia dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik maka dia harus taat pada aturan orang tuanya. Demikianlah kita sebagai anak-anak Tuhan yang telah ditebus-Nya. Apabila kita ingin menjadi manusia yang seturut kehendak Allah maka kita harus taat kepada perintah-Nya. Jangan biarkan dirimu dikuasai oleh hawa nafsu, namun ikutlah selalu tuntunan jalan Tuhan. Kita tidak bisa berjalan sendiri sebab kita tidak tahu bagaimana perjalanan selanjutnya di depan. Untuk itu tuntunan Tuhan itulah yang harus kita taati agar kita bisa tiba di tujuan dengan baik.

Terakhir adalah hidup dalam kekudusan. Tuhan Yesus telah menguduskan kita dari dosa, untuk itu hendaklah kita juga memelihara kekudusan itu dengan melakukan apapun yang diperintahkan Tuhan, dan menolah segala yang bertentengan dengan kehendak Tuhan. Bukan perbuatan kita yang kemudian menjadikan kita kudus di hadapan Tuhan. Akan tetapi Tuhan terlebih dahulu telah menguduskan kita, untuk itu peliharalah kekudusan yang diberikan Tuhan kepada kita. Marilah kita hidupi hidup di dalam kekudusan, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan dari kita yang telah dikuduskan-Nya. Agar kelak kita akan menjadi buah dari pengorbanan Yesus di hadapan Bapa.

Selamat Hari Minggu

02/04/2026

SUNGGUH YESUS ADALAH ANAK ALLAH
Matius 27: 45 - 56

Hari ini kita memperingati hari dimana Yesus harus mati di atas kayu salib demi menebus kita dari utang dosa dan kematian. Kitab Injil mencatat dengan sangat baik bagaimana kejadian itu terjadi. Tidak ada keraguan sama sekali bahhwa kejadian itu adalah bagian dari sejarah dunia. Walaupun ada yang oknum-oknum yang mempertanyakan dan meragukan kebenaran dari kejadian ini, namun dapat dipastikan bahwa sangat banyak saksi yang menyaksikan kejadian ini dan menjadi catatan penting dalam sejarah.

Mulai jam duabelas siang, kegelapan menutupi seluruh daerah itu sampai tiga jam. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus: "Eli, Eli, lama sabakhtani? Kalimat ini adalah lirik dari nyanyian: "Rusa Betina di Kala Fajar" dalam Mazmur 22. Dalam tradisi Yahudi nyanyian ini melambangkan ratu Ester yang berseru memohon keselamatan bagi bangsanya pada hari ketiga puasa menyongsong fajar kehidupan. Maknanya adalah bahwa nyanyian dan seruan Yesus di atas kayu salib ini berisi pengaharapan bahwa setelah semuanya ini maka Tuhan akan memberikan keselamatan. Maka kitalah yang menjadi buah dari seruan Yesus di atas kayu salib itu, yaitu kita yang telah beroleh keselamatan oleh karena pengorbanan Yesus.

Setelah itu Yesus menyerahkan nyawa-Nya dan selesailah semua dosa. Lalu tabir bait suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Ini bermakna bahwa tidak ada lagi batas antara Tuhan dengan kita manusia. Semua kita sudah dapat secara langsung terhubung dengan Tuhan baik dalam doa dan ibadah. Kita bisa memohon dan meminta kepada Tuhan langsung di dalam doa.

Kemudian terjadi gempa bumi, bukit-bukit batu terbelah, kuburan-kuburan terbuka sehingga kepala pas**an dari prajurit-prajurit yang menjaga Yesus menjadi sangat takut. Artinya bukan hanya manusia saja yang menjadi saksi akan pengorbanan Yesus ini, melainkan bumi dan ciptaan Tuhan lainnya juga bergejolak menyaksikan kematian Yesus ini. Kemuadian bersaksilah mereka dan berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah".

Pengakuan ini menjadi penting sebagai bukti bahwa bukan hanya orang-orang yang mengikut Yesus saja yang mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, melainkan orang yang dipakai untuk mengeksekusi Yesus juga mengakuinya. Maka kita juga harus mengakui dan menghidupi iman yang teguh bahwa Yesus adalah Tuhan, sebab Dia adalah Anak Allah. Hanya Tuhan yang memiliki kemampuan untuk melakukan itu semua.

Dalam jumat agung ini, marilah kita berefleksi akan begitu besar kasih Tuhan ini kepada kita. Kematian-Nya membawa kita pada kehidupan. Dia rela menderita hingga mati dengan cara yang mengenaskan demi menebus dosa-dosa kita. Marilah berfikir apa yang telah kita lakukan kepada Tuhan sebagai bukti syukur kita kepada-Nya? Maka berikan jugalah hidup kita untuk kemuliaan Tuhan.

Selamat Jumat Agung

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Medan?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


GKPPD Sada Arih Medan
Medan