Bercanda

Bercanda

Share

10/05/2026

buat apa pinter kalau nyebelin 🤭 sebenarnya bukan anti kepintaran.
Yang dikritik adalah cara seseorang memakai kepintarannya.

Ada orang yang:
s**a merendahkan,
selalu ingin paling benar,
membetulkan orang di depan umum,
memakai ilmu untuk menang debat,
atau membuat orang lain merasa kecil.

Akhirnya orang tidak membenci ilmunya, tapi energi yang dibawanya.

Secara psikologis, manusia lebih dulu merasakan emosi daripada logika.
Jadi meskipun seseorang benar, kalau cara penyampaiannya menusuk ego orang lain, pesan itu sering ditolak.

Itulah kenapa:
guru yang sabar lebih diingat daripada guru paling jenius,

pemimpin yang menghargai orang lebih diikuti,

teman yang membuat nyaman lebih dicari.

Kepintaran tanpa empati sering berubah jadi kesombongan halus.
Kadang bukan karena merasa jahat, tapi karena terbiasa merasa: “Kalau aku benar, kenapa harus lembut?”

Padahal kedewasaan bukan cuma kemampuan berpikir cepat, tapi juga:

membaca situasi,
menjaga harga diri orang lain,
tahu kapan bicara,
tahu kapan diam.
Menariknya, orang yang benar-benar pintar biasanya justru makin rendah hati.
Karena makin banyak yang dipelajari, makin sadar bahwa dirinya juga terbatas.

Sedangkan orang yang baru merasa pintar sering:

ingin terlihat paling tahu,

haus validasi,
sulit menerima koreksi.
Jadi kalimat itu bisa dimaknai begini:

Kepintaran yang tidak membuat manusia lebih bijak, akhirnya cuma jadi alat untuk meninggikan diri.

Karena pada akhirnya, manusia tidak hanya diingat dari seberapa cerdas dia berbicara, tapi dari bagaimana perasaan orang lain setelah berbicara dengannya.

25/04/2026

Melitas jalan kesiman denpasar rombongan bule
Mengalami insiden entah apa penyebab nya ,

Menarik perhatian Warga sekita

11/04/2026

Kocak Konoha katanya sudah sesuai sop , kebijakanya tidak memihak rakyat nya. , sebagai pelayan masyarakat 😂

🔥 Rp25 Miliar untuk Rumah Dinas, Rakyat Menjerit! Ini Fakta Demo Mahasiswa Kaltim yang Ricuh

Mahasiswa Kalimantan Timur murka! Aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Samarinda (9/4/2026) berujung ricuh setelah membongkar anggaran fantastis Rp25 miliar untuk renovasi rumah dinas Gubernur dan Wakil Gubernur.

Fakta Kunci:
* Pemicu: Anggaran Rp25 M dianggap tak wajar di tengah himpitan ekonomi rakyat, apalagi hanya untuk fasilitas pejabat.
* Aksi Memanas: Demonstrasi puluhan mahasiswa (termasuk PMII) berubah ricuh; pagar kantor gubernur rusak dan tiga mahasiswi pingsan akibat bentrokan dengan aparat.
* Tuntutan: Mahasiswa mendesak pembatalan anggaran mewah ini dan pengalihannya untuk prioritas mendesak seperti kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.
* Kontroversi Tambahan: Isu ini makin panas setelah sebelumnya juga sorotan pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar. DPRD mengaku tidak pernah membahas detail anggaran renovasi ini secara terbuka.

Situasi ini menegaskan ketegangan antara prioritas pemerintah daerah dan desakan rakyat akan keadilan anggaran.

Want your business to be the top-listed Media Company in Denpasar?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Jalan Bedahulu Gang
Denpasar
80239