kabarkendari.com
13/06/2026
DUA LURAH DI KENDARI DINONAKTIFKAN
Pemerintah Kota Kendari resmi menonaktifkan sementara Lurah Poasia dan Lurah Talia setelah keduanya digerebek warga saat diduga menggelar pesta minuman keras bersama dua perempuan muda di Kantor Kelurahan Poasia, Jumat (12/6/2026) malam.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari, Alfian, mengatakan keputusan penonaktifan sementara dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada keduanya menyelesaikan persoalan hukum yang sedang dihadapi.
Pemkot Kendari juga memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan dengan menyiapkan pelaksana tugas (Plt) di kedua kelurahan.
Kasus ini mencuat setelah warga memergoki adanya keributan di dalam kantor kelurahan. Situasi sempat memanas hingga memicu kemarahan warga sebelum akhirnya aparat kepolisian datang mengamankan seluruh pihak yang terlibat.
Saat ini, peristiwa tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk mengusut dugaan pelanggaran yang terjadi.
Baca selengkapnya di kabarkendari.id
Lahir di tengah perjalanan laut.
Momen tak biasa terjadi di atas Kapal Cepat Express Cantika 07 yang melayani rute Kendari–Raha, Kamis (11/6/2026) sore.
Seorang ibu melahirkan bayinya saat kapal masih berlayar menuju Kabupaten Muna. Dalam situasi darurat tersebut, bagian belakang ruang VIP kapal disulap menjadi ruang persalinan sementara.
Dengan bantuan seorang bidan, penumpang, dan kru kapal, proses persalinan berlangsung hingga bayi berhasil lahir dengan selamat.
Video detik-detik setelah persalinan itu pun viral di media sosial dan menuai banyak doa serta ucapan selamat dari warganet.
Sebuah kisah tentang perjuangan, kepedulian, dan harapan baru yang hadir di tengah lautan. ❤️
💬 Tulis ucapan dan doa terbaikmu untuk ibu dan bayi yang lahir di atas kapal ini.
📍 Kendari – Raha, Sulawesi Tenggara
12/06/2026
Mafia BBM Subsidi di Muna Barat Terbongkar!
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara berhasil mengungkap praktik penyalahgunaan niaga BBM bersubsidi dalam skala besar di Kabupaten Muna Barat.
Sebanyak 8.000 liter BBM oplosan yang terdiri dari campuran solar dan minyak tanah diamankan dari sebuah kapal kayu yang dijadikan tempat penampungan di pesisir Desa Pajala, Kecamatan Maginti.
Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Dua di antaranya telah ditangkap, sementara satu pelaku lainnya masih berstatus DPO. Para tersangka terancam hukuman hingga 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp60 miliar.
Bagaimana pendapat Anda soal maraknya mafia BBM subsidi di daerah? Tulis di kolom komentar.
Baca selengkapnya di kabarkendari.id
Mafia BBM Subsidi Di Muna Barat Terbongkar, 8.000 Liter Solar Dan Minyak Tanah Oplosan Disita | Kabar Kendari Ditreskrimsus Polda Sultra membongkar praktik mafia BBM subsidi di Muna Barat. Sebanyak 8.000 liter solar dan minyak tanah oplosan disita, tiga tersangka ditangkap dan satu masuk DPO.
11/06/2026
Rp9,7 miliar berhasil disetor ke kas negara, tetapi perjuangan belum selesai.
Kejati Sultra mengungkap masih ada sekitar Rp175 miliar kerugian negara dari kasus korupsi tata kelola pertambangan di Kolaka Utara yang belum berhasil dipulihkan.
Kajati Sultra, Sugeng Riyatna, menegaskan pihaknya akan terus memburu aset dan menelusuri pihak-pihak yang diduga menikmati hasil tindak pidana tersebut.
Dari total kerugian negara sekitar Rp233 miliar, baru Rp58 miliar yang berhasil dipulihkan.
Bagaimana menurut Anda, apakah pengembalian aset hasil korupsi harus menjadi prioritas utama penegakan hukum?
Kejati Sultra Setor Rp9,7 Miliar Ke Kas Negara, Masih Kejar Sisa Kerugian Tambang Rp175 Miliar | Kabar Kendari Kejati Sultra menyetor Rp9,74 miliar ke kas negara dari perkara korupsi dan lelang aset. Namun masih ada Rp175 miliar kerugian negara kasus tambang Kolaka Utara
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Jalan Chairil Anwar No. 44, Watulondo, Kec. Puuwatu, Kota Kendari 93114
Kendari
93118