Relawan RZ Cimahi
Empat tahun berjuang dalam 'Badan Keamanan Rakyat' (BKR)
Cimahi, 25 Agustus 2017. Gemerlap bintang dan angin malam, membuat hangat pembicaraan malam ini. Masih dalam suasana kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun, Relawan Nusantara Cimahi kini mengadakan silaturrahmi ke rumah salah satu Veteran yang masih ada di kota Cimahi.
Dari hasil sidang PPKI sebelumnya telah merencanakan pembentukan tentara kebangsaan. Para pemimpin pada waktu itu memilih untuk lebih menempuh cara diplomasi untuk memperoleh pengakuan terhadap kemerdakaan yang baru saja diproklamasikan. Anggota BKR saat itu adalah para pemuda Indonesia yang sebelumnya telah mendapat pendidikan militer sebagai tentara Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), KNIL dan lain sebagainya.BKR telah di bubarkan pada 5 oktober 1945 dan berganti nama menjadi TKI (Tentara Keamanan Rakyat)
Pak Amir Husein 93 tahun. Beliau lahir pada 3 April 1924 dan dengan di dampingi sang istri Ibu Ening Ningsih yang kini usianya menginjak 87 tahun. Awal mula perjuagan beliau setelah berhasil merebut kemerdekan Indonesia adalah menjadi BKR (Badan Keamanan Rakyat) selama kurang lebih 4 tahun 4 bulan. Konfrensi demi konfrensi dari mulai Lingkar Jati, Meja Bundar, hingga menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia).
Di tahun yang penuh perjuangan, sang Istri menceritakan bahwa dulu Pak Amir pernah terluka di bagian kaki kananya karena tertusuk sungkur, dan di pukul oleh tentara penjajah di bagian telinganya sehingga kini Pak Amir sudah tidak bisa berjalan dan kurang mendengar. Penglihatan beliau pun sudah berubah menjadi gelap sejak 5 tahun lalu lantaran sakit.
Pak Amir sekarang tinggal di Komp. KCVRI Kodya No.48 Cipageran -Cimahi utara. Rumah yang di tempati saat ini adalah bantuan dari pemerintah, Pak Amir dan Ibu Ningsih mempunyai 9 orang anak. Untuk kebutuhan sehari-hari Pak Amir mengandalkan uang pengsiun yang hanya cukup untuk makan berdua dan bantuan dari anak-anaknya.
Dulu, Ibu Ningsih pun berada di DU (Dapur Umum) yang dimana ikut membantu para pejuang veteran. Pasangan ini sangat fasih dengan bahasa Belanda dan Jepang, bahkan Pak Amir berpesan "Jibun no Koto jibun de suru" yang artinya "Urusan mu, itu tanggung jawab mu".
Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan kesabaran beliau di masa itu, kami Relawan Nusantara Cimahi memberikan bingkisan kemerdekaan berupa Paket sembako, Hygent Kyt, kue dan 6 kaleng kornet.
Alhamdulillah Pak Amir beserta istri senang sekali mendapatkan bingkisan, tak lupa sebelum pulang Pak Amir berpesan kembali "Banyak bersyukur kalian para kaum muda yang hidup di masa ini, dan jangan pernah sekali-kali meninggalkan ajaran Agama".
DIMANA QURBAN ANDA MEMBERI MANFAAT?
Sahabat, Qurban Anda bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan hingga ke berbagai perdesaan di Indonesia. Diantaranya adalah Dusun Nampu, Kecamatan Plandaan, Jombang. Mata pencaharian yang rata-rata adalah buruh tani menjadikan mereka kurang mampu secara ekonomi.
Olahan daging Qurban menjadi kornet dan rendang yang dikemas dalam kaleng, memudahkan proses distribusi hingga berbagai penjuru Negeri. Semoga semakin banyak kemanfaatan yang bisa dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
www.rumahzakat.org
Info Qurban: www.sharinghappiness.org
15/08/2017
TANGGAP BENCANA KEBAKARAN BERSAMA RELAWAN RUMAH ZAKAT CIMAHI
Cimahi, 12 Agustus 2017. Relawan Rumah Zakat Cimahi melaksanakan kegiatan Simulasi Tanggap Bencana kebakaran di SMP IT Baitul Anshor Cimahi. Kegiatan tersebut merupakan Program dari Komite Relawan Nusantara (KRN).
Kegiatan ini merupakan bentuk pelatihan bagi Siswa/Siswi Pelajar Siaga Bencana (PSB) Agar bisa mengedukasi penangulangan bencana khususnya pada kebakaran yang bisa terjadi di dalam ataupun luar ruangan.
Sebanyak 70 siswa Laki-laki dan Perempuan mengikuti acara pelatihan ini, dengan tema materi yang di sampaikan "Yuk,cermat dalam memadamkan api". Pemateri kali ini terjun dari Relawan Rumah Zakat Cimahi yaitu Kang Umar Al-Faruq. Kang Umar menjelaskan kebakaran adalah sesuatu bencana yang disebabkan oleh api atau pembakaran tidak terkawal, membahayakan nyawa manusia, bangunan atau ekologi. Ia boleh jadi sengaja atau tidak sengaja. Kebakaran lazimnya akan menyebabkan kerusakan atau kemusnahan pada binaan dan kecederaan atau kematian kepada manusia.
Setelah siswa menerima materi beserta cara penanganan kebakaran, para siswa di ajak langsung untuk melihat simulasi kebakaran ini, salahsatunya dengan menggunakan peralatan yang tersedia di sekitar kita, dari mulai air, kain yang basah, hingga menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Simulasi ini bertujuan agar siswa dapat melihat dan merasakan langsung bagaimana cara penaganan yang tepat, sehingga jika terjadi musibah kebakaran para siswa tidak panik dan dapat mencegah agar tidak terjadi kerusakan yang lebih besar.
25/04/2017
Penanaman pohon bersama Anak Jalanan, Bobotoh Taqwa, Remaja Masjid Al Istiqomah dan karang taruna setempat di Gunung Bendera βπΏπ±β¨
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar) . Katakanlah (Muhammad), βBepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).β (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42)
Mari jaga alam Kita, maka alam akan menjaga kita
Mari pelihara alam kita, maka alam akan memelihara kita ππβ
Gimana cara alam menjaga & memelihara kita ??? π€
Dengan tidak menjatuhkan badan mereka karena kegundulan Hutan. π
Relawan RZ Cimahi dalam memperingati HARI BUMI sedunia mengadakan PENANAMAN POHON pada hari Minggu (23/04) di Gunung Bendera, Kabupaten Bandung Barat.
Alhamdulillah banyak komunitas lain yang diajak bersinergi untuk ikut andil dalam peringatan kali ini, yaitu :
1. Bobotoh Taqwa (BOTAQ)
2. Remaja Masjid Al Istiqomah (REMASIS)
3. Anak Jalanan Cimindi (ANJAL)
4. Karang Taruna Setempat.
Panas terik matahari tak mematahkan semangat kita, demi terbentuknya alam yang Lestari, yang senantiasa memberikan ni'mat & selalu mengingatkan kita padaNya akan keindahan alam kita. ππ±πΏβ
Sambutan hangat pun kami rasakan setibanya di Beskem Gunung Bendera. βΊπ±πΏβ
"Saya mewakili warga sekitar gunung bendera mengucapkan terimakasih banyak akan kebaikan dan kepedulian Relawan RZ yang mengadakan Penanaman Pohon di Gunung Bendera ini, karena memang disini pun gunungnya masih gundul, semoga kita bisa terus bersilaturahim dan bersinergi lagi untuk kelestarian alam ini" Ujar kang Irwan, Ketua Karang Taruna dan Ketua Pengurus Gunung Bendera
Terimakasih kepada para donatur yang sudah menyisihkan sebagian hartanya demi terbentuknya alam yang Lestari. π
11/04/2017
ANAK-ANAK MENJADI KORBAN SERANGAN SENJATA KIMIA DI SURIAH
Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menyatakan bahwa serangan senjata kimia yang terjadi di Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, Suriah telah menyebabkan 58 orang meninggal. Sementara itu Mohammed Rasoul, Penanggung Jawab Layanan Ambulance di Idlib melaporkan bahwa yang meninggal adalah 67 orang dan 300 orang luka-luka. Dan salah satu badan bantuan, Uni Perawatan Medis dan Organisasi-organisasi Bantuan (UOSSM), menyebutkan korban meninggal lebih dari 100 orang.
Edlib Media Center (EMC) dan LCC meyakini bahwa zat yang digunakan dalam serangan adalah zat saraf Sarin, yang sangat beracun dan dianggap 20 kali lebih mematikan dibanding sianida. Ahli senjata kimia, Dan Kaszeta mengatakan bahwa untuk menentukan apakah benar Sarin digunakan hanya dengan memeriksa video klip, sangat susah. Dia menambahkan bahwa serangan itu bisa merupakan hasil dari bahan kimia apa pun karena semua zat kimia cenderung "menimbulkan efek fisiologis yang sama pada tubuh manusiaβ. Sarin hampir mustahil untuk dideteksi karena bening, tidak berwarna dan tidak mengandung rasa, serta dalam bentuknya yang paling murni, tidak memiliki bau.
Kelompok Syrian Observatory for Human Rights mengutip sumber-sumber medis di Khan Sheikhoun yang menyebutkan terdapat 11 anak-anak yang meninggal dunia. Adapaun mereka yang terdampak serangan yang diduga kimia mengalami gejala-gejala seperti muntah-muntah, pingsan dan mengeluarkan busa dari mulut.
Mohammed Rasoul mengatakan bahwa ia menerima kabar tentang serangan udara sekitar pukul 06.45 waktu setempat pada Selasa (04/04). Ketika tiga mobil ambulansnya tiba di lokasi sekitar 20 menit kemudian, petugas medis mendapati warga dalam kondisi sesak nafas di jalan, kata Rasoul.
"Tim kami masih berada di sana, memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain karena rumah sakit penuh. Saya berkomunikasi dengan tim saya dan mereka baik-baik saja, tetapi kondisi di sana sangat buruk dan sebagian besar dari mereka yang menderita adalah anak-anak," tambahnya.
Jika serangan ini memang serangan gas, maka serangan kali ini tercatat sebagai salah satu serangan kimia yang paling banyak merenggut korban jiwa di Suriah sejak pecah perang saudara enam tahun lalu.
Sumber: bbc.com
Mari bergerak, bantu saudara-saudara Suriah.
Transfer donasi:
Mandiri 132000 481 974 5
BNI Syariah 155 555 5589
Click here to claim your Sponsored Listing.
Telephone
Website
Address
Cimahi