Ramadhan Project

Ramadhan Project

Share

Created by Menuju Cahaya Foundation

28/02/2026

Did you send Salawat to our Beloved Prophet ﷺ today?

صَلَّى ٱللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 💚🌹💚🌹💚🌹

19/02/2026

Bayangkan suasana Madinah setelah badai besar bernama Karbala berlalu.
Nama Husayn ibn Ali telah menjadi simbol pengorbanan.

Sementara sebelumnya, kakaknya, Hasan ibn Ali, telah lebih dulu wafat.
Umat sedang goyah.
Luka masih terbuka.

Dan orang-orang mulai bertanya: “Siapa sekarang dari keluarga Ali yang akan berdiri?”

Di tengah suasana itu, ada satu sosok yang jarang dibicarakan, tapi penting.
Namanya:
Muhammad ibn al-Hanafiyyah.
Ia adalah putra dari
Ali ibn Abi Talib.
Namun ibunya bukan Fatimah.
Ibunya bernama Khaulah binti Ja’far, dari kabilah Bani Hanifah.

Karena itu ia dijuluki al-Hanafiyyah — bukan karena mazhab, tapi karena garis ibunya.
Muhammad tumbuh sebagai lelaki pemberani, alim, dan zuhud.

Ia ikut dalam beberapa peristiwa penting.
Ia hidup lebih lama setelah Hasan dan Husain wafat.
Dan di sinilah cerita menjadi menarik.
Setelah tragedi Karbala, muncul kelompok yang sangat terpukul dan marah terhadap kekuasaan Bani Umayyah.

Sebagian dari mereka mencari simbol harapan.
Mereka ingin figur dari Ahlul Bait yang bisa menjadi titik perlawanan.
Beberapa kelompok — terutama yang kemudian dikenal sebagai Kaisaniyyah — mulai meyakini bahwa Muhammad ibn al-Hanafiyyah adalah sosok yang ditunggu-tunggu.

Sebagian bahkan menganggapnya sebagai Mahdi.
Tapi di sinilah pentingnya kejujuran sejarah.
Mayoritas ulama Ahlus Sunnah tidak menerima klaim tersebut.
Dalam riwayat yang kuat, Muhammad ibn al-Hanafiyyah sendiri tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Mahdi.

Ia tidak membangun gerakan mesianik.
Ia tidak mengumumkan diri sebagai pemimpin akhir zaman.
Ia hidup sebagai bagian dari keluarga besar Ali — dihormati, tetapi bukan figur kenabian, bukan p**a Imam ma’shum menurut Sunni.

Yang menarik?
Namanya sempat menjadi simbol harapan politik.
Bukan karena ia mencari itu.
Tapi karena situasi zaman memaksa orang mencari figur penyelamat.

Dan sejarah sering seperti itu.
Kadang seseorang dijadikan “jawaban” oleh keadaan,
padahal ia sendiri tidak pernah mengaku sebagai jawaban itu.

Jadi siapa Muhammad ibn al-Hanafiyyah?
Ia adalah:
Putra Ali.
Saudara Hasan dan Husain (beda ibu).
Lelaki saleh dan terhormat.
Sosok yang pernah dijadikan simbol Mahdi oleh sebagian kelompok.

Namun tidak diakui mayoritas ulama sebagai Mahdi.

Bukan tokoh legenda.
Bukan figur mitos.
Tapi bagian nyata dari sejarah keluarga Ali yang kompleks dan penuh dinamika.

12/02/2026

/PODCAST

🎧 Ramadhan Project — Podcast on SpotifyThis appears to be an audio series hosted on Spotify, titled Ramadhan Project. There isn’t an official written description available publicly (Spotify’s show pages often don’t include text unless the creator adds one) — but from browsing the available episodes (via the Spotify site) and indexing info, we can see that:...

ramadhanproject7.wordpress.com

Want your business to be the top-listed Media Company in Cirebon?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Dr Cipto Mangkusumo No 76
Cirebon
45132

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00