Labor

Labor

Share

21/04/2021

7 Jenis Penyakit Tropis dan Cara Pencegahannya

Penyakit tropis merupakan penyakit infeksi yang banyak terjadi di wilayah beriklim tropis, termasuk Indonesia. Apa sajakah jenis penyakit tropis tersebut? Mari ikuti pembahasannya di artikel berikut.

Penyakit tropis bisa disebabkan oleh berbagai jenis infeksi, mulai dari infeksi virus, bakteri, jamur, hingga parasit. Penyebaran atau penularan penyakit tersebut bisa terjadi secara langsung antara satu orang ke orang lainnya atau melalui hewan pembawa penyakit (vektor), seperti nyamuk dan serangga. Penyakit yang menular dari hewan ke manusia ini disebut juga zoonosis.

7 Jenis Penyakit Tropis dan Cara Pencegahannya - Alodokter

Tingginya kasus penyakit infeksi di daerah tropis disebabkan oleh faktor iklim, seperti suhu hangat dan kelembapan serta curah hujan yang tinggi. Selain itu, faktor lingkungan, seperti kebersihan dan sanitasi yang kurang baik, juga turut menjadi penyebab mengapa penyakit tropis masih banyak terjadi di beberapa negara.

Oleh karena itu, Anda harus lebih waspada terhadap penyakit tropis, karena beberapa jenis penyakit ini bersifat menular dan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa Jenis Penyakit Tropis
Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit tropis yang terdapat di Indonesia:

1. Demam berdarah
Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala penyakit ini biasanya muncul 4-6 hari setelah tergigit nyamuk tersebut.

Berikut ini adalah beberapa gejala penyakit demam berdarah:

Demam tinggi.
Sakit kepala.
Mual dan muntah.
Nyeri otot dan tulang.
Nafsu makan berkurang.
Nyeri di bagian belakang mata.
Perdarahan, misalnya gusi berdarah, mimisan, atau mudah memar.
Ruam kemerahan (muncul sekitar 2-5 hari setelah demam).
Untuk mencegah penularan demam berdarah, Anda disarankan untuk menggunakan kelambu dan memasang kasa nyamuk di jendela dan pintu rumah.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melakukan 3M Plus sebagai langkah pencegahan penyakit demam berdarah, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

2. Kaki Gajah
Penyakit tropis lain yang masih cukup banyak terjadi di Indonesia adalah kaki gajah atau filariasis. Penyakit ini disebabkan oleh cacing parasit jenis filaria yang juga ditularkan melalui gigitan nyamuk. Ketika masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk, cacing tersebut akan menyumbat aliran getah bening.

Sebagian penderita penyakit ini tidak mengalami gejala. Namun, sebagian penderita lainnya dapat mengalami gejala berupa demam, pembengkakan di tungkai, dan luka di kulit. Selain di tungkai, pembengkakan juga bisa terjadi di lengan, payudara, dan bahkan organ kelamin.

Pencegahan penyakit kaki gajah hampir serupa dengan pencegahan penyakit demam berdarah. Hanya saja, pencegahan penyakit ini juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat kaki gajah secara teratur.

3. Malaria
Malaria merupakan salah satu penyakit tropis yang termasuk penyakit endemik di Indonesia. Malaria disebabkan oleh parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

Gejala malaria akan muncul 10–15 hari setelah tergigit oleh nyamuk. Saat terkena malaria, seseorang dapat merasakan gejala demam, sakit kepala, menggigil, banyak berkeringat, nyeri pada tulang dan otot, mual muntah, dan lemas. Jika tidak diobati, malaria bisa menjadi malaria berat yang menyerang otak.

Langkah pencegahan penyakit malaria umumnya sama dengan pencegahan demam berdarah, yaitu menjauhi gigitan nyamuk dan mencegah bersarangnya nyamuk di dalam rumah dan sekitarnya.

Selain itu, langkah pencegahan malaria tambahan bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi obat antimalaria profilaksis, yaitu doksisiklin, sesuai resep dokter.

4. Skistosomiasis
Skistosomiasis adalah salah satu jenis penyakit tropis yang disebabkan oleh cacing parasit skistosoma. Jenis parasit ini banyak ditemukan di kolam, danau, sungai, waduk, atau kanal di daerah tropis atau subtropis.

Tak hanya skistosomiasis, penyakit cacingan lainnya seperti cacing kremi, cacing tambang, cacing pita, dan cacing gelang juga banyak ditemukan di negara-negara tropis, termasuk Indonesia.

Gejala skistosomiasis biasanya akan muncul dalam waktu beberapa minggu setelah terinfeksi cacing skistosoma. Beberapa gejala skistosomiasis yang dapat terjadi, antara lain:

Pusing
Demam
Menggigil
Muncul ruam merah dan rasa gatal di kulit
Batuk
Gangguan pencernaan, seperti diare dan nyeri perut
Nyeri otot dan sendi
Jika semakin parah, skistosomiasis bisa menyebabkan gejala yang lebih berat, seperti urine atau tinja yang disertai darah, pembengkakan pada perut, ginjal, atau limpa, dan bahkan kelumpuhan.

Untuk mencegah terjadinya penyakit tropis ini, Anda disarankan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar serta menyaring dan memasak air hingga benar-benar matang sebelum diminum.

5. Infeksi jamur
Jamur penyebab infeksi mudah tumbuh di daerah beriklim tropis yang bersuhu hangat dan lembap. Kondisi lingkungan yang seperti ini membuat orang yang tinggal di daerah tropis berisiko lebih tinggi untuk terkena infeksi jamur.

Beberapa jenis infeksi jamur yang sering ditemukan di negara tropis, seperti Indonesia, antara lain jamur kuku, kurap, panu, dan kandidiasis. Infeksi jamur ini bisa terjadi di bagain tubuh mana pun, seperti tangan, kaki, dan wajah.

Berbagai jenis infeksi jamur pada kulit tersebut disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi, kebersihan tubuh yang kurang terjaga, hingga daya tahan tubuh yang lemah.

Infeksi jamur tersebut dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain:

Jaga kebersihan tubuh dengan mandi secara teratur dan mengeringkan tubuh setelahnya.
Segera mengeringkan tubuh dan menggati pakaian setiap kali berkeringat.
Hindari berbagi penggunaan peralatan pribadi, seperti handuk dan pakaian, dengan orang lain.
Gunakan pakaian yang bersih dan mudah menyerap keringat.
Kenakan alas kaki di tempat umum atau setiap beraktivitas.
Rutin memotong kuku kaki dan tangan.
6. Tuberkulosis
Tuberkulosis atau TB merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit yang sering kali menyerang paru-paru ini bisa menular melalui percikan air liur saat penderita TB batuk atau bersin.

Selain paru-paru, TB juga dapat menyerang organ lain, seperti kelenjar getah bening, otak, tulang, ginjal, saluran pencernaan, dan kulit.

Penderita TB bisa mengalami gejala berupa penurunan berat badan, keringat dingin, lemas, batuk berdarah, serta batuk yang tidak membaik dalam waktu lebih dari 3 minggu.

TB perlu diobati dengan obat antituberkulosis selama minimal 6 bulan tanpa putus obat. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penularan TB kepada orang lain serta mencegah terjadinya TB MDR atau TB yang kebal obat.

7. Kusta
Penyakit kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini menyerang dan merusak sistem saraf, kulit, mata, dan lapisan mukosa hidung. Bila tidak segera ditangani, kusta bisa menyebabkan kerusakan saraf yang parah hingga menyebabkan kecacatan pada penderitanya.

Beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita kusta antara lain:

Kesemutan atau mati rasa
Muncul bercak kemerahan atau keputihan di kulit
Rontok pada alis dan bulu mata
Luka atau borok yang tidak terasa nyeri
Kerontokan rambut di bagian tubuh tertentu
Nyeri dan pembengkakan di sendi
Penyakit kusta lebih berisiko dialami oleh orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah serta tinggal di daerah endemik kusta, termasuk Indonesia, India, dan China.

Selain penyakit-penyakit di atas, ada beberapa penyakit tropis lain yang juga perlu Anda waspadai, seperti trakoma, rabies, chikungunya, kolera, leptospirosis, dan frambusia.

Faktor iklim yang menyebabkan tingginya kasus penyakit tropis di Indonesia dan beberapa negara tropis lainnya memang tidak bisa dihindari.

Akan tetapi, risiko terkena penyakit tropis bisa berkurang jika Anda rutin menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan sekitar dengan cara sering mencuci tangan atau membersihkan tangan dengan hand sanitizer, menggunakan masker saat bepergian, serta tidak membuang sampah sembarangan.

Jika Anda mengalami beberapa gejala yang menandakan kemungkinan penyakit tropis, segeralah konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pada anak-anak, penyakit tropis bisa ditangani oleh dokter anak konsultan penyakit tropis.

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

21/04/2021

Sederet Informasi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sering disebut dengan dokter Obgyn atau dokter kandungan. Memiliki gelar SpOG, dokter dengan spesialisasi ini tidak hanya bisa mengatasi gangguan pada kandungan saja, namun juga seputar kesehatan wanita.

Tubuh wanita mengalami proses biologis yang berbeda-beda, meliputi menstruasi, melahirkan, serta menopause. Jika mengalami masalah kesehatan terkait ketiga proses tersebut atau masalah pada organ reproduksi wanita, dokter Obgyn adalah dokter yang perlu Anda temui untuk mendapatkan beragam pelayanan dan penanganan seputar kesehatan wanita tersebut.

Sederet Informasi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi - Alodokter

Obstetri dan ginekologi memiliki makna yang berbeda. Obstetri adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari tentang kehamilan dan persalinan. Cabang ilmu kedokteran ini berfokus pada perawatan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan janin selama masa kehamilan hingga proses persalinan. Sedangkan ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari masalah seputar sistem reproduksi wanita.

Masalah yang Ditangani Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dapat memeriksa dan mengobati berbagai macam kondisi pada kandungan dan sistem reproduksi wanita, di antaranya:

Mengatasi masalah seputar menstruasi.
Pengobatan penyakit menular seksual.
Gangguan terkait kesehatan seksual, seperti masalah pada libido, nyeri saat berhubungan seksual, dan va**na kering.
Memeriksa dan mengobati masalah kesuburan.
Menangani masalah seputar menopause.
Mengatasi dan mengobati kondisi medis terkait sistem reproduksi wanita, seperti PCOS, radang panggul, mioma rahim, kista ovarium, kanker rahim, kanker serviks, kanker ovarium, dan endometriosis.
Mendiagnosis dan mengobati gangguan hormonal yang memengaruhi reproduksi wanita.
Penanganan terkait pendarahan pasca persalinan.
Pemeriksaan dan pengobatan keputihan yang tidak normal.
Mendeteksi dan menangani masalah dalam kehamilan, seperti diabetes gestasional, preeklamsia dan eklamsia, kehamilan ektopik, plasenta letak rendah, kelainan janin di dalam kandungan, atau keguguran.
Menangani kegawatdaruratan dalam persalinan, misalnya gawat janin, lilitan tali pusat, dan infeksi cairan ketuban.
Beragam Tindakan yang dapat Dilakukan
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi terlatih untuk melakukan berbagai tindakan medis untuk menolong persalinan, melakukan tindakan pembedahan pada sistem reproduksi wanita, dan memberi penanganan untuk mengatasi berbagai gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi wanita. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan yaitu:

Pemeriksaan organ reproduksi wanita, termasuk pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan panggul, v***a dan va**na, leher rahim, payudara; dan pemeriksaan penunjang seperti USG rahim dan USG transva**nal.
Deteksi dini kanker pada organ reproduksi wanita, seperti kanker serviks, kanker rahim, dan kanker ovarium.
Biopsi rahim atau leher rahim, seperti pap smear.
Konsultasi terkait alat kontrasepsi dan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks.
Konsultasi kehamilan atau perawatan prenatal (sebelum melahirkan).
Proses persalinan, baik normal maupun dengan operasi caesar, dan perawatan setelahnya.
Memberikan perawatan payudara pasca persalinan untuk mendukung proses pemberian ASI yang optimal.
Dilatasi dan kuretase (kuret).
Tindakan pembedahan, seperti histerektomi atau pengangkatan rahim, dan miomektomi atau pengangkatan mioma uteri dalam rahim. Dokter Obgyn bisa melakukan pembedahan dengan cara konvensional atau dengan metode bedah laparoskopi.
Ligasi tuba untuk sterilisasi pada wanita.
Dokter spesialis Obgyn konsultan fertilitas dapat melakukan tindakan inseminasi buatan atau bayi tabung untuk membantu mengupayakan terjadinya kehamilan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi?
Tidak hanya wanita hamil atau sedang melakukan program hamil saja yang disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kandungan. Wanita sehat juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap satu hingga lima tahun sekali, guna menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah gangguan yang mungkin akan terjadi. Pemeriksaan kesehatan kewanitaan ini penting dilakukan terutama untuk wanita berusia di atas 21 tahun dan telah berhubungan seksual secara aktif.

Selain itu, Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan jika mengalami perubahan pada siklus menstruasi Anda, menjelang menopause, atau untuk memantau kondisi janin dan kehamilan.

Beberapa gejala yang dapat terjadi terkait gangguan kesehatan organ kewanitaan, yaitu perubahan volume atau frekuensi pada siklus menstruasi, kram perut yang tidak biasa, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri ketika berhubungan seksual.

Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Bertemu Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Sebelum berkonsultasi dengan dokter kandungan, sebaiknya Anda mencatat beragam keluhan yang Anda alami. Jika Anda berniat untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan, kesampingkan dahulu rasa malu. Karena untuk mengetahui gangguan atau keluhan yang Anda alami, dokter harus menanyakan berbagai pertanyaan yang terkait dengan siklus menstruasi, kesehatan reproduksi, dan kegiatan seksual Anda. Persiapkanlah jawaban terkait berbagai pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh dokter.

Dalam memilih dokter kandungan, Anda bisa bertanya atau mendapatkan rekomendasi dari orang yang Anda percaya. Cari tahu bagaimana pengalaman dan penilaian dari beberapa pasien yang pernah ditangani oleh dokter yang Anda pilih, serta apakah dokter tersebut memiliki kepribadian yang baik dan membuat Anda merasa nyaman.

Selain itu, penting untuk berdiskusi dengan pasangan Anda ketika memilih Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Sebab, sebagian suami merasa tidak nyaman ketika pasangannya diperiksa oleh dokter pria.

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

21/04/2021

Cegah Anemia dengan Makanan Penambah Darah

Ada beragam jenis makanan penambah darah yang dapat dikonsumsi untuk mencegah dan mengatasi kondisi kurang darah atau anemia. Makanan tersebut dapat berupa sayuran hijau, aneka jenis daging, hingga biji-bijian yang cukup mudah Anda temukan.

Zat besi adalah salah satu mineral yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin di sel darah merah. Hemoglobin sendiri bertugas untuk mengikat dan mengirim oksigen ke seluruh tubuh. Dengan demikian, organ tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Cegah Anemia dengan Makanan Penambah Darah - Alodokter

Apabila tubuh kekurangan zat besi, hal ini dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Seseorang yang menderita anemia bisa mengalami beberapa gejala, seperti lemas, sesak napas, pusing, sakit kepala, dan jantung berdebar.

Salah satu cara untuk mencegah anemia adalah dengan memenuhi asupan makanan penambah darah setiap hari.

Rekomendasi Asupan Zat Besi Harian
Setiap orang memiliki kebutuhan zat besi yang berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan tubuhnya.

Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019, berikut ini adalah nilai angka kecukupan zat besi yang dianjurkan berdasarkan usia:

Anak usia 1–3 tahun: 7 mg (miligram)
Anak usia 4–6 tahun: 10 mg
Anak usia 7–9 tahun: 10 mg
Anak remaja: 15 mg
Pria dewasa: 9–11 mg
Wanita dewasa: 18 mg
Ibu hamil dan menyusui: 19–27 mg
Beragam Makanan Penambah Darah
Ada beberapa sumber makanan kaya zat besi yang dapat Anda konsumsi, antara lain:

1. Daging merah dan unggas
Daging merah dan unggas merupakan sumber zat besi hewani yang disarankan sebagai makanan penambah darah.

Di dalam 100 gram daging merah, seperti daging sapi dan daging kambing, terdapat sekitar 2,7 mg zat besi. Nah, dengan mengonsumsi daging merah, Anda sudah bisa memenuhi setidaknya 15 persen asupan zat besi harian.

Sementara itu, mengonsumsi 100 gram daging unggas, seperti ayam dan bebek, dapat memenuhi sekitar 13 persen asupan zat besi harian Anda.

2. Jeroan
Tak hanya daging, sumber zat besi hewani juga dapat ditemukan pada jeroan atau organ dalamnya, seperti hati, ginjal, otak, dan jantung. Meski demikian, jeroan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan untuk mencegah kolesterol tinggi.

Ibu hamil juga dianjurkan untuk menghindari konsumsi jeroan, terutama hati, karena berisiko menimbulkan komplikasi pada kehamilan.

3. Makanan laut
Beberapa jenis makanan laut, seperti tiram, kerang, kepiting, dan udang, baik untuk Anda konsumsi sebagai makanan penambah darah. Selain itu, beberapa jenis ikan, seperti tuna, ikan kembung, dan salmon juga kaya akan kandungan zat besi.

4. Sereal
Bila Anda gemar sarapan sereal, sebaiknya Anda melanjutkan kebiasaan baik ini. Sereal merupakan sumber makanan penambah darah yang baik dikonsumsi untuk meningkatkan asupan zat besi harian Anda.

Pilihlah sereal yang telah diperkaya dengan berbagai nutrisi, seperti zat besi, protein, dan karbohidrat. Selain itu, hindari sereal yang menggunakan gula tambahan.

5. Sayuran berwarna hijau
Berbagai jenis sayuran berwarna hijau, seperti bayam dan brokoli, dikenal sebagai makanan penambah darah yang baik untuk Anda konsumsi setiap hari. Selain kaya akan zat besi, sayuran hijau tersebut juga memiliki kandungan vitamin C yang dapat membantu tubuh menyerap zat besi.

6. Kacang dan biji-bijian
Ada beragam jenis kacang dan biji-bijian yang menjadi sumber zat besi, seperti kacang mete, kacang kedelai, biji labu, dan biji bunga matahari. Selain sebagai sumber zat besi, kacang dan biji-bijian juga merupakan sumber kalsium yang tinggi.

Itulah beberapa jenis makanan penambah darah yang bisa Anda konsumsi untuk mencegah anemia. Selain mengonsumsi beberapa makanan di atas, Anda pun dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C untuk memudahkan penyerapan zat besi dalam tubuh.

Beberapa makanan yang menjadi sumber vitamin C adalah sayuran dan buah-buahan, seperti jeruk, melon, paprika, dan tomat.

Jika Anda mengalami gejala anemia dan tidak membaik setelah mengonsumsi berbagai jenis makanan penambah darah yang telah disebutkan di atas, segera periksakan keluhan Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terakhir diperbarui: 13 April 2021
Ditinjau oleh: dr. Sienny Agustin

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Jalan Bangka
Bekasi