batanghelp

batanghelp

Share

13/05/2026

Pria Asal Indramayu Tew4s Tertemper Kereta Api Majapahit Jakarta-Kediri di Perlintasan Ponowareng Tulis Batang

Sebuah insiden maut terjadi di perlintasan kereta api petak jalan Ujungnegoro – Kuripan, tepatnya di Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, pada Selasa malam (12/5). Seorang pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah tertemper Kereta Api Majapahit jurusan Jakarta-Kediri sekitar pukul 22.25 WIB.

Identitas korban berhasil diketahui melalui proses identifikasi kepolisian sebagai Kurniawan (26), pemuda asal Blok Pilang, Desa Balareja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Berdasarkan keterangan saksi, korban sedang berjalan di pinggir rel pada KM 71 + 600 saat rangkaian kereta yang dikemudikan masinis melintas dan mengenai tubuh korban hingga mengakibatkan luka fatal.

Seketika setelah kejadian, masinis segera melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas Stasiun Ujungnegoro yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, jajaran Polsek Tulis bersama Tim Identifikasi Reskrim Polres Batang tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengamankan area dan mengumpulkan bukti-bukti awal.

Petugas Kepolisian melalui Tim Inafis melakukan idetifikasi untuk memastikan data diri korban di lokasi kejadian. Setelah identitas resmi terkonfirmasi, jenazah Kurniawan segera dievakuasi oleh petugas menuju RSUD Kalisari Batang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di Jawa Barat.(BatangHelp)

10/05/2026

Nanik S. Deyang Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (VGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi saat melakukan sidak di Sukabumi

Temuan Sidak: Disiplin Kepala SPPG dan Kebersihan Dapur Jadi Sorotan Tajam

SUKABUMI – Kualitas pengawasan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah ketidaksesuaian di lapangan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan baru-baru ini di SPPG Segaraten, Sukabumi, terungkap adanya kendala serius terkait disiplin kerja Kepala Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (KaSPPG) yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas proses produksi dini hari.

Temuan mengejutkan muncul saat diketahui bahwa keberadaan KaSPPG di lokasi sidak diduga hanya karena adanya kebocoran informasi melalui grup WhatsApp. Sebelumnya, para pimpinan satuan ini jarang terlihat di dapur dan justru membiarkan pengawas gizi bekerja sendiri. Padahal, status kepegawaian sebagai ASN atau PPPK yang diberikan negara membawa konsekuensi tanggung jawab besar, termasuk kewajiban mengawasi produksi secara langsung pada jam-jam krusial.

Kondisi teknis di dapur Segaraten juga memicu keprihatinan mendalam. Selain alur kerja yang dinilai kacau balau dan waktu memasak yang terlalu cepat, aspek higienitas ditemukan jauh dari standar. Laporan sidak menyebutkan adanya aktivitas merokok di area dapur, fasilitas water heater yang tidak berfungsi, hingga pencucian alat makan serta sayuran yang dilakukan secara tercampur aduk di area yang kotor.

Want your business to be the top-listed Media Company in Batang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Batang