Early Retirement Program

Early Retirement Program

Share

Photos 06/06/2016

Kempatan usaha dari Hydro Alkali Indonesia.

Hydro Alkali Indonesia membuka peluang untuk siapa saja yang berada di wilayah Bandung Kota dan Kabupaten. Buka mata dan telinga Anda dan dapatkan marketing fee sebesar Rp 4.000.000,- (empat juta Rp), siapa tahu ada rekan, teman, atau saudara Anda yang sedang mencari peluang usaha dan memiliki modal sekitar Rp 50 jt.

Cukup informasikan mengenai usaha Hydro Alkali kepada yang berminat buka usaha penjualan air sehat ini. Tanpung infrmasinya dan hubungi perusahaan Hydro Alkali Indonesia. Bila calon yang Anda referensikan kepada kami benar2 menjdai mitra kerja kami, maka marketing fee akan kami berikan untuk Anda ....

Mudah khan? Gak ada jam kerja ... gak pake ribet ..... gak pake modal sama sekali, cukup buka mata dan kuping Anda.

Usaha penjualan air Alkali dgn harga hanya Rp 15.000,- per galon (19 liter). Ngapain uang Anda diparkir di deposito dengan ROI (Return of Investment) 6% per tahun?

Dengan usaha HA Anda bisa untung 30% - 120% per tahun, dan masih bisa lebih lagi krn kapasitas produksi mesin HA adalah 80 galon (19 liter) per 8 jam kerja. ROI maksimal di atas 200% per tahun.

Alasannya:
Siapa yang tidak minum air? Semua orang pasti butuh air minum.
Siapa yang tidak mau sehat? Semua orang mau sehat.
Siapa yang mampu beli produk HA? Lihat saja berapa besar pasar air minum galon dengan harga Rp 15.000,- per galon.
Teritori waralaba ekslusif, hanya 1 gerai HA per RW.

Act Now!

Keterangan lebih lanjut hub Hydro Alkali Indonesia : Bambang di 085659286916 / 085104970365.

JANGAN LUPA GANTI KONTAKNYA DENGAN NOMOR ANDA SEBAGAI REFERENSI "CONTACT PERSON"-NYA.

Tolong yang punya minat serius saja ya ..... Tx.

29/04/2016

Kesalahan pemikiran yang merugikan Anda (Part 3).

Era sekarang ini mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah, yang membutuhkan pekerjaan lebih banyak daripada lapangan pekerjaan yang tersedia. Herannya banyak sekali orang yang terus berusaha mencari lowongan kerja yang semakin sempit, bahkan ada yang sudah menganggur beberapa tahun karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Bayangkan berapa banyak lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya, yang semuanya membutuhkan pekerjaan? Belum lagi ex-karyawan (karena banyak perusahaan yang tutup) yang notabene sudah berpengalaman, juga ikut dalam bursa pencari pekerjaan? Kenapa tidak melirik kewirausahaan?

Dengan berwirausaha, berarti kita menciptakan pekerjaan untuk kita sendiri, sukur-sukur bisa semakin maju dan akhirnya malah memberi lapangan kerja baru untuk teman2 dan saudara2nya yang lain. Kebanyakan alasannya adalah mereka takut akan resikonya.

Resiko memang akan selalu ada. Resiko tidak bisa dihilangkan, resiko hanya bisa di-managed. Dengan pengetahuan yang cukup mengenai bisnis / usaha, otomatis resiko akan berkurang bahkan ditekan sampai mendekati nol.

Sebagai ilustrasi: seorang anak berusia 5 tahun menyeberangi jalan raya yang ramai dengan kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Resikonya tentu lebih besar bagi anak berumur 5 tahun tsb, bila dibandingkan dengan orang dewasa yang telah mempunyai 'cara' bagaimana harus menyeberangi jalan raya dengan aman. Padahal mereka menyeberang di jalan raya yang sama, berarti tingkat resiko untuk tertabrak adalah sama, bedanya orang dewasa mempunyai pengetahuan (cara) dan pengalaman lebih baik dibandngkan dengan anak yang berumur 5 tahun tadi. Jadi resiko terhadap masing2 individu menjadi lain p**a.

Setiap hari kita pergi ke suatu tempat tanpa kita berpikir terlalu banyak mengenai resiko akan terjadi kecelakaan sepanjang perjalanan menuju ke tujuan kita. Apakah karena sudah tidak ada resiko tertabrak? Tentunya resiko tertabrak selalu ada, dan kita selalu selamat karena kita sudah mampu dan bisa mengatasi resiko yang mungkin terjadi.

Demikian p**a dengan memiliki usaha sendiri, bagi yang sudah berpengalaman resikonya tidak besar. Dengan pengetahuan yang cukup, merancang sebuah usaha bisa dilakukan di atas kertas tanpa harus mempraktekannya secara langsung. Resiko bisa dikurang dengan merancang usaha di atas kertas. Setiap langkah, mulai dari produksi, promosi, marketing, distribusi, dll. bisa terancang di atas kertas saja. Setiap kendala mulai dari produksi, promosi, marketing, distribusi, dll. bisa kita bayangkan solusinya bila hal2 tersebut muncul pada saat prakteknya.

Say "yes" to self-employee .... lebih baik berusaha untuk lebih produktif dari pada bengong nungguin kerjaan yang tak kunjung kita dapatkan.

Salam sukses.

Bambang L. B.Sc.
Business Consultant.

PS.: Post pertanyaan Anda mengenai dunia usaha, saya akan coba menjawab. Tx.

20/04/2016

Kesalahan pemikiran yang merugikan Anda (Part 2).

Banyak pekerja mengharapkan kenaikan gaji. Sebenarnya hal seperti itu sah-sah saja, siapa yang tidak mau mendapatkan penghasilan yang lebih banyak? Tetapi seharusnya kenaikan upah ini diikuti dengan kenaikan kualitas kerjanya, sebab kenaikan upah tanpa disertai kenaikan mutu dari hasil kerjanya hanya akan merugikan kita semua.

Tahukah Anda bahwa sebenarnya barang yang kita pakai itu pada prinsipnya adalah pemberian Sang Pencipta secara cuma-cuma alias gratis? Coba bayangkan, baju yang kita pakai bisa kita dapatkan secara cuma-cuma bila kita mau menanam kapas, memetiknya sendiri, lalu memintalnya menjadi benang. Kemudian kita sendiri yang menenunnya dan kemudian kita celup untuk memberi warna pada kain tersebut, kemudian kita sendiri yang menjahitnya menjadi pakaian .... gak perlu bayar khan?

Tentunya bila kita kerjakan hal seperti itu, akan memakan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan sepotong baju. Dalam era ekonomi modern sekarang ini kita tidak melakukannya dengan cara demikian. Kita membayar JASA orang lain untuk menanamkan kapas dalam jumlah banyak. Membayar JASA orang lain utnutk memetiknya, kemudian membayar JASA orang lain untuk memintalnya menjadi benang. Selanjutnya kita juga membayar JASA untuk menenunnya menjadi kain, kemudian membayar jasa orang lain untuk mewarnainya melalui pencelupan. Setelah menjadi kain kita bayar JASA orang lain p**a untuk menjadikannya pakaian. Jadi apapun barang yang kita pakai, yang kita bayar bukan barangnya tetapi JASA yang bertumpuk untuk membuat barang tersebut.

Bayangkan bila JASA yang harus dibayar itu menjadi 2 kali lipat karena upah dinaikan menjadi 2 kali lipat, apakah harga barangnya akan tetap sama? Tentunya harga barang juga akan menjadi 2 kali lipat dari harga sebelumnya. Banyak orang tidak menyadari bahwa UMR yang dinaikan tidak akan memberi penyelesaian untuk keadaan finansialnya. Mereka berpikir bahwa dengan naiknya upah, mereka akan mampu membeli barang lebih banyak, tetapi pada kenyataannya harga barang-barang juga menjadi lebih mahal. Upah naik 2 kali lipat maka harga barang akan naik p**a 2 kali lipat dari harga sebelumnya, karena upah yang membayar JASA pembuatan barang tersebut juga menjadi 2 kali lipat lebih mahal. Jadi dengan kenaikan upah tidak akan menjadikan keadaan finan sial mereka lebih baik.

Bisa kita lihat kenyataannya seperti yang terjadi antara Jakarta dengan Bandung, banyak sekai orang Jakarta yang menghabiskan akhir minggunya di kota Bandung, karena biaya yang mereka keluarkan untuk menghabiskan masa liburannya di Bandung jauh lebih murah dibandingkan dengan menghabiskan liburan di Jakarta. Jadi rejeki dari orang Jakarta mengalir ke Bandung, dan rejeki tersebut dinikmati oleh orang Bandung. Bayangkan bila UMR Bandung disamakan dengan UMR Jakarta, maka liburan di Bandung akan menjadi sangat mahal. Otomatis Bandung akan kehilangan daya tariknya karena belanja di Bandung serba mahal. Tidak heran bila hal seperti itu terjadi, maka Bandung akan kehilangan 'rejeki'-nya.

Hal yang sama terjadi antar negara juga. Di mana negara dengan upah yang rendah menjadi incaran para investor dan pengusaha. Berapa banyak perusahaan besar yang angkat kaki dari Indonesia hanya karena biaya produksi barang di Indonesia kelewat mahal? Dengan pindahnya perusahaan ke negara lain, maka orang Indonesia yang kehilangan rejekinya. Lingkaran setan ini terus berlangsung, karena sekarang banyak orang menjadi pengangguran. Dari sekeluarga beranggotakan 5 orang hanya 1 orang yang mendapat pekerjaan, sehingga upah dari 1 orang harus dibagi berlima. Yang seharusnya diperbaiki adalah perputarannya, upah rendah akan menyediakan banyak perkerjaan, sehingga 5 anggota keluarga tadi semuanya bisa mendapatkan pekerjaan. Walaupun masing-masing mendapatkan upah 50% akan tetap lebih sejahtera karena 5 orang bekerja X 50% X UMR lebih besar daripada 1 UMR dibagi ber 5.

Dalam jangka panjang, karena upah JASA nya hanya 50%, maka harga barangpun akan berangsur-angsur menjadi relatif lebih murah. Bila hal ini terjadi maka UMR yang lebih murah akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakatnya, walaupun upah rendah tetapi harga barang murah maka daya beli masyarakat akan menjadi baik p**a. Hal lainnya, akan banyak mengundang lebih banyak pengusaha dan investor untuk menanamkan usahanya di daerah tersebut, yang berarti lebih banyak lapangan kerja yang tersedia.

Mudah-mudahan kita semua sadar dengan hal-hal seperti ini, jadi pemerintah juga tidak gampang-gampang menaikan UMR di daerahnya dan juga para pekerja tidak hanya demo-demo melulu menuntut kenaikan UMR-nya tanpa disertai dengan kenaikan mutu dari standard kerja mereka.

Silahkan di-share agar kita semua lebih cerdas finansial.

Salam sukses,

Bambang Limanto B.Sc.
Business consultant

Want your school to be the top-listed School/college in Kiaracondong?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Papanggungan No. 32 Kiara Condong
Kiaracondong
40284