KAYYA

KAYYA

Share

03/06/2026

Minyak Mentah Menguat, Sentimen Timur Tengah dan Penurunan Stok AS Dorong Harga Naik.

Harga minyak mentah melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 03 Juni 2026, dengan WTI naik 2,7% ke level US$96,25 per barel, sementara Brent menguat 2,5% ke US$98,35 per barel. Dibandingkan posisi pekan lalu, WTI mencatat rebound lebih kuat sekitar 8,5%, sedangkan Brent naik sekitar 4,3%, menunjukkan bahwa kontrak minyak AS bergerak lebih agresif di tengah meningkatnya risk premium. Kenaikan ini juga membuat minyak tetap menjadi salah satu komoditas energi yang menonjol, mengungguli gas alam yang naik lebih terbatas di kisaran 2%.

Sentimen bullish terutama dipicu oleh memanasnya konflik Timur Tengah dan terhentinya negosiasi AS-Iran, yang kembali mengangkat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan, khususnya di sekitar Selat Hormuz. Tekanan suplai makin terasa setelah data API menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 6,8 juta barel, jauh lebih besar dari ekspektasi penurunan 3,6 juta barel. Dengan kombinasi risiko geopolitik dan pengetatan stok, trader masih cenderung menjaga bias bullish jangka pendek, meski volatilitas berpotensi tetap tinggi menjelang rilis data resmi persediaan EIA dan perkembangan diplomatik terbaru.

28/05/2026

Tembaga Melemah, Pasar Cermati Tekanan China dan Risiko Pasokan Global

Harga Tembaga bergerak defensif pada perdagangan 28 Mei 2026, melemah 0,72% ke level 6,2838. Secara mingguan, harga tembaga relatif stabil jika dibandingkan dengan 21 Mei, hanya turun sekitar 0,16%, namun masih tertinggal sekitar 1,49% dari penutupan akhir pekan lalu di 22 Mei. Tekanan hari ini terutama datang dari kekhawatiran permintaan China setelah data industri yang mengecewakan memicu aksi profit taking dan pelepasan posisi long oleh pelaku pasar.

Meski momentum jangka pendek cenderung melemah, bias fundamental tembaga belum sepenuhnya bearish. Pasar masih mencermati ketatnya pasokan global, peluang arbitrase COMEX-LME, serta risiko tarif AS yang membuat aliran stok tembaga semakin sensitif. Dibanding logam industri lain, tembaga turun lebih dalam daripada zinc yang melemah 0,24%, tetapi masih lebih kuat dibanding aluminium yang terkoreksi 1,40%. Dengan kombinasi koreksi teknikal jangka pendek dan cerita besar dari AI, elektrifikasi, serta keterbatasan suplai, tembaga masih menjadi komoditas yang layak masuk watchlist trader minggu ini.

19/05/2026

Emas Tertekan, Koreksi Berlanjut di Tengah Kenaikan Yield dan Kekhawatiran Inflasi Global.

Harga emas kembali berada dalam tekanan pada perdagangan 18 April 2026 setelah pasar merespons lonjakan inflasi global dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Spot gold bergerak melemah lebih dari 1% dan memperpanjang koreksi mingguan hingga hampir 4%, mencerminkan perubahan sentimen investor terhadap aset safe haven. Penguatan dolar AS turut membebani pergerakan emas karena investor mulai mengalihkan dana ke instrumen berbunga tinggi di tengah ekspektasi suku bunga ketat yang bertahan lebih lama.

Di tengah tekanan tersebut, pasar juga mencermati konflik Timur Tengah yang terus memicu lonjakan harga energi global. Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi sehingga membatasi potensi rebound emas dalam jangka pendek. Sementara itu, logam mulia lain seperti perak, platinum, dan palladium turut bergerak volatil, menandakan sentimen pasar komoditas masih didominasi kehati-hatian investor terhadap risiko geopolitik dan arah kebijakan The Fed.

Want your business to be the top-listed Finance Company in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Gold Coast Office Tower, Level 1 Unit C Jalan Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Kota Jkt Utara
Jakarta
14470