Rumah Riyadhoh

Rumah Riyadhoh

Share

26/08/2022

Pertarungan Sepanjang Masa (part 2)

“Kenapa ada pergolakan bathin? Tadi katanya Ruh kita dari Allah, suci selalu menyuruh pada kebaikan yang dikehendaki Allah.” Tanyanya.

“Ruh memang selalu menyuruh pada kebaikan. Tapi jangan lupa, dalam diri kamu juga ada hawa nafsu. Ingat tadi, saat tubuh manusia diciptakan di alam Rahim, tubuh ini, pikiran ini, perasaan ini, dipengaruhi juga oleh lingkungan, oleh manusia yang menjadi orang tua kita, oleh makanan yang kita makan, oleh ucapan dan bisikan pada tubuh kita. Sehingga manusia juga punya hawa nafsu, yang dalam pembentukannya, banyak mendapat campur tangan dari selain Allah. Makanya, dalam hati manusia selalu terjadi pertarungan atau pergolakan bathin. Di satu sisi, ada Ruh yang menyuruh pada kebaikan atau Taqwa, tapi di sisi lain ada hawa nafsu yang menyuruh pada keburukan atau Fujur.

Di Al Quran Surat Al Balad ayat 8 disebutkan bahwa Allah mengilhamkan jalan kefujuran dan ketakwaan pada manusia. Dan kondisi hati manusia, setiap saat akan selalu mengalami pertarungan antara fujur dan takwa. Pertarungan antara Ruh dan Hawa Nafsu. Jika Ruh menang, maka manusia akan berbuat baik, akan bertakwa, mengikuti seluruh aturan Allah, hanya menjadi hamba Allah. namun, jika yang menang adalah hawa nafsu, jadilah manusia itu berbuat jahat, zhalim, fasik, kufur, melanggar aturan Allah, menumpahkan darah, merusak bumi, dan bahkan menjadi hamba dunia, hamba manusia lain, hamba hawa nafsu, bahkan hamba syetan malah.” Paparku.

“Hiiih…. Jadi manusia-manusia yang saat ini banyak berbuat jahat dan kerusakan itu manusia yang Ruh nya kalah oleh hawa nafsu ya Bu?” Tanyanya untuk meyakinkan.

“Iya. Menurut kamu, kira kira bisa hidup tenang gak, kalau hawa nafsu yang menang?” tanyaku.

“Kayaknya nggak sih Bu. Buktinya, orang yang jahat itu hidupnya sering was was. Aku juga kalau pernah mau nyontek, deg deg an banget. Takut ketahuan. Mau berbuat curang itu gak enak.” Jawab anakku.

“Nah itu tahu. Tubuh kita dan seluruh isinya, Allah yang ciptakan, maka sebenarnya, tubuh kita akan bereaksi negative pada hal Yang Tidak Allah Sukai. Itulah Fithrah manusia.” Jawabku.

“Tapi orang yang jahat itu koq kayak yang tenang Bu, seolah mereka tidak berbuat kejahatan. Kayak koruptor, mereka bergelimang harta. Hidupnya juga kayak senang dan tenang?” Tanya anakku penasaran.

“Kata siapa mereka hidup tenang dan senang? Sudah pasti mereka was was dan tidak tenang. Berapa banyak Bodyguard yang harus mereka sewa? Berapa banyak uang yang harus mereka keluarkan untuk menyuap sana sini agar kejahatannya gak terbongkar?
“Tahu gak Raja yang paling zhalim seperti Firaun dan Namrudz? Mereka contoh manusia yang ruhnya kalah telak dibanding hawa nafsunya. Kira kira hidup mereka tenang gak?” Tanyaku.

“Kayaknya sih nggak.” Jawab anakku.

“Kenapa? Apa Buktinya mereka gak tenang?” Tanyaku.

“Jelaslah bu. Firaun dan Namrudz itu, Kekuasaannya Besar, Hartanya banyak, bahkan Firaun gak pernah sakit, tapi mereka hidupnya penuh ketakkutan. Takut kalau suatu saat ada yang menghancurkan kekuasaannya. Sampai sampai, sama bayi pun mereka takut. Mereka membunuh bayi bayi yang lahir saking takutnya bayi bayi itu akan menjadi penghancur kekuasaannya kelak.” Jawabnya dengan Bangga, seolah menang quiz.

“Pinter kamu.” Senyumku.
“makanya, jadilah manusia hamba Allah, jangan hamba yang lain. Cukup Allah saja jadi Tuhan, Pengatur dan Pelindung kita. Menangkan Ruh dalam jiwa kita. Jangan biarkan hawa nafsu menang. Pasti seluruh hidup kita akan baik.

Ingatlah Sabda Nabi SAW, “ketahuilah, dalam jasad manusia itu ada segumpal daging. Apabila baik segumpal daging itu, maka akan baik sesluruh tubuhnya. Dan apabila Buruk segumpal daging itu, maka buruk p**a seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah Qalbu (Hati).” (Terjemah HR Muttafaq ‘alaih).

“Jadi kamu sekarang sudah paham, kenapa ada orang berbuat jahat, ada juga orang berbuat baik. Pertarungan tiada henti dalam hati manusia antara Ruh dan Hawa Nafsu. Siapa pemenangnya, tergantung kita. hati kita begitu mudah bolak balik, antara Ruh dan Hawa Nafsu. Antara Fujur dan taqwa. Karena makna Qolbu memang Bolak balik. Untuk itulah ada doanya, Yaa Muqolibal Quluub. Tsabit Qolbii ‘alaa diiniKa. Wahai Dzat Yang Maha Membolak Balikan Hati, Teguhkan Hati ini dalam agamaMu.”

“Tahu gak, kenapa harus ada pertarungan dalam hati manusia? kenapa mesti ada Ruh dan Hawa Nafsu yang melakukan pertarungan Sepanjang Masa?” Tanyaku.

“Iya yah, kenapa? Kenapa Allah mesti menciptakan manusia itu punya hawa nafsu? Kenapa gak Allah ciptakan saja manusia itu kayak malaikat, baik semua?” Anakku balik bertanya.

“Itulah istimewanya manusia ciptaan Allah. Jika malaikat baik, Taat pada Allah, hanya mensucikan Allah, itu wajar. Karena mereka tidak punya hawa nafsu. Tapi Jika manusia Taat pada Allah, hanya menjadi Hamba Allah, senantiasa mensucikan Allah, bukankah itu Luar biasa? Karena Ruh nya bisa menang saat bertarung melawan hawa nafsu. Itulah sebabnya, manusia adalah makhluk paling mulia. Sebaik baik Ciptaan.”

“Dalam sebuah pertarungan akan ada pemenang. Manusia yang bisa menang melawan hawa nafsu, akan mendapat predikat Hamba Allah yang istimewa, bisa mendapat Cinta Allah, Bisa menjadi Kekasih Allah. Allah akan memberinya hadiah atas kemenangannya. Kebahagiaan Di Dunia dan di Akhirat. Bahkan Allah akan memberinya hadiah berupa Pertemuan dengan Allah di SurgaNya kelak.”

“Kalau kamu menang lomba Tahfidz, misalnya, senang gak kalau dapat hadiah?” Tanyaku.
“Seneng lah Bu.” Jawab anakku.
“Lalu kalau ternyata sebagai pemenang lomba, kamu dikasih hadiah oleh Syeikh yang kamu kagumi, misalnya oleh Syeikh Mishari Rasyid, yang kebetulan beliau yang membuat lomba, sekaligus penyandang dana lombanya tersebut, bagaimana?” Tanyaku.

“Wah, itu senengnya berkali kali lipat Bu. Bisa ketemu Syekh, trus jadi bisa kenal dan dikenali beliau sebagai pemenang lomba, itu Luar biasa banget Bu.” Jawabnya antusias.

“Nah itu baru jadi pemenang lomba dan dapat hadiah serta ketemu langsung sama Syeikh, senengnya udah banget. Apalagi kalau kita bisa memenangkan perlombaan dan pertarungan dalam bathin kita ini. Lalu saat jadi pemenangnya, kita bisa dapat hadiah, bahkan bertemu Allah langsung. Hadiah bertemu Allah di Surga.” Paparku.

“AlhamduliLlah aku sekarang paham Bu. Luar biasa ya Allah, menciptakan diri kita dengan segala potensi kita, lalu memberikan tantangan, dan pada saatnya, Ketika kita bisa memenangkan tantangan ini, Allah kasih hadiah pada kita.” Papar anakku.

“Maha Baiknya Allah, dan Maha Cintanya Allah pada kita, Allah bahkan memberi kita bekal dan petunjuk untuk bisa menang dalam pertarungan ini. Kamu tahu apa bekal dan petunjukNya?” Tanyaku.

“Oya? Kita dikasih bekal dan petunjuk biar menang? Allah Baik Banget ya Bu.” Tanya anakku tercengang.

“Al Quran dan Rasul, itu kan Allah beri buat kita biar kita bisa memenangkan pertarungan Tambahan lagi Allah kasih hidayah pada semua manusia, agar bisa menang melawan hawa nafsu. Allah Maha baik kan? Jadi kalau ada manusia yang berpaling dari Allah, hawa nafsunya menang, tidak mau taat pada Allah, itulah manusia yang ada penyakit dalam hatinya. Bahkan manusia itu mengunci mati hatinya dari Allah sehingga derajatnya jatuh menjadi manusia hina.” Paparku.

“Iih berarti kalau kita kalah melawan hawa nafsu, kita keterlaluan ya Bu. Padahal sudah dikasih hidayah, diturunkan Rasul dan Al Quran. Gimana caranya biar Ruh kita selalu menang Bu? Biar kita menjadi orang baik, hanya menjadi hamba Allah?” Tanya anakku.

“Nanti kita diskusi lagi yaa. Sekarang, kamu ikutan PrivateClass MMA “Mudahnya Mencintai Allah” biar lebih paham tentang hakikat diri kamu, dan bagaimana caranya menjadi hamba Allah Yang diCintai Allah.”

Bagi pembaca yang ingin lebih paham tentang hakikat diri, ap aitu Ruh, dan bagaimana bisa memenangkan Ruh dalam jiwa kita, silakan ikuti PrivateClass MMA “Mudahnya Mencintai Allah” bersama Komunitas Rumah Riyadhoh, setiap hari Ahad, di Ruang Training Toko Kue Rafita’s Cake. Acara ini terselenggara atas Kerjasama Komunitas Rumah Riyadhoh dengan Toko Kue Rafita’s Cake.

www.rumahriyadhoh.com

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Bogor?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Jalan Situ Pete Blok Bambu
Bogor
16165