HRD Racing Project
Exhaust & Engine Motor Craftsman
Established since 1995
dm/wa/line/sms +6281288499950
Serve without limits �
Handmade native Indonesia �
12/06/2021
PERKENALKAN: BTS Meal, produk terbaru keluaran restoran cepat saji McDonald. Isinya nugget, french fries atau kentang goreng, minuman kola, dan dua saus yaitu cajun dan sweet chilli.
Ini bukan produk biasa. Konon, dinarasikan oleh McDoald, ini menu favorit yang biasa dipesan grup musik BTS asal Korea Selatan.
Yang membuatnya istimewa bukan paket makanannya, tapi bungkus makanan yang menggunakan warna khas BTS yaitu ungu, berbeda dengan warna khas McDonald yang merah dan kuning.
Sontak menu baru ini diserbu Army, nama penggemar BTS. Antrean ojek online mengular di gerai-gerai McDonald di sejumlah wilayah di Indonesia. Karena menimbulkan kerumunan, sejumlah gerai ditutup aparat berwenang.
Chef Arnold, juri acara MasterChef, harus merogoh Rp 3 juta untuk mendapatkan menu yang lagi happening ini.
Bah, Rp 3 juta untuk nugget dan kentang goreng. Maaf, ini bukan nugget atau kentang goreng. Ini BTS meal. Beda, Bos.
Anda mungkin sulit membayangkan. Tapi, ini bukan kasus baru. Ada orang yang dengan gembira merogoh ratusan juta rupiah untuk sebuah Hermes. Itu lho, sejenis tas jinjing yang biasa dipakai para perempuan.
Hah, tas jinjing kecil seharga ratusan juta? Maaf, ini bukan tas jinjing. Ini Hermes. Beda, Bosque.
Anda yang tidak familiar dengan Hermes barangkali familiar dengan Brompton. Ada orang yang rela mengeluarkan uang seratus juta untuk sebuah Brompton.
Alamak, sepeda seharga mobil? Maaf, ini bukan sepeda. Ini Brompton. Beda, Bro.
Atau Anda mungkin ingat, beberapa tahun lalu orang mengantre membeli sebuah batu bata dengan logo Supreme seharga Rp 1,5 juta. Batu bata? Sekali lagi maaf, ini bukan batu bata. Ini Supreme. Beda, Kawan.
Nilai tanda dan fetisisme komoditas
Barangkali kita sulit membayangkan fenomena di atas. Tapi sesungguhnya ini realitas kita sehari-hari: mengonsumsi sesuatu bukan karena kebutuhan primernya tapi karena tanda dan makna yang dilekatkan para pedagang pada komoditas itu.
Ini sebenarnya urusan sederhana: soal dagang. Mencari untung. BTS Meal cuma perkara dua jenis saus baru McD.
Tapi dibuat sedemikian complicated oleh para saudagar agar pembeli merasakan sensasi abstrak pada barang yang dibeli. Sensasi itu serupa ectasy, nagih dan ingin lagi, lagi, dan lagi.
Setelah era revolusi industri di abad ke-19, peradaban penghuni planet ini bergulir ke era konsumsi di abad ke-20. Mode of production telah digantikan oleh mode of consumption, kata Jean Baudrillard, sosiolog dan filsuf asal Perancis.
Menurut Baudrillard, seluruh kehidupan manusia adalah objek-objek konsumsi. Melalui objek-objek yang dikonsumsi itu manusia menemukan makna dan eksistensi dirinya.
Jadi, BTS Meal yang fenomenal itu sebenarnya bukan cerita baru. Para pengumpul kapital dengan sangat lihai mampu menstimulasi hasrat manusia untuk tidak berhenti mengonsumsi beraneka ragam komoditas yang dihasilkan oleh mesin-mesin industri kapitalis.
Hasrat mengonsumsi tidak lagi didorong oleh kebutuhan primer atau nilai guna dari sebuah produk, tapi oleh simbol atau tanda yang dilekatkan pada produk itu.
Maka, BTS Meal bukan sekadar nugget atau kentang goreng yang dicocol saus. Ia adalah tanda yang memiliki makna tertentu. Simbol atau tanda ini jauh lebih penting dari nilai gunanya.
Oleh karena itu, jangan heran kalo kardus atau kertas pembungkus BTS Meal dilego dengan harga selangit di toko online.
Barangkali boleh dibilang, BTS Meal adalah sebuah pengalaman abstrak imajinasi fiktif duduk semeja bersama V, Jeon Jung-kook, Jimin, Suga, Kim Seok-jin, RM, dan J-Hope sambil mencocol cajun atau sweet chilli dan mendengarkan Boy with Luv yang menghentak.
Dalam dunia tanda, realitas sejati dan realitas semu sulit dipisahkan, tak dapat dikenali. Ia berkelindan menciptakan realitas baru dalam bentuk ilusi.
Dalam dunia ilusi, yang saling berhubungan bukan lagi antarmanusia, tapi tanda-tanda imajinatif yang menyerupai pengalaman real.
Tanda-tanda ini diciptakan bukan demi memberikan kebahagiaan kepada konsumen, tapi sebenarnya hanya demi satu tujuan: akumulasi modal.
Namun, masyarakat konsumen memuja nilai tanda itu. Theodore Adorno dari Sekolah Frankfurt mencetuskan istilah yang dapat menggambarkan situasi ini: fetisisme komoditas, pemujaan atas sebuah produk industri.
Repost
Ingaaa.. Ingaaa..
Posyandu
teman brjuang para mekanik akar rumput.
04/06/2021
Sing paling mungil 😘
28/05/2021
22/05/2021
CARA menghilangkan malas? Merasa loyo lemas tidak bergairah menjalani hidup + merasa tidak ada tujuan hidup? DZIKRUL MAUT, REMEMBERING DEATH, MENGINGAT AJAL. Tapi, ini BEDA.
Mengingat ajal, kita gunakan untuk reminder (pengingat), bahwa masih ada banyak sekali hal di dunia ini yang BELUM kita lakukan.
Jadi sayang banget, kita minggat dari dunia ini, dan belum banyak hal yang kita cicipi.
Mari kita kontemplasi sejenak…
Lifespan—perkiraan waktu usia hidup—kita di dunia, normalnya, rata-rata di angka usia 60-an.
Menurut berbagai riset penelitian tahun 2017 di UK, kita menghabiskan lebih dari 1/3 waktu usia hidup kita, untuk istirahat-tidur, kurang lebih angkanya, 227.760 jam, atau setara 26 tahun!
So…
60 tahun jatah usia - 26 tahun habis untuk tidur = tersisa 34 tahun.
Menurut riset yang sama, kita menghabiskan total waktu untuk makan + mengunyah, selama 2.365.200 menit, atau setara 4.5 tahun!
Maka…
34 tahun usia tersisa - 4.5 tahun habis untuk waktu makan = tersisa 29.5 tahun.
Dan menurut riset yang sama juga, kita menghabiskan total waktu untuk commuting (transportasi sana-sini) + entertainment (hiburan nonton tv, nonton youtube, ribut di Twitter, ribut di whatsapp group keluarga, dan sejenisnya), kurang lebih 72.720 jam, atau setara 8.3 tahun!
Berarti…
29.5 tahun usia tersisa - 8.3 tahun habis untuk commuting & entertainment = tersisa waktu 21.2 tahun.
Nah, jatah sisa usia waktu 21 tahun ini, oleh kita, rata-rata PASTI, dihabiskan ke salah satu, dari 2 (dua) hal besar:
Memilih stuck terjebak seumur hidup menjalani kehidupan yang BOBROK, BORING, MEMBOSANKAN, KAMPRET LAH GAK ADA ENAK-ENAKNYA, dengan cara seperti… asal memilih pekerjaan dan bekerja di tempat kerja yang dibenci setengah mati, dengan upah gaji yang bikin makan ati, dengan teman-teman kerja dan lingkungan kerja yang membikin darah-tinggi… intinya seumur hidup menjalani kehidupan yang TIDAK FULFILLING sama sekali. ATAU…
Memilih berambisi meninggalkan catatan perjalanan hidup yang THRILLING, FULFILLING, AMAZING! …dengan cara misal… berupaya keras bisa bekerja di tempat perusahaan yang diinginkan. Dengan gaji tinggi yang benar-benar diusahakan seambisius-ambisiusnya. Pokoknya diri harus bahagia! Sebelum mati harus dapat pekerjaan serba enak dengan gaji wadaw hwarakadah yang aimakjang besarnya. Harus dapat, pokoknya. Apabila pekerjaan tinggi bonafid seperti demikian menurut kalkulasi kemampuan ternyata terlalu sulit diwujudkan, dan ternyata membangun kerajaan bisnis sendiri lebih feasible alias lebih bisa direalisasikan, GO FOR IT! Ayo kita bikin usaha dari garasi, dari gudang, dari kamar kosan, yang akan bisa berdampak besar kepada dunia, minimal berdampak besar pada isi dompet dan isi rekening bank kita. Pokoknya gimana caranya, hidup setiap hari itu harus selalu EXCITED! MENDEBARKAN! MENEGANGKAN! MENYENANGKAN, karena ada HAL BESAR yang sedang disasar dan ingin diwujudkan.
Kita punya jatah waktu tersisa 21 tahun, bro… sis…
…untuk doing something BIG…
21 tahun itu waktu yang sangat cukup lama dan amat berharga sekali,
…untuk kita pursuing our deepest dream… menghidupkan mimpi terdalam kita selama ini…
dan berhenti menjalani hidup yang membosankan, menyakitkan, dan begitu-begitu saja…
Masih banyak, kan? Hal-hal baru, unik, hebat, mendebarkan, menyenangkan, yang belum kita lakukan selama ini?
Seperti…
Belajar membaca notasi musik (not balok) ♩ ♪ ♫ ♬ …sudah pernah?
Mendalami bahasa China 我爱你 dialek Mandarin, dialek Hokkien, dialek Shanghainese, dialek Cantonese, dialek Fujian… ce mingkia si siang e?
Belajar bahasa Arab logat Yaman, logat Mesir, logat Qatar, logat Saudi Arabia… sehingga bisa membedakan asal-usul orang Arab ketika dia mengatakan masmukal karim atau isy ismak, dan ketika dia mengatakan syuf, leys, atau zeyn…
Belajar bongkar pasang motor sendiri; bisa bongkar gak bisa pasang lagi… pernah?
Masak telor ceplok sambil merem… pernah coba?
Pesan menu makan di warteg / di KFC pakai isyarat tanpa suara, pernah?
Ikut anggota ormas dan petantang-petenteng, pernah?
Berenang jarak 5 meter bolak-balik 12 kali tanpa jeda, pernah?
Bikin pecel-gendar sambal kacang khas Surakarta, hayo, pernah?
Ngepèl aspal, literally ngepèl aspal, dan ditonton banyak orang, pernah?
Kunyah golok (latihan debus), pernah?
Memelihara ikan piranha.
Memelihara pelakor.
Begal partai.
Buka usaha rentenir.
Jadi debt-collector, dan ditato di dada dengan tato gambar kapak + linggis, dengan tulisan tato: cemunguuuuddhh!
Bungee jumping, beneran bungee jumping alias terjun lenting, di Seminyak Bali, atau di Rajamandala Bandung, atau di Kulon Progo Yogyakarta.
Belajar three point shooting (olahraga basket) minimal 10 kali masuk berturut-turut tanpa gagal.
Bikin kue sprit, kue puteri salju & kue nastar buat lebaran; masukin ke toplès kecil yang jari tangan orang susah masuk buat ambil kuenya, jadi tetap awet gak habis-habis—paling siap-siap saja nanti, pas mati kena kutuk: Adzab Bagi Orang yang Pelit Ngasih Kue Nastar Lebaran, Isi Makam Penuh dengan Toplès Lebaran.
Seharian speaking English dengan aksen British.
Iseng mengirim surat lamaran ke gedung DPR RI meminta posisi pekerjaan sebagai Office Boy dengan rincian gaji, tunjangan, bonus, asuransi, benefit, dst, dsb, dll, dllaj, ses**a hati.
Menguasai Go, Scala, Objective-C, SQL, JAVA, Python, Perl, Swift, dan melamar ke Google.
Meng-hire belasan karyawan / karyawati dan menggaji mereka untuk menguasai Trading & Cryptocurrency.
Serius membuat film pendek yang mengubah hidup banyak orang.
Serius menggarap single album (lagu) yang bisa mencerahkan suasana hati siapapun yang mendengarnya.
Serius menulis cerita pendek dan dimuat di Kompas.
Serius menulis novel roman.
Serius menulis buku pelajaran yang penyampaiannya simpel dan mudah dimengerti.
Serius mengejar gajian Google Adsense.
Serius mengejar posisi Star Seller Shopee.
Serius mengejar penjualan Rp100 juta pertama dari serius usaha dropship.
Serius mengejar 100.000 subscriber pertama di YouTube.
Serius mengejar spesialisasi kardiologi, ortopedi, gastroentrologi, urologi, obstetri ginekologi, keahlian anestesi, plastic surgery, dan robotic surgery.
To the point menyatakan perasaan kepada seseorang yang selama ini dis**ai.
Berkenalan dengan 20 orang baru setiap hari, dan belum pulang ke rumah sebelum di hari itu benar-benar ngobrol dan berkenalan dengan 20 orang baru.
Belajar membuat bakso sapi, mie ayam, dan soto ayam sendiri.
Belajar meracik bumbu masak sendiri.
Ngerti beda merica vs ketumbar, jahe vs lengkuas, kunyit vs kencur, wijen vs jintan, kemiri vs pala.
Membangun rumah-makan lesehan teduh yang dirimbuni pohon kerukup siam (kersen) yang di samping kanan kiri depan belakang berisi kolam penuh ikan koi.
Sekali seumur hidup mengkhatamkan salah satu terjemah kitab Al-Qur'an, Bibel, Torah-Tanakh-Talmud, Weda-Upanishad, Tripitaka, Zen Avesta, Shishu Wujing, Kojiki-Nihongi, al-Aqdas, Tadzkirah, Dao De Jing.
Sekali seumur hidup membaca Das Kapital-nya Karl Marx, Invisible Hand-nya Adam Smith, Di Bawah Bendera Revolusi-nya Soekarno, Madilog-nya Tan Malaka, Bumi Manusia-nya Pramoedya, Max Havelaar-nya Multatuli, Dalih Pembunuhan Massal-nya John Roosa, Menalar Tuhan (karya Franz Magnis Suseno), Menggagas Ulang Zakat Sebagai Etika Pajak & Belanja Negara untuk Rakyat (karya Masdar F. Mas'udi).
Sekali seumur hidup mencoba ikut memandikan jenazah (ketika ada tetangga yang wafat), dan ikut membantu menggali kuburnya.
Sekali seumur hidup mencoba mengunjungi pasien-pasien random di rumah sakit dan menghibur mereka sampai mereka lupa dengan sakit yang mereka derita.
Sekali seumur hidup duduk makan bersama dengan anak-anak yatim piatu.
Sekali seumur hidup membantu melunasi utang orang-lain yang berada di nominal angka Rp1 juta - Rp5 juta; seseorang yang serius dililit masalah utang, dan benar-benar tidak mampu lagi mencari uang.
Sekali seumur hidup membiayai nikah anak tetangga yang benar-benar ingin menikah sederhana namun masih terkendala biaya.
Too many…
Masih banyak sekali sederetan hal-hal yang jarang, tidak pernah, dan belum pernah kita cobai…
Film bagus In Time ini cocok untuk ditonton…
Mumpung selagi masih ada waktu…
Just try something new…
Try anything…
Kalau perlu coba sampai jatuh, bangun, dan gagal, lalu bangkit lagi… gagal lagi, bangkit lagi, bertanding lagi…
sampai kita benar-benar mendapatkan apa yang selama ini menjadi mimpi,
hingga kita benar-benar tidak punya waktu lagi,
dan mati
20/05/2021
Lakukan apa yang kamu s**a dan jangan menyakiti orang lain. jangan membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.
bahagia itu kamu yang ciptakan sendiri bukan mereka, tidak perlu pengakuan dari orang lain.
ingat bahwa bahagia itu kamu sendiri yang merasakannya.
have a nice day :)
Posyandu
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Raya Ciledug. Gang Kyai No 26/27 Rt 04/01 Kel. Larangan Utara Kec. Larangan-Tangerang 15154
Ciledug
15153
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Saturday | 09:00 - 17:00 |
| Sunday | 09:00 - 17:00 |