Sarip Abdul Rohman MPdI

Sarip Abdul Rohman MPdI

Share

Tahun 2020 Begitu Banyak Kehilangan dan Semangat menapaki tahun 2021 21/12/2020

Tahun 2020 Begitu Banyak Kehilangan dan Semangat menapaki tahun 2021

Banyaknya ujian yang hadir di tahun 2020 memang terasa berat. Bagaimana tidak sejak awal tahun banyak sekali kabar duka yang terjadi secara tiba-tiba. Bahkan selama beberapa bulan berjalan banyak sekali musibah, kabar duka serta kehilangan menimpa kita semua.

Semoga di akhir tahun ada sinyal membahagiakan yang mengindikasikan perubahan di tahun 2021. Kita bersyukur manusia tetap beraktifitas membuat rejeki terus mengalir saat wabah masih melanda. Harus selalu bersyukur karena selalu ada jalan kalau manusia mau berusaha. Untuk resolusi tahun 2021, semoga badai cepat berlalu. Covid segera menyingkir dan kehidupan menjadi lebih baik di segala lini.

Tahun 2020 Begitu Banyak Kehilangan dan Semangat menapaki tahun 2021 Banyaknya ujian yang hadir di tahun 2020 memang terasa berat. Bagaimana tidak sejak awal tahun banyak sekali kabar duka yang terjadi secara tiba-tiba. Bahkan selama beberapa bulan berjalan banyak s…

02/05/2020

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 Mei 2020

Untuk seluruh guru, ustadz, pelatih coach, trainer, instruktur, pembina, dan profesi pengajaran lainnya terima kasih atas ilmu yang telah disemai

Alhamdullillah saya telah merasakan beragam profesi pengajaran diawalin menjadi kepala sekolah dasar, guru sd, guru tk/ra, guru smp, guru sma, Pelatih Pramuka juga guru bimbel dan profesi lainnya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan, Trainer Motivator, Instruktur Literasi Baca Tulis Nasional Badan Bahasa Kemdikbud, Asesor BAN PAUD PNF, dan Coach edulead. Namun yang belum terealisasi menjadi dosen semoga tahun ini terwujud.

Semua profesi pendidikan itu untuk pengembangan diri dan mengamalkan ilmu yang telah didapat. Menurut Ki Hajar Dewantoro “Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.”

“Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah”

“Dengan Ilmu Kita Menuju Kemuliaan.”

PENTINGNYA KECAKAPAN LITERASI BACA TULIS ABAD KE-21 20/03/2019

PENTINGNYA KECAKAPAN LITERASI BACA TULIS ABAD KE-21

Kecakapan literasi sangat dibutuhkan oleh siapapun terlebih siswa. Literasi merupakan keterampilan untuk mengelola informasi. Kecakapan literasi membantu manusia dalam mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, mengatur, menggunakan suatu informasi. Kecakapan literasi juga memungkin manusia mengomunikasikan informasi untuk mengatasi masalah. Pengertian literasi ti­dak hanya membaca dan menulis tapi juga mampu meng­gali, mengolah, meng­iden­ti­fi­kasi dan menggunakan informasi yang kita per­oleh ke dalam bentuk sikap dan mengkomunikasikannya kepada orang lain,” jelasnya.

Kemampuan literasi yang baik, da­pat menjadi bekal untuk anak-anak agar ke depannya bisa men­jalani kehidupan sehari-hari dengan baik sehingga siap menghadapi hi­dup di dunia nyata. Anak-anak saat ini juga dituntut memiliki empat ke­terampilan dasar yakni ke­te­ram­pilan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis dan kreatif.

Pembiasaan baca-tulis adalah penting dan bagian dari hidup keseharian kita. Paradigma lama yang mengidentikkan kegiatan baca-tulis identik dengan aktivitas sekolah tampaknya sudah harus direvisi dan diganti dengan paradigma baru, yaitu meyakini bahwa kegiatan baca-tulis merupakan kebutuhan utama dan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan, termasuk informasi atau petunjuk sehari-hari serta pendokumentasian kejadian yang berdampak besar bagi kehidupan. Ketika membeli obat dibutuhkan kemampuan untuk memahami petunjuk konsumsi pemakaian yang tertera Jika salah, tentu akibatnya bisa fatal. Bukti transaksi jual-beli berupa daya ingat tidak akan menyelesaikan masalah ketika terjadi sengketa. Yang merupakan salah satu contoh masalah bila kita tidak melek literasi

Literasi juga sangat berguna bagi siswa masa kini yang hidup di abad 21, mereka hidup di era informasi. Keterbukaan informasi yang nyaris tanpa batas menjadikan siapapun terutama siswa harus berkecakapan literasi. Ragam mata pelajaran mengharuskan siswa mampu membaca dengan baik. Untuk itulah kecakapan literasi menjadi penting. Literasi membantu siswa memahami teks lisan, tulisan, audio, maupun gambar atau visual. Dengan demikian, semakin baik literasi siswa, semakin baik p**a prestasi belajarnya

Keberadaan alat informasi dan komunikasi yang canggih, seperti komputer, laptop, android dan berbagai alat komunikasi berbasis elektronik lainnya ditengarai belum mampu mengubah mindset sebagian besar orang (pengguna) sebagai sarana mengakses ilmu pengetahuan di abad 21. Akibatnya, mereka kurang memiliki skemata pengetahuan untuk membangun sumber daya manusia yang handal dan dapat bersaing di abad 21. Peradaban abad 21 memunculkan gejala ajang kompetisi pada semua bidang kehidupan. Mereka yang tanggap dan kritis serta mampu beradaptasi dengan gejala tuntutan abad 21 akan memiliki peluang meningkatkan status sosialnya atau taraf kesejahteraannya. Sementara yang tidak mampu beradaptasi akan tersingkir dan tersisi.

Terminologi abad 21 dalam ranah lapangan kerja menuntut setiap individu untuk memiliki kecakapan atau keterampilan baik hard skill maupun soft skill yang mumpuni agar dapat terjun ke dunia pekerjaan dan siap berkompetisi dengan negara lain. Kecakapan hard skill dan soft skill yang dimaksud meliputi kecakapan berpikir kritis, komunikasi, berkolaborasi, berkreativitas dan berinovasi. Kelima kecakapan ini yaitu Learning to know (belajar menngetahui), Learning to do (belajar melakukan sesuatu), Learning to be (belajar menjadi sesuatu), dan Learning to live together (belajar hidup bersama). Keempat pilar prinsip pembelajaran ini sepenuhnya didasarkan pada kemampuan literasi. Oleh karena itu, Pemerintah mengamanahkan pembelajaran abad 21 pada dunia pendidikan. Salah satu karakteristik pembelajaran abad 21 adalah penguasaan keterampilan yang berupa literasi dasar, yaitu literasi baca-tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

Salah satu di antara enam literasi dasar yang perlu kita kuasai adalah literasi baca-tulis. Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Literasi yang paling dasar sesungguhnya tidak jauh dari kehidupan kita, misalnya kemampuan untuk membaca, menulis, menghitung, berbicara, mendengar, memprediksi, menggambarkan, dan mempersepsikan. Kemampuan literasi yang baik, da­pat menjadi bekal untuk anak-anak atau siapapun agar ke depannya bisa men­jalani kehidupan sehari-hari dengan baik sehingga siap menghadapi hi­dup di dunia nyata. Anak-anak saat ini juga dituntut memiliki empat ke­terampilan dasar yakni ke­te­ram­pilan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis dan kreatif.

Keduanya tergolong literasi fungsional dan berguna besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki kemampuan baca-tulis, seseorang dapat menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik. Terlebih lagi di era yang semakin modern yang ditandai dengan persaingan yang ketat dan pergerakan yang cepat. Kompetensi individu sangat diperlukan agar dapat bertahan hidup dengan baik.

Literasi yang ke dua yaitu Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk (a) menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari dan (b) menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Literasi yang ketiga yaitu Literasi sains dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simp**an berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains.

Literasi yang keempat yaitu Literasi Finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

Literasi yang kelima yaitu Literasi Digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.

Literasi yang keenam yaitu Literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sementara itu, literasi kewargaan adalah kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Literasi budaya dan kewargaan menjadi hal yang penting untuk dikuasai di abad ke-21. Indonesia memiliki beragam suku bangsa, bahasa, kebiasaaan, adat istiadat, kepercayaan, dan lapisan sosial. Sebagai bagian dari dunia, Indonesia pun turut terlibat dalam kancah perkembangan dan perubahan global. Oleh karena itu, kemampuan untuk menerima dan beradaptasi, serta bersikap secara bijaksana atas keberagaman ini menjadi sesuatu yang mutlak.

Keberliterasian dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia. Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke – 21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat.

PENTINGNYA KECAKAPAN LITERASI BACA TULIS ABAD KE-21 Kecakapan literasi sangat dibutuhkan oleh siapapun terlebih siswa. Literasi merupakan keterampilan untuk mengelola informasi. Kecakapan literasi membantu manusia dalam mengidentifikasi, menemukan, …

Photos from Sarip Abdul Rohman MPdI's post 28/02/2019

2019 MERINTIS PENDIDIKAN SOSIAL UNTUK MASYARAKAT

Alhamdullillah pada tanggal 11 Desember 2018 telah berdirinya Yayasan Cerah Insani dilatar belakangi keprihatinan kita tentang kondisi anak-anak muslim yang putus sekolah dan sulitnya akses pendidikan diwilayah kami, khususnya di wilayah Kp.Bedeng Sepat kali gendong RW.05 Rorotan Cilincing Jakarta Utara dan sekitarnya yang sangat ironis; di satu sisi kehidupan mereka berada dibawah garis kemiskinan dan di sisi lain perhatian mereka terhadap pendidikan masih minim khususnya pendidikan Islam dasar. Adapun Kegiatan yang akan kita mulai di tahun ajaran nanti diantaranya RA Cerah Insani, PKBM Cerah, TPQ Al Ikhlas di kampung Kesepatan lalu TBA Cerah berada di kampung Bedeng, program kerja dan aktivitas Yayasan dilakukan seirama dengan tuntutan steack holder sehingga dapat memberi manfaat, motivasi dan prestasi anak-anak yang dikelola oleh Yayasan Cerah Insani

Kami berharap dengan semboyan untuk lebih Cerdas, amanah, jujur dan untuk insan yang mandiri dapat terwujud. Juga apa yang kami cita-citakan untuk mencerdaskan bangsa ini dapat tercapai. Untuk perbaikan dan kemajuan Yayasan dimasa datang kami mohon kritik dan saran yang konstruktif sehingga tercapai cita-cita kita bersama.

Mendidik Di Era Kids Zaman Now 15/03/2018

Mendidik Di Era Kids Zaman Now Untuk dapat melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif, efisien dan tepat guna, para pengajar dan peserta didik perlu memiliki kesamaan visi dan misi dalam pelaksanaannya. Hal ini diperlukan…

Want your business to be the top-listed Finance Company in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Jalan Raya Cakung Cilincing Kp. Bedeng RT. 011/05 No. 85 Kel. Rorotan Kec. Cilincing
Jakarta
14140