AHS

AHS

Share

25/06/2020

Pernah saya bertanya kepada seorang sahabat saya yang baik hati, bukan sekedar baik hati, tapi sangat baik hati.

Saya : Teman, kenapa kamu bisa sebaik itu sama saya?

Teman : Sebenarnya bukan saya yang baik. Tapi orang-orang di sekitar saya selalu memberikan dukungan kepada saya.

Ketika saya dalam keadaan jatuh. Mereka selalu mengulurkan tangan. Ketika saya tersesat, mereka selalu datang untuk menuntun saya.

Dan yang saya perbuat ini, sebenarnya hanyalah untuk membalas kebaikan mereka kepada saya.

Saya tak bisa membalas kebaikan mereka secara langsung. Maka yang saya bisa lakukan hanya ini. *Meneruskan kebaikan mereka*. Mereka hulu sungainya, dan saya menjadi salah satu sungai yang mengalirkan air.

28/05/2020

DENGARKANLAH

Suatu malam, seorang teman mengirim pesan kepada saya.

Teman : Kang, ada waktu gak hari ini?
Saya : Ada
Teman : Saya mau ngobrol, tapi berdua yah?
Saya : Oke
Teman : Yang enak dimana?
Saya : Bebas saja.

Singkat cerita, kami pun berada disebuah tempat ngemil.

Dan tanpa basa-basi lagi, teman saya pun mulai bercerita. Ternyata.... Ow ow ow... Dia bercerita tentang perempuan yang akan dinikahinya.

Dia bercerita sungguh-sungguh penuh dengan luapan emosi, dan sesekali saya melihat teman saya itu matanya berlinang.

Pada saat itu, saya tidak mengatakan sepatah kata pun, saya cuma mendengarkan, yah MENDENGARKAN.

Saya berbicara ketika dia bertanya, bagaimana menurutmu? Saya hanya menjawab : Pastikan saja oleh kamu, bicara sama orang tuanya, karena yang dia butuhkan adalah kepastian.

Dan setelah itu, dia bercerita panjang lagi, khawatir saya tidak mengerti jalan ceritanya atau memang dia hanya ingin bercerita.

Jadi tugas saya hanyalah mendengarkan. Sungguh itu benar-benar cukup.

Lalu ada juga seorang teman yang datang ke rumah, sama dia juga ingin bercerita. Dan lagi-lagi, mengenai perempuan yang akan dinikahinya.

Dia bercerita dengan penuh emosi, dan sesekali kulihat matanya berlinang.

Dan tahu apa yang saya lakukan? Yah benar. MENDENGARKAN, hanya itu yang saya lakukan.

Sampai dia bertanya : Bagaimana menurutmu?
Dan saya pun menjawab : Tanyakan lagi, pastikan lagi. Kalau mau maju, ayo maju, kalau mau mundur, silahkan.

Dan dia pun melanjutkan ceritanya. Dan tahu apa yang saya lakukan selanjutnya? Yah MENDENGARKAN lagi. Dan itu sungguh sangat cukup.

Dan akhirnya, kedua orang itu Benar-benar PERCAYA kepada saya. Karena apa? Karena saya MENDENGARKAN.

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Bandung