LPPMD Unpad
10/04/2022
Salam Pembebasan!
Revolusi Hijau merupakan suatu istilah yang dipakai untuk menggambarkan penggunaan teknologi dalam budidaya pertanian. Revolusi hijau ini dimulai pada tahun 1950-an hingga 1980-an dan banyak digunakan di negara berkembang, terutama di Asia. Hasil dari Revolusi Hijau ini adalah swasembada sejumlah bahan pangan di beberapa negara yang kekurangan persediaan pangan.
Di Indonesia sendiri, revolusi hijau sudah diinisiasi semenjak zaman pemerintahan Soekarno melalui adanya Rencana Kasimo. Namun sayangnya, dikarenakan secara ekonomi negara belum dapat mengusahakan, akhirnya rencana tersebut gagal. Kemudian, pemerintahan Orde Baru pun mencoba untuk merealisasikan rencana tersebut dalam bentuk “Bimas” (Bimbingan Massal) dan berhasil dilaksanakan. Bimas sendiri memiliki semboyan berbunyi, “Panca Usaha Tani” dan disempurnakan menjadi “Sapta Usaha Tani”.
Sayangnya, niat awal yang terlihat mulia dari revolusi hijau ini yaitu untuk meningkatkan produksi pangan di negara berkembang justru malah memberi kerugian terhadap kesejahteraan dan juga lingkungan. Bagaimana bentuk kerugian yang didapatkan di Indonesia? dan bagaimana selayaknya revolusi hijau ini dilaksanakan untuk kedepannya agar dapat memberikan dampak baik yang nyata? Pembaca dapat menyimak infografis “Pride & Prejudice Revolusi Hijau” yang ditulis oleh Restu Alfarisy, salah satu kader LPPMD angkatan 41. Selamat membaca!
Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :
30/03/2022
Salam Pembebasan!
Tahun awal berdirinya suatu bangsa tak jarang terjadi gonjang-ganjing, seperti perebutan kekuasaan yang seringkali terdapat campur tangan pihak asing di dalamnya. Sejarah mencatat bahwa Indonesia pernah mengalami hal serupa ketika Republik genap berusia 20 tahun. Peristiwa yang diyakini sebagai perebutan kekuasaan antara militer dan kelompok komunis yang dikenal sebagai peristiwa G30S/Gestok/Gestapu ini meninggalkan tinta darah dalam catatan Indonesia. Tak ada yang menyangka bahwa peristiwa yang memakan korban 6 perwira tinggi dan 1 perwira muda ini berbuntut pada penangkapan juga pengasingan orang yang tertuduh sebagai komunis, pembubaran partai komunis, bahkan genosida politik.
Gerakan 30 September bukan hanya tentang pembantaian 7 perwira militer AD saja. Lebih dari itu, terjadi p**a perebutan kekuasaan antara PKI dan kelompok kontra-PKI, yaitu partai oposisi, mahasiswa, dan angkatan darat. Konflik yang terjadi antara kedua kekuatan ini terlihat pada Pemilu 1955 dan masa demokrasi terpimpin. Pada masa itu, PKI sebagai partai posisi empat pemenang Pemilu 1955 dianggap terlalu dekat dengan Sukarno yang pada saat itu p**a hubungan Indonesia dengan blok komunis sangat mesra. Hal inilah yang membuat kelompok anti-komunis sangat mendukung pembubaran Partai Komunis Indonesia dari bumi Nusantara.
Kondisi Republik saat itu menjadi sangat kacau pasca meletusnya peristiwa Gerakan 30 September. aksi demonstrasi besar-besaran, pembunuhan para terduga PKI, dan kerusuhan lain membuat kondisi Republik makin kacau. Kondisi seperti ini menjadi sangat rawan akan terjadinya perebutan kekuasaan, terlebih kepercayaan rakyat terhadap Presiden Sukarno menurun selepas peristiwa berdarah tersebut. Melihat keadaan politik Republik yang sedang kacau ini kemudian “dimanfaatkan” oleh Soeharto yang saat itu berpangkat Letnan Jenderal untuk tampil di hadapan rakyat Indonesia seakan dia lah pahlawan yang akan menstabilkan kondisi Republik. Berbekal surat perintah yang ditandatangani langsung oleh Presiden Sukarno, Soeharto melakukan tindakan-tindakan yang dianggapnya perlu untuk mengembalikan kestabilan negara, walaupun tindakan tersebut dianggap melewati batas dan menimbulkan kontroversi.
Lantas bagaimana Soeharto bisa mendapatkan surat perintah tersebut? Bagaimana bisa surat perintah ini menimbulkan banyak sekali kontroversi? Dan apa saja dampak dari surat perintah yang digunakan Soeharto untuk menjaga kestabilan negara? Kawan-kawan dapat membacanya dalam tulisan “Supersemar: Surat Super Pembuka Jalan Kekuasaan Soeharto yang Kontroversial” karya Noki Dwi N. di link berikut:
https://www.lppmdunpad.com/2022/03/supersemar-surat-super-pembuka-jalan.html
Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :
Email: [email protected]
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the university
Telephone
Website
Address
Bandung