PC. Persis Banjarwangi
Tanya : Adakah dalil yang menerangkan tentang menggerakan telunjuk saat tasyahud ?
Jawab :
Dalam kaifiat salat tentunya kita harus mencotoh Rasulullah Saw, sebagaimana yang beliau perintahkan dalam sabdanya:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat (mengetahui) aku shalat” (HR. Al-Bukhari).
Kaifiat isyarat telunjuk waktu duduk tasyahhud ialah dengan cara menggerak-gerakkan telunjuk. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw dalam hadis yang diterangkan oleh Wail bin Hujr Ra:
قَالَ وَائِلُ بْنُ حُجْرٍ -فِي صِفَةِ صَلاَةِ رَسُوْلِ اللهِ - ثُمَّ قَعَدَ فَافْتَرَشَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَ وَضَعَ كَفَّهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخْذِهِ وَ رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى وَجَعَلَ حَدَّ مِرْفَقِهِ اْلأَيْمَنِ عَلَى فَخْذِهِ الْيُمْنَى ثُمَّ قَبَضَ ثِنْتَيْنِ مِنْ أَصَابِعِهِ وَحَلَقَ حَلْقَةً ثُمَّ رَفَعَ أُصْبُعَهُ فَرَأَيْتُهُ يُحَرِّكُهَا يَدْعُوْبِهَا
Wa'il ibnu Hujr Ra berkata -tentang shifat shalat Rasulullah Saw-, “Kemudian beliau duduk dan membentangkan kaki kirinya, dan meletakkan telapak tangan yang kiri di atas paha dan lutut yang kiri; dan beliau meletakkan ujung siku kanannya di atas paha kanannya kemudian menggenggamkan dua jarinya (kelingking dan jari manis) lalu membuat satu bulatan (ibu jari dan jari tengahnya) dan mengangkat jari (telunjuknya). Aku melihat beliau menggerakgerakkan telunjuknya sambil berdo’a dengannya.” (H.r. Ahmad, An-Nasai, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hiban)
Di dalam hadis di atas Wail bin Hujr Ra menerangkan cara mengangkat telunjuk dan isyarat selama tasyahud dengan menggunakan kalimat yang sharih (jelas) lagi tegas bahwa benar-benar ia melihat dengan mata kepala sendiri, yaitu; “Aku melihat beliau menggerak-gerakkan telunjuknya sambil berdo’a dengannya”. Jadi jelas bahwa telunjuk itu digerak-gerakkan selama bacaan tasyahud dari awal sampai akhir.
06/09/2025
Click here to claim your Sponsored Listing.
Telephone
Website
Address
Kp. Cibuntu Ds. Mulyajaya Kec. Banjarwangi
Garut