ONOKABEstore
12/01/2022
Bismillah...
Minum madu BF-Naturobee menjadi salah satu ikhtiar menjaga imunitas tubuh ditengah cuaca ekstrim seperti saat ini..
04/09/2017
Anda sudah makan lebih sedikit dari biasanya dan sudah rajin berolahraga.
Namun mengapa angka timbangan Anda tidak juga mau bergeser ke kiri,
bahkan terus saja bergeser ke arah kanan.
Apa penyebabnya? Mungkin saja Anda mengalami hal berikut ini:
1.Kurang tidur
Ketika Anda kurang beristirahat atau kurang tidur,
siklus hormon di dalam tubuh juga akan menjadi terganggu.
Perubahan hormonal tersebut bisa berupa meningkatnya rasa lapar
dan membuat Anda tidak juga merasa kenyang ketika makan.
Akibatnya ketika Anda tidur larut, keinginan Anda untuk mengemil
di malam hari menjadi tidak terbendung lagi.
2.Stres
Saat Anda sedang mengalami stres, tubuh akan mengeluarkan
hormon kortisol atau hormon stres. Peningkatan hormon kortisol
ini juga bisa meningkatkan rasa lapar. Oleh karena itu,
Anda mungkin sering kali mencari makanan tinggi kalori untuk
membantu Anda “menenangkan” diri.
3.Obat antidepresi
Salah satu efek samping dari obat antidepresi adalah peningkatan berat badan.
Oleh karena itu, jika Anda sedang mengonsumsi obat antidepresi dan mengalami peningkatan
berat badan, cobalah berkonsultasi dengan dokter Anda.
Namun jangan memberhentikan obat tersebut tanpa berkonsultasi
lebih dahulu dengan dokter.
4.Steroid
Obat-obat anti peradangan steroid dapat juga menyebabkan peningkatkan berat badan.
Hal ini disebabkan karena adanyaretensi atau penambahan cairan di dalam tubuh dan meningkatnya
nafsu makan. Beberapa orang yang sedang mengonsumsi steroid sering kali merasakan adanya perubahan
(menjadi "lebih gemuk") pada area tubuh tertentu seperti wajah,perut, dan belakang leher.
Jika Anda mengalami hal ini, jangan langsung memberhentikan obatnya tanpa berkonsultasi
terlebih dahulu dengan dokter.
5.Hipotiroid
Jika kelenjar tiroid Anda tidak cukup memproduksi hormon tiroid,
maka Anda bisa mengalami gejala mudah lelah, lesu, badan terasa
dingin dan peningkatan berat badan. Tanpa adanya cukup hormon tiroid,
maka metabolisme Anda akan melambat dan Anda pun akan mengalami peningkatan berat badan.
6.Menopause
Wanita yang sudah mengalami menopause tentu akan mengalami penurunan fungsi hormonal.
Hal ini akan menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh.
Tak hanya itu, proses penuaan juga akan memperlambat metabolisme Anda
sehingga pembakaran kalori juga akan menjadi lebih lambat.
7.Sindrom Cushing
Peningkatan berat badan adalah salah satu gejala dari sindrom Cushing,
yaitu suatu kondisi di mana tubuh Anda mengalami peningkatan hormon kortisol yang berlebih.
Hal ini bisa disebabkan oleh penggunaan steroid atau gangguan di kelenjar adrenal Anda.
Peningkatan berat badan biasanya paling sering terlihat di sekitar wajah, leher, punggung
atas dan pinggang.
8.Sindrom Polycystic O***y
Kebanyakan wanita dengan sindrom Polycystic O***y terdapat kista-kista kecil pada indung telurnya.
Kondisi ini dapat memicu gangguan hormonal, mempengaruhi siklus menstruasi,
serta menyebabkan tumbuhnya rambut-rambut halus dan jerawat.
Selain itu, wanita yang mengalami sindrom ini juga kebal terhadap hormon insulin
(hormon yang berfungsi untuk mengatur gula darah), sehingga dapat menyebabkan
peningkatan berat badan.
=========================================
Sudah coba berbagai obat untuk perut buncit anda ?
tetapi selalu gagal ? coba dan Buktikan FIFORLIF...
7 hari sudah bisa rasakan khasiatnya :D :D
untuk info lebih lanjut silahkan hubungi admin kami
➡ KLIK: http://bit.ly/2euHvVU
➡ KONSULTASI & ORDER FIFORLIF
📲SMS/ WA : 08112877595
📲PIN BBM : 5E3A2778
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Kudus
59633