Rumah Hikmah

Rumah Hikmah

Share

Peradaban Islam lahir dan berkembang di Makkah, Madinah, Bagdad, Damascus, Cordoba, Basra, Istambul dlsb. Selain Makkah dan Madinah, dimana kota-kota Islam tersebut kini ? Bagdad yang dahulu menjadi pusat ilmu dan peradaban Islam, kini menjadi perlambang kekalahan dan keterpurukan. Damascus yang dahulu menjadi kotanya para ulama, kini identik dengan tirani yang mendzalimi rakyatnya secara luar bia

Photos 25/08/2017

: Generasi Liability.

Tantangan terbesar bagi kita adalah bagaimana me-restorasi generasi yang telah dirusak oleh peradaban sebelumnya - generasi liability.

Peradaban liability ini dicirikan oleh banyaknya ilmu sedikitnya amal, sumber daya melimpah tetapi mayoritas penduduk negeri justru miskin, konsentrasi kemakmuran ke segelintir orang, pemimpin a la demokrasi yang lalai memperhatikan kepentingan rakyat serta krisis pemenuhan kebutuhan pokok berupa makanan, air dan energi.

Kita bisa melihat semua masalah ini saling terkait satu sama lain, maka mencari solusinya-pun harus integratif meng-address seluruh masalah secara sekaligus – bukan masalah ayam dan telur yang mana yang lebih dahulu harus diatasi.

Ketika orang mengejar ilmu tetapi tidak menjadi dasar amal, budaya yang terbangun adalah budaya perdebatan, budaya wacana dan budaya akan ini dan itu. Maka kita harus memulai merintis program aplikasi amal dari ilmu yang sudah ada di masyarakat, dan selanjutnya program-program pendidikan bagi para penuntut ilmu lebih difokuskan untuk pembelajaran ilmu yang akan menjadi dasar amal.

Tidak kurang luasnya ilmu yang sudah ada di masyarakat untuk mengelola sumber-sumber kekayaan alam yang melimpah misalnya, maka dengan meng-amal-kan ilmu-ilmu mereka ini kemiskinan akan terkikis.

Masyarakat sebenarnya sudah lama tahu bahwa sumber-sumber kekayaan alam itu harus dikelola untuk kemakmuran rakyat dan bagaimana mengelola yang seharusnya, tetapi system kapitalisme telah mengkooptasi kekayaan alam tersebut sehingga tidak terjamah oleh rakyat. Maka kita bukan mengambil begitu saja kendali sumber-sumber kekayaan alam dari tangan kapitalisme dengan nasionalisasi atau sejenisnya, tetapi melibatkan rakyat untuk membeli kembali kekayaan alam mereka.

Dana-dana rakyat yang selama ini menumpuk di bank-bank tanpa rakyat tahu siapa yang menggunakan dana mereka dan untuk apa, maka kita harus mengubah tabungan masyarakat ini menjadi Asset-Based Investment atau investasi berbasis asset.

Setiap investasi atau tabungan masyarakat, terkait langsung dengan asset-asset tertentu yang mereka bisa memilih sendiri diinvestasikan ke asset yang mana dana mereka ini – rakyat bisa memilih siapa yang memutar dana investasinya dan untuk apa. Melalui cara ini tidak ada lagi sumber daya alam negeri yang tergantung pada investasi dari segelintir orang golongan tertentu atau investasi dari luar negeri.

Melalui cara ini p**a, sumber daya alam secara elegan bisa pindah kembali ke tangan rakyat – tinggal kemudian para professional mengelolanya untuk sebesar-besarnya manfaat bagi para stakeholder mereka yaitu rakyat itu sendiri. Karena pemegang kendali pengelolaan sumber daya alam bervisi untuk semaksimal mungkin manfaat bagi rakyat, maka tinggal memformulasikan apa yang paling dibutuhkan oleh rakyat ini.

Kepentingan rakyat terbesar adalah terjaganya kebutuhan pokok mereka untuk hidup, terjaganya keyakinan mereka, kehormatan mereka, terjaganya kemerdekaan pemikiran mereka, terjaganya keturunan mereka dan tentu juga terjaganya jiwa dan harta mereka.

Saat ini kita masih menantikan Pemimpin yang dapat menjalankan Visi tersebut, semoga lekas ditemukan, aamiin.

www.rumah-hikmah.com

11/01/2016

MENGAPA KITA SERING "CAPEK" DI DUNIA INI?

Beginilah al-Qur'an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap Muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya...

(1) Urusan Berdzikir (Shalat), perintahnya adalah..
"Berlarilah!"

"Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan shalat jum'at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT ALLAH dan tinggalkanlah jual beli."
TQS. al-Jum'ah: 9)

(2) Urusan melakukan Kebaikan, perintahnya adalah..
"Berlombalah!"

"Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN."
(TQS. al-Baqarah: 148)

(3) Urusan Meraih Ampunan, perintahnya adalah..
"Bersegeralah!"

"Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA.."
(TQS. Ali Imran: 133)

(4) Urusan Menuju Allah, perintahnya adalah..
"Berlarilah Dengan Cepat"

"Maka BERLARILAH kembali taat kepada ALLAH."
(TQS. adz-Dzaariyat: 50)

(5) Tapi... Urusan Menjemput Rizki (Duniawi), perintahnya hanyalah...
"Berjalanlah!"

"Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya."
(TQS. al-Mulk: 15)

Semestinya kita memahami, kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan cukup BERJALAN saja.

Jangan-jangan selama ini kita merasa lelah, capek, sibuk, tidak sempat... karena justru berlari mengejar dunia yang seharusnya cukup dengan BERJALAN..

Astaghfirullah hal'adziim..

Subhanallah.
Alhamdulillah..
Allahu Akbar!

Want your school to be the top-listed School/college in Depok?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Depok
16951