DCB Project

DCB Project

Share

21/05/2026

“MEMBAGI DENGAN ORANG YANG MENABUR FIRMAN” ,,, 👀✨🆔

“Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.”
◾Galatia 6:6 (TB)◾

Paulus mengajarkan ayat ini supaya setiap orang percaya mengerti bahwa orang yang menerima pengajaran Firman Tuhan harus belajar menghargai dan memberkati orang yang sudah melayani serta mengajarkan Firman kepadanya. Tuhan tidak mau kita hanya pandai menerima berkat rohani, tetapi tidak punya hati untuk peduli kepada orang yang dipakai Tuhan memberkati hidup kita.

Hari ini banyak orang senang mendengar kotbah yang memberkati, s**a didoakan ketika menghadapi masalah, meminta nasihat saat hidup sedang sulit, dan merasa dikuatkan lewat pelayanan hamba Tuhan.

Tetapi sering kali setelah menerima pertolongan dan penguatan, mereka lupa menghargai orang yang sudah melayani mereka. Padahal di balik setiap pelayanan ada waktu, tenaga, doa, pikiran, bahkan pengorbanan yang diberikan untuk pekerjaan Tuhan.

Ketika Paulus berkata, “membagi segala sesuatu yang ada padanya,” itu bukan hanya bicara tentang uang semata, tetapi tentang hati yang tahu berterima kasih dan tahu menghargai pekerjaan Tuhan.

Paulus sedang mengajarkan bahwa orang percaya harus belajar peduli, membantu, menopang, dan menjadi berkat bagi orang yang sudah menabur Firman dalam hidupnya.

Sebab pelayan Tuhan juga manusia biasa yang punya keluarga, kebutuhan hidup, pergumulan, tekanan pelayanan, dan kadang tetap melayani walaupun sedang lelah atau sedang menghadapi masalah pribadi.

Di zaman sekarang ini banyak orang menikmati pelayanan secara gratis. Mereka menonton kotbah di YouTube, menerima renungan di media sosial, meminta didoakan lewat chat, menikmati ibadah online, bahkan menerima konseling rohani tanpa biaya. Tetapi sering kali semuanya dianggap biasa, seolah pelayanan Tuhan tidak memerlukan pengorbanan apa pun.

Padahal di balik semua itu ada pelayan Tuhan yang mengorbankan waktu, tenaga, biaya, dan hidupnya untuk melayani umat Tuhan.

Yang lebih menyedihkan, hari ini ada banyak orang percaya yang memiliki cara berpikir yang salah, seperti:

“Tidak usah kasih kepada pendeta, pendeta pasti sudah banyak uang.” “Pendeta itu hidupnya enak.” “Masa pelayan Tuhan dibantu terus?”🥴

Pikiran seperti ini tidak sesuai dengan Firman Tuhan dan menunjukkan hati yang tidak mengerti prinsip Kerajaan Allah. Sebab Paulus justru mengajarkan bahwa orang yang menerima pengajaran Firman harus belajar membagi apa yang dimilikinya kepada orang yang memberikan pengajaran itu. Firman Tuhan tidak mengajar jemaat untuk menjadi pelit terhadap pekerjaan Tuhan.

Jangan menilai kehidupan pelayan Tuhan hanya dari apa yang terlihat di mimbar. Tidak semua pendeta hidup berkecukupan. Banyak pelayan Tuhan yang diam-diam berjuang membayar kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah anak, biaya pelayanan, membantu jemaat yang susah, bahkan tetap melayani dalam keadaan kekurangan. Ada yang tetap tersenyum di depan jemaat, tetapi diam-diam sedang memikirkan kebutuhan hidup dan pekerjaan Tuhan.

Karena itu, ketika Tuhan memberkati hidup kita melalui pelayanan Firman, Tuhan juga mau kita belajar menjadi berkat. Bukan karena pendeta sedang meminta-minta, tetapi karena Firman Tuhan sendiri mengajarkan demikian.

Orang yang dewasa rohani tidak hanya pandai berkata, “Saya diberkati,” tetapi juga memiliki hati untuk menghargai, mendukung, dan memberkati orang yang dipakai Tuhan untuk membangun kehidupan rohaninya.

Sebab hati yang benar-benar disentuh Firman tidak akan menjadi hati yang pelit, curiga, dan penuh perhitungan terhadap pekerjaan Tuhan. Justru Firman Tuhan akan melahirkan hati yang tahu berterima kasih dan s**a memberi dengan tulus.

Seorang pria setiap hari mengambil air dari sebuah sumur untuk kebutuhan keluarganya. Dari sumur itu keluarganya bisa minum, memasak, mandi, dan menjalani hidup dengan baik. Tetapi selama bertahun-tahun ia hanya mengambil air tanpa pernah peduli menjaga sumur itu. Sampai suatu hari sumur itu rusak dan airnya berhenti mengalir. Saat itulah ia sadar bahwa selama ini ia menikmati manfaatnya, tetapi tidak pernah memperhatikan sumber yang memberinya kehidupan.

Demikian juga banyak orang percaya. Mereka menikmati pengajaran Firman, doa, penguatan rohani, nasihat, dan pelayanan Tuhan melalui hamba-hamba-Nya, tetapi lupa untuk menghargai dan mendukung orang yang dipakai Tuhan tersebut. Jangan hanya menikmati berkat rohani, tetapi belajarlah juga menjadi berkat bagi orang yang sudah melayani hidupmu.

***

“Orang yang diberkati Firman seharusnya belajar memberkati orang yang menabur Firman.”

“Jangan hanya menikmati pelayanan, tetapi belajarlah menghargai pelayanannya.”

“Hati yang dewasa rohani bukan hanya pandai menerima, tetapi juga tahu memberi.”

“Firman Tuhan tidak mengajar kita menjadi pelit terhadap pekerjaan Tuhan.”

“Pelayanan mungkin terlihat gratis, tetapi selalu ada harga yang dibayar oleh orang yang melayani.”

Kiranya Kasih dan Perlindungan serta Berkat2 Tuhan Menyertai kita semua yang mengasihiNYA ,,, Amen! 💟✝️

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Depok?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Depok
16431