Akal sehat
21/08/2021
https://news.detik.com/berita/d-5685046/gempar-dprd-sulsel-mau-belanja-baju-dinas-hampir-rp-1-miliar
''Tangis dan Tawa"!!.
Aku mendengar, ribuan isak tangis,
Aku menyaksikan, muka-muka penuh haru,
Aku melihat, anak kecil menukik mencari ibunya,
Aku tersentuh, kala menyentuh tangan mereka berdebu,
Tak terasa, air mataku mengalir jatuh.
Mereka meronta, mereka belum siap,
Menerima memori yang senyap,
Ketika gelombang laut menghantam daratan,
Kemana hendak berlari?
Kemana akan sembunyi?
Pilu, begitu menyayat hati.
Wahaii para penguasa kebijakan.
Wahai para penguasa pengawas kebijakan.
Kumpulkanlah sodara kami yang masih luntang lantang dalam bait kepedulianmu.
Sisipkanlah satu syair cahaya kehidupan dalam hati mereka.
Sebab mereka bagian dari bangsa ini yang sedang bersandar pada harapan dan sinar surya esok hari.
Masa kelam,senin 13/07/2020.malam
Mengapa kita bahkan tidak menghiraukan orang-orang di sekeliling ? Yang saat ini sedang berjuang dalam tangisan melawan kerasnya hidup telunta lunta dan php akan sebuah syair demokrasi ?.
Sedikit menginspirasi bahwa ada begitu banyak sodara kita yg saat ini berjuang tanpa sandaran dan tameng pelampiasan yang menuntut pengharapan kepastian hak dan seolah olah mereka tak lagi menjadi perhatian saat ini di mana mata batin anda ?.deretan demi deretan syair mereka luapkan ke publik namun tak menui balas kasih dari si pembuat kebijakan,dimana lagi mereka akan mengadu dan bersandar jika semua syair mereka tak terbalas ?.
Yth.PEMBUAT DAN PENGAWAS KEBIJAKAN
(jangan di skip)
mengukutip dari sepenggal kisah korban bencana sebut saja RUSDY nama dalam sebuah akun fb yang dengan gagah dan lantang menyuarakan akan haknya yg ter abaikan,berikut kutipannya: #
'Sangat menarik pemaparan B**g,kembali saya membalas jawaban dari B**g terkait Tercatat atau tidaknya(free memory),
sudah ! bahkan Data awal korban Bencana di Kelurahan Bone Tua sempat saya foto, ! kemudian saya konfirmasi ulang ke pihak Kelurahan/pak lurahnya via whatshap katanya data keluarga kami kesalahannya ada di penginputan data.
pertanyaan saya kok BISA ya sudah satu tahun pasca Bencana alasannya ada di pengiputan Data okelah padahal sudah hampir setahun ya, belum lagi yang namanya uang jaminan hidup (jadup) nihil b**g adapun yang sudah di paparkan oleh pak Mentri PMK,sampai saat ini hanya seperti angin segar buat kelurga kami jadi kira" wajar kah ? saya berpendapat bahwa bobroknya pihak terkait yang mungkin saja ada intervensi dari atasannya...? Pdahal ini kan persoalan kemanusian, Sebenarnya banyak yang bisa saya di Tulis persoalan bla bla bla Terkait bencana untuk membentuk opini publik hanya saja di kiranya nanti kami ini sakit hati karna kalah di pertarungan PILKADA yang lalu
ra keluar dari pada kontes lebih banyak uneg"nya.tegas RUSDY.(adt)
Sumber digital writing:
https://m.facebook.com/groups/1123814668075665/permalink/1286152921841838/
Sumber lain dalam postingan fb:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2971737036431150&id=100007846476501
Profil fb:
https://www.facebook.com/andibazho.poetrabatarabayu
kesedian Yth.PEMBUAT dan PENGAWAS KEBIJAKAN sudilah kiranya memanggil sodara tersebut(RUSDY).
Apakah kutipan curahan hati di atas tidak memberikan kita sebuah inspirasi bahwa kita adalah mereka,sodarah kita yang sangat butuh sandaran dan tameng kemanusian.
wahai para pembuat dan pengawas KEBIJAKAN yang terhormat perjuangkanlah nasib penghidupan mereka yang terabaikan dalam prioritas wiri wiri anda,sebab mereka adlah sodara kita yg butuh tumpuan dalam bersanda.
bukan justru memilih memberikan komentar atau berbalas pesan dengan mereka yang ada di dunia maya?.
Gempar DPRD Sulsel Mau Belanja Baju Dinas Hampir Rp 1 Miliar DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) pun membuat heboh dengan anggaran baju-nya. Mereka menganggarkan hampir Rp 1 miliar untuk baju dinas.
21/08/2021
https://news.detik.com/berita/d-5685046/gempar-dprd-sulsel-mau-belanja-baju-dinas-hampir-rp-1-miliar
------------------------------------------------------------------------
"Gemuruh hati di malam kelam"
Luwu utara..!
Aku mendengar, ribuan isak tangis,
Aku menyaksikan, muka-muka penuh haru,
Aku melihat, anak kecil menukik mencari ibunya,
Aku tersentuh, kala menyentuh tangan mereka berdebu,
Tak terasa, air mataku mengalir jatuh.
Luwu utara..!
Mereka meronta, mereka belum siap,
Menerima memori yang senyap,
Ketika gelombang sungai menghantam daratan,
Kemana hendak berlari?
Kemana akan sembunyi?
Pilu, begitu menyayat hati.
Luwu utara..!
Wahaii para penguasa kebijakan.
Wahai para penguasa pengawas kebijakan.
Kumpulkanlah sodara kami yang masih luntang lantang dalam bait kepedulianmu.
Sisipkanlah satu syair cahaya kehidupan dalam hati mereka.
Sebab mereka bagian dari bangsa ini yang sedang bersandar pada harapan dan sinar surya esok hari.
Masa kelam,senin 13/07/2020.malam
Oleh,ADT_garis penah
Mengapa kita bahkan tidak menghiraukan orang-orang di sekeliling ? Yang saat ini sedang berjuang dalam tangisan melawan kerasnya hidup telunta lunta dan php akan sebuah syair demokrasi ?.
Sedikit menginspirasi bahwa ada begitu banyak sodara kita yg saat ini berjuang tanpa sandaran dan tameng pelampiasan yang menuntut pengharapan kepastian hak dan seolah olah mereka tak lagi menjadi perhatian saat ini di mana mata batin anda ?.deretan demi deretan syair mereka luapkan ke publik namun tak menui balas kasih dari si pembuat kebijakan,dimana lagi mereka akan mengadu dan bersandar jika semua syair mereka tak terbalas ?.
Yth.PEMBUAT DAN PENGAWAS KEBIJAKAN
(jangan di skip)
mengukutip dari sepenggal kisah korban bencana sebut saja RUSDY nama dalam sebuah akun fb yang dengan gagah dan lantang menyuarakan akan haknya yg ter abaikan,berikut kutipannya: #
'Sangat menarik pemaparan B**g,kembali saya membalas jawaban dari B**g terkait Tercatat atau tidaknya(free memory),
sudah ! bahkan Data awal korban Bencana di Kelurahan Bone Tua sempat saya foto, ! kemudian saya konfirmasi ulang ke pihak Kelurahan/pak lurahnya via whatshap katanya data keluarga kami kesalahannya ada di penginputan data.
pertanyaan saya kok BISA ya sudah satu tahun pasca Bencana alasannya ada di pengiputan Data okelah padahal sudah hampir setahun ya, belum lagi yang namanya uang jaminan hidup (jadup) nihil b**g adapun yang sudah di paparkan oleh pak Mentri PMK,sampai saat ini hanya seperti angin segar buat kelurga kami jadi kira" wajar kah ? saya berpendapat bahwa bobroknya pihak terkait yang mungkin saja ada intervensi dari atasannya...? Pdahal ini kan persoalan kemanusian, Sebenarnya banyak yang bisa saya di Tulis persoalan bla bla bla Terkait bencana untuk membentuk opini publik hanya saja di kiranya nanti kami ini sakit hati karna kalah di pertarungan PILKADA yang lalu
ra keluar dari pada kontes lebih banyak uneg"nya.tegas RUSDY.(adt)
Sumber digital writing:
https://m.facebook.com/groups/1123814668075665/permalink/1286152921841838/
Sumber lain dalam postingan fb:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2971737036431150&id=100007846476501
Profil fb:
https://www.facebook.com/andibazho.poetrabatarabayu
kesedian Yth.PEMBUAT dan PENGAWAS KEBIJAKAN sudilah kiranya memanggil sodara tersebut(RUSDY).
Apakah kutipan curahan hati di atas tidak memberikan kita sebuah inspirasi bahwa kita adalah mereka,sodarah kita yang sangat butuh sandaran dan tameng kemanusian.
wahai para pembuat dan pengawas KEBIJAKAN yang terhormat perjuangkanlah nasib penghidupan mereka yang terabaikan dalam prioritas wiri wiri anda,sebab mereka adlah sodara kita yg butuh tumpuan dalam bersanda.
bukan justru memilih memberikan komentar atau berbalas pesan dengan mereka yang ada di dunia maya?.
Gempar DPRD Sulsel Mau Belanja Baju Dinas Hampir Rp 1 Miliar DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) pun membuat heboh dengan anggaran baju-nya. Mereka menganggarkan hampir Rp 1 miliar untuk baju dinas.
12/08/2021
Saya tidak punya uang untuk modal menjadi pengusaha sukses, tapi saya punya ide dan kreatifitas untuk modal menjadi pengusaha sukses
Untuk mencapai sesuatu, harus diperjuangkan dulu. Seperti mengambil buah kelapa, tidak menunggu saja seperti jatuhnya durian yang telah masak
Ingat : baik dan jahat.nya seorang pemimpin tergantung PILIHAN kita.
mari bergerak bersama.orang baik harus di perjuangkan👍👍
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the practice
Telephone
Website
Address
Makassar
90142