Laskar Panji Rasulullah
16/09/2020
Assalamualikum warohmatullahhi wabarakatuh
Kisah Jenazah Pembeli Miras dan Selalu Mendatangi Pelacur Yang Di Sholati Oleh Sultan
Di dalam buku hariannya Sultan Turki Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kegalauan yang sangat. Ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yg dirasakannya.
Sultan pun mengajak kepala pengawal untuk keluar istana sejenak. Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blus**an di malam hari dengan cara menyamar. Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka di sebuah lorong yg sempit.
Tiba², mereka menemukan seorang laki² tergeletak di atas tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun orang² yg lalu lalang di sekitarnya sedikitpun tak memperdulikannya.
Kemudian Sultan memanggil mereka. Orang² tersebut tak menyadari kalo orang tersebut adalah Sultan.
"Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satupun di antara kalian yg mau mengangkat jenazahnya? tanya Sultan.
Siapa dia? Dimana keluarganya?" tanya Sultan lagi.
Salah seorang di antara orang² itu menjawab, ”orang ini zindiq, s**a menenggak, minuman keras dan berzina !"
"Tapi, bukankah ia termasuk umat Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam ? sergah Sultan.
Sejenak orang² itu terdiam. Sesaat kemudian, mereka pun bergerak mengangkat jenazah untuk di bawa ke rumahnya.
Melihat suaminya meninggal, sang istri pun menangis. Orang² yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.
Dalam tangisnya sang istri berucap pada jenazah suaminya, "Semoga Allah merahmatimu wahai Wali Allah. Aku bersaksi bahwa Engkau termasuk orang yang Sholeh."
Mendengar hal itu, Sultan kaget lalu bertanya, "Bagaimana mungkin dia termasuk Wali Allah, sementara orang² membicarakan tentang dia begini dan begitu, sampai² mereka tidak peduli dengan kematiannya?"
Sang istri menjawab, "Sudah kuduga pasti akan begini..."
"Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko² minuman keras. Dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yg ia mampu. Kemudian minuman² itu di bawa kerumah lalu di tumpakannya ke dalam toilet, sambil berkata, "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin," kisahnya.
Ia kemudian melanjutkan, "Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata, "malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi".
"Kemudia ia p**ang kerumah, dan berkata kepadaku, Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda² Islam".
"Orang² pun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buat bibir.
Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku, kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yg akan mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu. Ia hanya tertawa dan berkata, "jangan takut, bila aku mati, aku akan di sholati oleh Sultan nya kaum muslimin, para ulama dan para Wali", tutup sang istri.
Mendengar itu semua, Sultan Murad pun menangis. Ia kemudian berkata, "Benar Demi Allah, akulah Sultan Murad dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya".
Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki² itu di hadiri oleh Sultan, para ulama, para Wali Alla dan seluruh masyarakat.
***
Sebuah Pelajaran Berharga...
Jangan pernah mengharapkan penilaian manusia, fokus pada perbuatan baik yg kita lakukan, karena yg kita harapkan adalah ridho Allah, bukan ridho manusia..
Semoga bermanfaat....
Rasa malu sayyidah Fatimah
Suatu ketika sayyidah fatimah Az Zahra putri Rasullullah shalallahu 'Alaihi Wasallam Berada di depan rumah beliau, tiba² ada jenazah yg hendak di bawa ke kuburan lewat didepan sayyidah fatimah Az Zahra. Saat itu sayyidah fatimah bersama sayyidah Asma binti Umais yang biasa menemani dan menghibur sayyidah Fatimah setelah kepergian Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.
Tiba² saat itu sayyidah Fatimah menangis tersedu-sedu hingga membuat sayyidah Asma panik lalu bertanya, "wahai putri Rasullullah. Kenapa engkau menangis melihat jenazah itu? Ada apa dengan jenazah itu?"
Sayyidah fatimah menjawab, "setiap orang yang mati akan di bungkus dengan kain kafan yang rapat lalu akan di bawa ke lokasi pemakaman dengan di panggul oleh orang² yg membawanya" (dahulu sebelum adanya keranda mayat, jika ada orang meninggal maka di saat di bawa ke kubur jenazahnya di panggul di atas pundak org² yg membawanya).
Sayyidah Asma menjawab, "tentu wahai putri Rasulullah" kemudian sayyidah Fatimah melanjutkan, "dan akupun kelak akan di nawa ke kubur seperti itu?"
Sayyidah Asma menjawab, "benar wahai putri Rasulullah."
Lalu sayyidah Fatimah melanjutkan "itulah yang membuat ku menangis,sungguh aku sangat malu jika nanti aku meninggal kemudian di bungkus kain kafan dengan rapat lalu di angkat di atas punggung org² yg bermaksud membawaku ke kubur,sementara org yang mnggiring jenazah muslim akan melihatku, sungguh aku sangat malu karena saat itu mereka akan melihat lekuk-lekuk tubuhku."
Mendengar ungkapan sayyidah Fatimah ini sayyidah Asma berkata, "wahai putri Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam,di saat aku ke negeri Habasyah aku melihat jenazah yang di bawa ke kubur,jenazah di letakkan di sebuat tempat yang di sebut keranda, aku pikir itu bisa menutupi pandangan orang dari melihat lekuk tubuh jenazah yang di bawa."
Mendengar cerita sayyidah Asma ini tiba² tangis sayyidah Fatimah berhenti dan wajah beliau berubah berseri-seri berkata, "wahai Asma sungguh aku berwasiat,jika aku mati nanti tolong buatkan aku keranda mayat seperti yang engkau ceritakan agar lekuk tubuhku tidak terlihat saat di bawa ke kuburan."
Dan benar setelah sayyidah Fatimah meninggal, maka di buatlah keranda mayat untuknya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Support terus dengan cara Follow and share.
Akun ➖➖➖➖➖➖➖➖
📸 /🎥 .id
══════◄••❀••►══════
۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞
01/06/2020
♒♒♒♒♒♒♒♒♒♒♒
.
SETIAP FIRQAH PUNYA ULAMA
Daulah Islam (IS) mempunyai ulama,
Salafi Maz’um (SM) mempunyai ulama,
IM (Ikhwanul Muslimin) mempunyai ulama,
HT (Hizbut Tahrir) mempunyai ulama,
NU, ASWAJA, mempunyai ulama,
SUFI, TALAFI, FPI, MUI, LDII dll smuanya mereka juga mempunyai ulama mereka masing-masing.
Maka jangan engkau tanya: "Ulama manakah yang paling berilmu?"
Akan tetapi tanyalah: "Ulama manakah yang paling jujur dengan DIEN-nya?"
Kerana Ulama yang jujur dengan DIEN-nya tidak akan pernah menyembunyikan kebenaran dan kebathilan. Kerana Ulama yang jujur dengan DIEN-nya akan menampakkan kebenaran secara terang benderang. Sekalipun risikonya diusir, di ancam, di boikot, di penjara dan dibunuh. Kerana Ulama yang jujur dengan DIEN-nya jelas akan dimusuhi secara terbuka oleh orang-orang kΔfir, munafik, musyrik, penguasa zhΔlim & semua penyeru-penyeru kebhatilan. Kerana Ulama yang jujur dengan DIEN-nya akan mendzahirkan agama ini dengan apa adanya. Kerana Ulama yang jujur dengan DIEN-nya tidak akan pernah menyembunyikan perintah Tuhannya baik perintah yang ringan diamalkan mahupun perintah-perintah yang berat semisal JIHAD.
Kerana Ulama yang jujur dengan DIEN-nya akan menyerukan: “BERIMANLAH KEPADA ALLAH DAN KΔFIRLAH KEPADA TAGHUT !!”. Baca [Qs. Al-Baqarah 2 : 256]
Kerana Ulama yang jujur dengan DIEN-nya akan meneladani Nabi Ibrahim 'Alaihissalam yang tegas bersikap terhadap kekufuran, sebagaimana yang tertulis dalam Surah Al Mumtahanah ayat 4:
“Sungguh, telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekΔfiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.”
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Support terus dengan cara Follow and share.
Akun .id ➖➖➖➖➖➖➖➖
📸 /🎥 .jakarta
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Jakarta
13420