Suara Rakyat
Program yang dijalankan oleh Prabowo Subianto mulai dirasakan langsung oleh petani dan pelaku usaha kecil seperti produsen tahu. Dukungan terhadap sektor pertanian melalui akses pupuk, stabilitas harga, hingga perhatian pada rantai distribusi bahan baku menjadi langkah nyata yang membantu menjaga keberlangsungan produksi.
Bagi petani, kebijakan ini memberi ruang untuk bekerja lebih tenang dengan harapan hasil panen yang lebih pasti. Sementara bagi pengusaha tahu, ketersediaan kedelai dan kestabilan harga menjadi faktor penting agar usaha tetap berjalan dan terjangkau bagi masyarakat.
Ucapan terima kasih mengalir sebagai bentuk apresiasi atas perhatian terhadap sektor yang menjadi tulang punggung kebutuhan pangan rakyat. Harapannya, keberpihakan ini terus dijaga dan diperkuat, agar petani semakin sejahtera dan usaha kecil semakin berkembang.
Bapak Presiden yang terhormat,
Nama saya Sofia, siswi dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Efata, Kupang.
Saya ingin bercerita… dari hati saya yang paling dalam.
Sejak saya tinggal di asrama Sekolah Rakyat, banyak hal dalam hidup saya berubah.
Sekarang, setiap hari saya bisa makan nasi hangat…
dengan telur, ikan… bahkan daging ayam.
Rasanya seperti mimpi.
Karena dulu, di rumah…
saya terbiasa makan nasi putih dengan garam saja.
Kadang… hanya ditambah sayur daun singkong.
Saya bahkan hanya bisa makan daging ayam…
kalau ada tetangga yang sedang syukuran.
Dulu, saya tidur di tempat yang sangat sederhana.
Tapi sekarang… Tuhan begitu baik.
Saya bisa tidur di kasur yang empuk,
di kamar yang bersih dan nyaman.
Di Sekolah Rakyat ini, saya bisa belajar dengan tenang.
Saya bisa sekolah… tanpa rasa takut, tanpa rasa kekurangan.
Walaupun begitu…
saya tetap rindu rumah.
Rindu mama… rindu papa…
rindu suara mereka, dan pelukan mereka.
Tapi saya tahu…
ini semua untuk masa depan saya.
Saya yakin, mama dan papa saya pasti bangga…
melihat saya bisa sekolah sampai sejauh ini.
Orang tua saya hanyalah petani kecil dari Kampung Oeniko.
Mencari uang itu sangat sulit…
tapi mereka tidak pernah mengeluh.
Mereka hanya ingin saya bisa sekolah.
Terima kasih, Bapak Presiden…
karena sudah memperhatikan kami,
anak-anak dari Timur yang sering terpinggirkan.
Saya tahu Bapak sangat sibuk mengurus negara,
tapi Bapak masih sempat memikirkan sekolah kami.
Bagi saya…
Bapak bukan hanya seorang Presiden.
Bapak seperti orang tua…
yang mengangkat saya dari tempat yang gelap,
dan membawa saya ke tempat yang terang.
Suatu hari nanti, jika saya menjadi orang sukses,
saya tidak akan pernah lupa…
semua ini berawal dari kesempatan yang Bapak berikan.
Doa saya,
semoga Tuhan selalu menjaga Bapak.
Dari Kupang, Kota Karang…
saya kirim peluk hangat untuk Bapak Presiden.
Salam hangat,
Sofia Rorista Angel
Siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Efata Kupang
31/03/2026
Dibenturkan Terus! Benarkah MBG Bikin Kesejahteraan Guru Terabaikan? Ini Faktanya
Pogram Makan Bergizi Gratis (MBG) selalu menjadi perhatian publik dan terus mendapatkan kritik baik dari masyarakat sampai elit politik. MBG selalu dikaitkan dan dibenturkan dengan program atau isu lain salah satunya adalah soal kesejahteraan guru. Mereka masih memandang MBG hanya persoalan perut belaka, tidak ada manfaatnya dan adanya program ini kesejahteraan guru dikesampingkan. Melihat pandangan ini, kita akan kupas tuntas benarkah MBG mengesampingkan kesejahteraan guru?
Memahami MBG kita melihat darimana anggaran program ini, apakah memotong anggaran pendidikan yang saat ini ramai diperbincangkan? Kita telah sepakat bahwa anggaran pendidikan Indonesia sebesar 20 persen dari APBN, dengan dasar ini kita harus memastikan bahwa anggaran pendidikan tidak kurang dari 20 persen dari APBN. Pada tahun 2023 anggaran pendidikan ditetapkan sebesar Rp608,3 triliun, pada tahun 2024 naik menjadi Rp660,8 triliun dan kembali naik di tahun 2025 menjadi Rp724,3 persen. Melihat data ini kita ketahui bahwa anggaran pendidikan setiap tahunnya selalu naik dan tidak pernah turun dari 20 persen APBN sesuai amanat konstitusi.
Terkait soal anggaran, pemerintah telah berkali-kali menjelaskan bahwa MBG didorong dari efisiensi belanja, bukan mengambil dari anggaran pendidikan rutin. Hal ini juga ditegaskan oleh Presiden Prabowo bahwa pendanaan MBG berasal dari penghematan dan efisiensi belanja pemerintah, bukan pemborosan. Artinya program ini bukan hanya soal pemberian makan, namun perputaran ekonomi yang akan langsung berdampak ke masyarakat.
Hal ini meluruskan apa yang dapat menjadi kesalahpahaman di masyarakat, seolah-olah adanya program MBG ini mengesampingkan program pendidikan lainnya termasuk soal kesejahteraan guru. Informasi ini penting untuk dijelaskan karena banyak berita yang salah kaprah tentang anggaran program MBG ini.
Soal kesejahteraan guru honorer itu nyata dan harus terus diperbaiki, namun menyelesaikan hal ini tidak cukup dengan slogan "ambil anggaran MBG lalu bagi ke guru". Isu guru honorer menyangkut penataan yang lebih struktural, kepastian status kerja, tunjangan, peningkatan kompetensi, dan tata kelola distribusi guru.
Dengan itu, kita melihat bahwa pendidikan merupakan prioritas dilihat dari data APBN yang menunjukkan alokasinya terus meningkat. Efisiensi juga menjadi salah satu faktor program MBG ini terus berjalan dan program pendidikan lainnya tidak terganggu termasuk soal kesejahteraan guru. Maka saat ini, Indonesia tidak sedang berada antara dua pilihan dengan memilih antara MBG atau kesejahteraan guru. Keduanya dapat berjalan beriringan karena tujuannya sama, membangun masa depan anak-anak Indonesia.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Bank Panin Lt. 4, Jalan Jend. Sudirman
Cengkareng
JAKARTA-
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |
| Saturday | 09:00 - 17:00 |
| Sunday | 09:00 - 17:00 |