LSF Discourse
Kajian Logika
Dalam proses belajar, kita akan menemukan bahwa suatu yang kita baca belum tentu merupakan argumentasi yang valid.
Dan di atas semua itu, kita terbiasa memikirkan sesuatu berdasarkan nilai baik-buruknya. Tapi tunggu, 🤔 memangnya pikiran itu apa sih?
Dalam kajian terbuka ini, kita bakal menemukan beberapa petunjuk untuk pertanyaan-pertanyaan di atas. Jadi, yuk bergabung dan jangan lupa, bawa buku catatanmu.
22/05/2026
Masihkah ada Stoa?: Fenomena Doomscrolling
Fenomena doomscrolling, yakni kebiasaan menelusuri arus informasi negatif secara terus-menerus di media sosial, telah menjadi salah satu gejala paling mencolok dalam kehidupan digital kontemporer. Meskipun pada awalnya didorong oleh keinginan untuk tetap mengikuti perkembangan terbaru, perilaku ini kerap berkembang menjadi pola konsumsi informasi yang tidak terkendali dan memicu kecemasan.
Demikian kutipan artikel dari Masihkah Stoa: Fenomena Doomscrolling karya Daniel P. Putra.
Artikel selebihnya dapat diakses di https://lsfdiscourse.org/masihkah-ada-stoa-fenomena-doomscrolling/
Masihkah ada Stoa: Fenomena Doomscrolling Dengan pemahaman mendalam tentang eudaimonia sebagai fondasi kebahagiaan sejati, kita kini dapat melihat bagaimana doomscrolling secara fundamental bertentangan dengan prinsip-prinsip Stoik.
18/05/2026
Membumikan Para Intelektual: Membaca Gagasan Ali Syariati dalam Konteks Indonesia
Selama ini intelektualitas mungkin dianggap hanya sebatas gelar akademik di menara gading, namun gagasan Ali Syariati tentang rausyan fikr berhasil mematahkan stigma bahwa kaum terpelajar hanyalah teknokrat yang sibuk dengan urusan administratif tanpa menyentuh realitas penderitaan rakyat.
Demikian kutipan dari artikel Membumikan Para Intelektual: Membaca Gagasan Ali Syariati dalam Konteks Indonesia karya Muhammad Fiam Setyawan.
Selengkapnya dapat dibaca di https://lsfdiscourse.org/membumikan-para-intelektual-membaca-gagasan-ali-syariati-dalam-konteks-indonesia/
Selamat membaca.
Membumikan Para Intelektual: Membaca Gagasan Ali Syariati dalam Konteks Indonesia Membaca ulang gagasan rausyan fikr dari Ali Syariati untuk mengkritik pragmatisme kaum akademisi di Indonesia. Mampukah para intelektual kita keluar dari belenggu birokrasi institusional dan memimpin kesadaran kolektif menuju Indonesia Emas 2045?
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Jalan Mertojoyo Blok B No. 1
Malang
65144
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |
| Saturday | 09:00 - 17:00 |
| Sunday | 09:00 - 17:00 |