Socendev

Socendev

Share

20/10/2021

π˜‰π˜’π˜΅π˜Άπ˜£π˜’π˜³π˜’ π˜”π˜’π˜΄π˜ͺ𝘩 𝘫𝘒π˜₯π˜ͺ 𝘈𝘯π˜₯𝘒𝘭𝘒𝘯 𝘢𝘯𝘡𝘢𝘬 π˜”π˜¦π˜―π˜¨π˜©π˜’π˜΄π˜ͺ𝘭𝘬𝘒𝘯 𝘌𝘯𝘦𝘳𝘨π˜ͺ π˜”π˜Άπ˜³π˜’π˜©

Negara-negara di dunia, termasuk juga Indonesia saat ini tengah berlomba untuk menurunkan tingkat polusi melalui pengurangan emisi karbon. Meski mendapat dukungan dari berbagai kalangan, upaya ini menurut Arcandra Tahar Komisaris Utama PGN, tidak mudah dilakukan. Faktanya, penggunaan energi murah seperti batubara masih sangat besar.
Dari data yang ada, PLTU menyumbang 39% dari semua energi listrik yang dibangkitkan di dunia. Di Indonesia angkanya mencapai 50%. Sebagian besar PLTU yang beroperasi belum mencapai tingkat pengembalian modal yang direncanakan. Pensiun dini berarti kerugian bagi investor. Jalan yang mungkin ditempuh adalah pensiun setelah balik modal.
Saat ini pembuat kebijakan di berbagai negara menghadapi situasi rumit. Harus menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pencegahan kerusakan lingkungan. Energi punya peran besar dalam ekonomi. Makin mahal energi, makin mahal harga jual barang yang diproduksi. Sehingga, akan sulit bersaing dengan produk asing. Akibatnya ekspor turun, ekonomi pun melambat.
Pemerintah juga harus mencermati penggunaan energi terbarukan. Diperkirakan menyebabkan tarif listrik naik. Ini secara tidak langsung akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. "Sudah siapkah warga masyarakat dan pelaku usaha untuk membayar tarif listrik yang lebih tinggi?", kata Arcanda.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kebutuhan energi bakal terus meningkat. Adanya target pengurangan emisi karbon, maka peralihan pembangkit dari energi fosil menuju EBT menjadi solusi yang perlu dilakukan.
Upaya transisi ini tidak mudah dilakukan oleh PLN, sebagai satu satunya perusahaan pemasok listrik. Pasalnya, investasi hijau memerlukan biaya yang luar biasa gedenya. Indonesia memerlukan Rp 3.461 triliun hingga tahun 2030. Itu artinya, dalam setahun dibutuhkan investasi sekitar Rp 266,2 triliun. "Angka yang luar biasa besar, bahkan lebih besar dari program pemulihan ekonomi nasional kita yang Rp 172 triliun," kata Sri Mulyani.
Oleh sebab itu,batubara sebagai pembangkit energi listrik yang tergolong murah, masih sangat dibutuhkan.

Want your business to be the top-listed Jewelery/watch Store in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Jakarta