Insyaallah nikmat - IN

Insyaallah nikmat - IN

Share

17/04/2025

---

Thoharoh

Pendahuluan

Dalam ajaran Islam, kebersihan memiliki kedudukan yang sangat penting. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda:

"Kebersihan adalah sebagian dari iman."
(HR. Muslim)

Thoharoh, atau bersuci, bukan hanya tentang membersihkan tubuh dari kotoran, tetapi juga mencerminkan kesucian jiwa dan ketakwaan seseorang kepada Allah. Ibadah apapun tidak akan diterima tanpa diawali dengan thoharoh yang benar, terutama shalat. Oleh karena itu, memahami konsep thoharoh menjadi kewajiban bagi setiap Muslim.

---

Pengertian Thoharoh

Thoharoh (طهارة) dalam bahasa Arab berarti suci atau bersih. Secara istilah, thoharoh adalah menghilangkan hadats dan najis dari tubuh, pakaian, tempat, atau benda, agar ibadah kepada Allah sah dan diterima.

Thoharoh juga memiliki makna spiritual, yaitu menjaga kebersihan hati dari sifat-sifat tercela seperti sombong, iri, dengki, dan lain-lain. Namun dalam pembahasan fikih, thoharoh lebih fokus pada kebersihan fisik yang menjadi syarat sah ibadah.

---

Dalil Pentingnya Thoharoh

Banyak dalil dalam Al-Qur’an dan Hadis yang menegaskan pentingnya thoharoh, di antaranya:

1. Al-Qur'an — Surah Al-Muddatsir ayat 4:
"Dan pakaianmu, maka bersihkanlah."

2. Hadis Riwayat Muslim:
"Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kalian jika berhadas sampai ia berwudhu."

---

Macam-Macam Thoharoh

Thoharoh terbagi menjadi dua bagian utama:

1. Thoharoh dari Hadats

Hadats adalah keadaan tidak suci yang menghalangi seseorang untuk melakukan ibadah tertentu seperti shalat, thawaf, atau menyentuh mushaf Al-Qur’an.

a. Hadats Kecil

Hadats kecil disebabkan oleh hal-hal seperti buang air kecil, buang air besar, kentut, tidur nyenyak, atau hal lain yang membatalkan wudhu. Cara bersucinya adalah dengan wudhu atau tayammum jika tidak ada air.

b. Hadats Besar

Hadats besar disebabkan oleh haid, nifas, junub (setelah hubungan suami-istri atau mimpi basah). Cara bersucinya adalah dengan mandi wajib (ghusl).

---

2. Thoharoh dari Najis

Najis adalah kotoran atau benda yang secara syariat dianggap tidak suci, seperti darah, air kencing, bangkai, dan sebagainya. Najis bisa menempel pada pakaian, badan, atau tempat. Cara membersihkannya bergantung pada jenis najis:

Najis Mukhaffafah (Ringan): Contohnya air kencing bayi laki-laki yang belum makan selain ASI, cukup dipercikkan air pada tempat najis.

Najis Mutawassitah (Sedang): Seperti darah atau air kencing biasa, cukup disiram air hingga hilang warna, bau, dan rasa.

Najis Mughallazah (Berat): Seperti air liur anjing, wajib dibasuh tujuh kali, salah satunya dengan air bercampur tanah.

---

Cara-Cara Bersuci dalam Islam

1. Wudhu

Wudhu adalah membasuh anggota tubuh tertentu dengan air yang suci dan mensucikan sebagai syarat sahnya shalat. Rukun wudhu meliputi:

Niat

Membasuh wajah

Membasuh kedua tangan hingga siku

Mengusap sebagian kepala

Membasuh kedua kaki hingga mata kaki

Tertib

2. Tayammum

Tayammum adalah bersuci menggunakan debu yang suci ketika air tidak tersedia atau tidak boleh digunakan karena alasan syar’i atau kesehatan.

3. Mandi Wajib (Ghusl)

Mandi besar dilakukan untuk menghilangkan hadats besar. Rukun mandi wajib:

Niat

Meratakan air ke seluruh tubuh

4. Istinja’

Istinja’ adalah membersihkan diri dari kotoran setelah buang air besar atau kecil, dengan air atau benda yang dapat membersihkan seperti batu atau tisu.

---

Air yang Digunakan untuk Thoharoh

Air yang digunakan untuk bersuci harus memenuhi syarat:

Suci dan mensucikan (air mutlak): air yang belum berubah sifat aslinya seperti air hujan, air laut, air sungai, air sumur, dan air salju.

Air yang telah bercampur dengan benda suci tetapi tidak mengubah sifat (seperti air teh) tidak bisa digunakan untuk wudhu.

---

Hikmah dan Manfaat Thoharoh

1. Menjaga kesehatan — Bersuci secara rutin dapat mencegah penyakit dan infeksi.

2. Meningkatkan disiplin — Karena bersuci adalah prasyarat ibadah, umat Islam menjadi terbiasa hidup tertib.

3. Mendekatkan diri kepada Allah — Kebersihan adalah sebagian dari iman, sehingga menjaga thoharoh adalah bentuk ketaatan.

4. Menjaga hubungan sosial — Orang yang bersih lebih disenangi dalam pergaulan.

---

Kesimp**an

Thoharoh adalah kunci dari segala ibadah dalam Islam, yang tidak hanya menekankan kebersihan fisik, tetapi juga kesucian hati. Setiap Muslim wajib memahami cara bersuci yang benar agar ibadah diterima di sisi Allah. Dengan menjaga thoharoh, seorang Muslim tidak hanya membersihkan tubuh dan lingkungannya, tetapi juga menjaga jiwa agar tetap dekat dengan nilai-nilai ketakwaan.

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Blora?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Blora
58254