Comifu Community
Assalamualaikum, comifu is back...
Nantikan kejutannya, insya Allah 2015 kita siap tersenyum lagi
bahkan membagi senyuman dan ilmu yang baik dan membaikkan :D
22/08/2012
4 Penyebab Anak Kehilangan Kejeniusannya
"Setiap anak terlahir jenius, tetapi kita memupuskan kejeniusan mereka dalam enam bulan pertama." (Buckminster Fuller)
Ada empat pengaruh negatif keluarga yang dapat merusak kejeniusan anak.
[Pertama]
Karakter keluarga yang buruk. Ini kondisi dimana orangtua sering membentak, menghardik, atau menghina anak. Maka anak akan berada dalam ketakutan, kemudian kemurungan dan kekhawatiran. Tak hanya orangtua, abang atau kakak yang mengintimidasi adik juga bisa masuk kategori ini. Dalam lungkungan ini anak tidak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, melakukan kesalahan, menemukan berbagai ide dan melakukan hal yang lain yang biasa dilakukan si jenius. Dalam keluarga dimana kegelisahan melayang-layang di atas rumah laksana awan gelap yang menggayut, anak-anak pun akan kehilangan sifat jenaka mereka.
[Kedua]
Kemiskinan. Keluarga miskin cenderung kurang mampu untuk memberikan lingkungan pembelajaran yang merangsang tumbuhnya kejeniusan anak. Kehadiran orangtua yang tidak berpendidikan atau tidak berwawasan luas dalam keluarga miskin mengakibatkan anak-anak dalam keluarga tersebut tidak menerima berbagai rangsangan intelektual secara layak. Selain itu perawatan kehamilan yang buruk dan kekurangan gizi pada masa kanak-kanak dapat merusak otak anak pada awal kehidupan mereka, sehingga membatasi potensi mereka untuk mengembangkan kejeniusannya.
[Ketiga]
Gaya hidup instan. Ini terjadi dalam keluarga yang secara finansial mapan, orangtua super sibuk. Tapi tidak punya cukup waktu bagi anak-anak mereka. Kalaupun mereka mempunyai waktu akhirnya mereka memfokuskan diri pada kehidupan pembelajaran anak dengan jalan pintas.
Mereka seringkali menekan anak-anak mereka untuk mempelajari berbagai hal sebelum anak siap. Meski dari luar mereka kelihatan seperti anak berprestasi tinggi, seluruh kejenakaan, rasa ingin tahu, kegembiraan, kreatifitasnya sudah dihancurkan.
[Keempat]
Ideologi yang kaku. Beberapa keluarga membesarkan anak-anak dalam suatu lingkungan ketakutan dan kebencian terhadap mereka yang tidak memiliki sistem kepercayaan yang sama. Yang menjadi permasalahan bukan merupakan inti dari sistem kepercayaan tersebut tetapi bagaimana anak-anak diajar untuk takut terhadap cara berfikir yang berbeda dengan kepercayaan mereka dan untuk membenci orang-orang yang berbeda dengan cara berfikir mereka. Tentu ini akan merusak kejeniusan mereka, dimana kejeniusan itu adalah biasa berfikir beda.
Maaf lahir batin semuanya comifu..
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the school
Website
Address
Banda Aceh