Mbojo Cloting
27/12/2018
Ketegasan Berujung Fitnah
“Bima adalah urusanku, bukan urusan Belanda. Soal perdagangan silahkan lakukan dengan sebebas-bebasnya, tapi soal negeriku dan kesultanan, aku yang berkuasa. “ (M.Hilir Ismail, Peranan Kesultanan Bima Dalam Perjalanan Sejarah nusantara, hal 103). Itulah ketegasan Sultan Jamaluddin, Sultan Bima ke-4 terhadap rencana monopoli dagang Belanda.
Tanggapan tegas itu membuat Belanda tidak berani bertindak tegas dan mengangkat senjata. Belanda hanya bersikap wait and see. Pada tahun 1693, Belanda berhasil menciptakan situasi yang menjatuhkan Sultan Jamaluddin atas kematian permaisuri Sultan Dompu yang tidak lain adalah bibinya sendiri. Sultan Jamaluddin dituduh membunuh bibinya. Tanggal 27 Agustus 1693, Sultan Jamaluddin dimasukan dalam penjara di Benteng Fort Rotterdam(Makassar) selama 2 tahun dan dibawa ke Batavia pada tanggal 30 Agustus 1695. Pada tahun 1696, Sultan Jamaluddin meninggal di penjara Batavia, sekarang Museum Fatahillah.
Belanda menyembunyikan kabar kematian Jamaluddin, namun tiga tahun kemudian tepatnya pada 1699, Majelis Adat Dana Mbojo secara tegas meminta kerangka kenazahnya dipulangkan. Akhirnya direstui dan Jamaluddin dimakamkan kembali di kompleks makam Tolobali disamping makam ayahnya Sultan Nuruddin dan kakeknya Abdul Khair Sirajuddin.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Bima
84119