Indonesia Development Magazine

Indonesia Development Magazine

Share

15/09/2016

Muhammad Nasir

"SIMPAN VISI MARITIM SETELAH JOKOWI"

Pidato pertamanya memang membuat kagum masyarakat Indonesia, terkhusus mereka yang tinggal di pesisir dan pulau-pulau kecil.
Tapi, justru kepemimpinannya tak mencerminkan keseriusan untuk mencapai visi poros maritim.
Masih ingat istilah "MEMUNGGUNGI LAUT, TELUK, DANAU, SAMUDERA"?
Jika kita ikuti perkembangannya, memunggungi dipahami tak ada isi laut, teluk, danau dan samudera itu. Sehingga diisilah dengan timbunan-timbunan yang akan terlihat bangunan kokoh nan megah. Silahkan cek di berbagai daerah Indonesia massifnya pekerjaan menimbun ini. Hanya jakarta saja yang ribut karena jakarta ialah barometer pembangunan Indonesia. Jika iya tetap dilaksanakan maka dapat dipastikan seluruh daerah juga ikut. Semakin nampaklah memunggungi itu.
Kemenko Kemaritiman yang dibentuk juga tak memperlihatkan hasil apa-apa. Lihat saja berbagai program yang disusun bak kementerian Event Organizer yang melaksanakan berbagai kegiatan seremonial. Menjelang dua tahun apa yang sudah dihasilkan? Selain keributan urusan reklamasi yang hari ini memperlihatkan bahwa begitu mudahnya di remote oleh pemilik modal.
Setelah Kemenkomar giliran KKP dan KLHK yang menunjukkan jati diri pimpinannya yang tidak konsisten. Terlihat plin-plan dalam mengawal kebijakan terkait reklamasi di Jakarta.
Untuk para pejuang yang mencitakan Maritim sebagai jawaban atas kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Tetaplah membangun keyakinan masyarakat.
Simpan saja visi poros maritim itu, karena penyelenggara negara hari ini tidak paham atau pura-pura tidak paham harus seperti apa mencapainya.

Salam, MN

Want your business to be the top-listed Media Company in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Jakarta