Distributor NASA Ende
Hubungi telpon/WA 0822 2104 6155.
#nasaende
#distributornasaende
28/06/2020
Jangan Remehkan Pupuk Boron Pada Tanaman!
Salah satu usaha pemeliharaan yang wajib dilakukan oleh petani adalah pemupukan. Ada beragam jenis pupuk yang bisa digunakan dalam pemeliharaan tanaman, misalnya pupuk urea, pupuk NPK, pupuk kalium, pupuk kandang, pupuk boron, dan masih banyak lagi.
Petani sudah sepatutnya mengetahui kandungan dan kegunaan dari jenis-jenis pupuk tersebut untuk tanaman. Salah satu jenis pupuk yang perlu diperhatikan oleh petani dalam pengaplikasiannya adalah pupuk boron (B).
Pupuk boron adalah pupuk yang mengandung mikronutrien esensial boron atau borat. Boron merupakan unsur yang hanya diperlukan dalam jumlah sedikit oleh tanaman, namun dapat berakibat fatal bila kekurangan unsur ini.
Meski hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, nyatanya kegunaan pupuk boron ini sangat beragam. Berikut adalah beberapa kegunaan pupuk boron untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Membantu Pembentukan Sel
Salah satu kegunaan pupuk boron adalah membantu dalam pembentukan sel. Pembentukan sel yang optimal secara langsung mampu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk boron adalah salah satu jenis pupuk untuk mempercepat pertumbuhan akar.
Berperan dalam Polinasi dan Produksi Benih
Selain pembentukan sel, kegunaan pupuk boron yang lain adalah membantu polinasi dan produksi benih. Polinasi atau proses transfer serbuk sari dari benang sari rupanya juga dipengaruhi oleh mikronutrien borat atau boron. Kelangsungan polinasi ini kemudian akan mempengaruhi tingkat produksi benih suatu tanaman.
Sintesis Protein
Salah satu kegunaan pupuk boron yang paling penting adalah pembentukan protein. Boron atau borat memiliki peran dalam sintesis protein yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri. Tak hanya itu, sintesis protein juga berpengaruh terhadap hasil panen tanaman.
Dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, kekurangan unsur boron rupanya mampu menyebabkan berbagai abnormalitas pada tanaman. Gejala khas yang ditunjukkan oleh suatu tanaman jika kekurangan unsur boron adalah tanaman tumbuh kerdil, adanya cabang yang berhimpit (dempet) dan juga rontoknya bunga-bunga.
Jika sudah terlihat tanda-tanda seperti di atas, ada baiknya untuk segera mengaplikasikan pupuk boron pada tanaman. Pupuk boron ini sangat mudah untuk diaplikasikan. Berbeda dengan pupuk lain yang harus dibuatkan alur di sekitar tanaman yang hendak dipupuk, pupuk boron cukup ditaburkan di tanah atau media tanam.
Berikut adalah dosis pupuk boron yang umumnya digunakan untuk beberapa jenis tanaman.
• Sayur-sayuran: 1-5 kg/Ha
• Buah-buahan: 5-8 kg/Ha
• Tanaman perkebunan: 10-15 kg/Ha
• Bunga: 5-8 kg/Ha
• Padi: 5-8 kg/Ha
• Jagung dan tembakau: 4-6 kg/Ha
• Cabai, tomat, kapas: 8-10 kg/Ha
Pupuk B yang sudah biasa dikenal adala Borax ( Na2B4O710H2O ) dan Boric acid (H3BO3 ). Serta sumber - sumber lain yang sudah ada baik dalam bentuk B tunggal atau CaB cair maupun bentuk tepung lain yang mudah larut dan tersedia bagi tanaman.
Perlu diketahui bahwa pupuk boron ini merupakan salah satu pupuk yang peredarannya diawasi dan juga dibatasi oleh pemerintah, sehingga perlu diaplikasikan secara bijaksana pada tanaman.
Referensi:
gerbangpertanian.com
ilmubudidaya.com
Penyiar :
Ramon Buga
Jika Bermanfaat, Silahkan Follow, Like, Koment dan Bagikan Tulisan Ini.
26/06/2020
Urban Farming di Tengah Pandemi COVID-19
Sebagai bentuk upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Indonesia memberlakukan aturan bagi masyarakat agar menerapkan Work From Home (WFH) yang merupakan bagian dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Nah, dengan adanya WFH, banyak orang yang memiliki waktu senggang karena sebagian pekerjaannya harus dilakukan dari rumah. Daripada bingung, waktu senggang tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan budi daya sayuran dari rumah.
Kegiatan urban farming adalah salah satu alternatif yang bermanfaat dan juga menyenangkan yang bisa dicoba untuk dilakukan. Urban farming bisa dibilang sebagai momentum yang tepat di tengah masa pandemi karena memiliki tiga manfaat sekaligus yakni ekologi, ekonomi dan edukasi.
Urban farming sendiri merupakan konsep menyulap lahan perkotaan yang terbatas seperti tempat tinggal (balkon, atap, atau lahan pekarangan), pinggir jalan, bahkan tepi sungai menjadi tempat berkebun yang produktif.
Berbagai sistem penanaman urban farming seperti vertikultur, hidroponik, dan akuaponik dapat dengan mudah diterapkan di area terbatas. Umumnya, para penggiat urban farming menyulap atap rumah mereka menjadi kebun atap, pagar rumah menjadi taman vertikal, dan sebongkah p**a menjadi kebun tanaman hidroponik yang subur.
Jenis tanaman yang menjadi favorit petani kota adalah kangkung dan bayam. Selain mudah membudidayakannya, tanaman sayur tersebut dapat dipanen dalam waktu yang singkat.
Dengan adanya kegiatan urban farming, ketersediaan pangan menjadi lebih stabil karena pekarangan bisa menghasilkan sebagian komoditas bahan pangan, hijauan di perkotaan semakin bertambah, dan kualitas udara bisa diperbaiki secara perlahan.
Nilai tambah dari kegiatan urban farming adalah hasil yang didapatkan jauh lebih sehat, seragam, dan ekonomis. Sayuran yang dihasilkan berupa sayur organik yang bebas dari bahan kimia sehingga sangat baik untuk tubuh. Selain itu, rasanya akan lebih renyah dan lezat.
Urban farming ini sangat cocok diterapkan oleh lintas masyarakat, khususnya bagi mereka yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri selama pandemi COVID-19 dan memberikan pengalaman baru.
Referensi:
gatra.com
pertanianku.com
Penyiar :
Ramon Buga
Jika Bermanfaat, Silahkan Follow Halaman ini, Like, Koment dan Bagikan
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Jalan Gatot Subroto
Ende
86317
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |