Good News
Selamat Hari Sabat
24/12/2025
Ringkasan SS
Pelajaran ke-13:
PILIHLAH PADA HARI INI!
Rabu, 24 Des. 2025
BAHAYA PENYEMBAHAN BERHALA
Bacalah Yosua 24 : 22-24. Mengapa Yosua perlu mengulangi seruannya kepada orang Israel untuk menyingkirkan berhala-berhala mereka?
Ancaman penyembahan berhala bukanlah ancaman yang bersifat teoritis. Sebelumnya, di dataran Moab, dalam konteks yang sama, Musa meminta keputusan yang sama (Ul. 30 : 19, 20). Dewa-dewa yang ada di hadapan mereka bukanlah dewa-dewa di Mesir atau di seberang sungai, tetapi dewa-dewa itu ada "di tengah-tengah mereka." Oleh karena itu, Yosua memohon kepada bangsanya untuk mencondongkan hati mereka kepada Tuhan. Istilah Ibrani yang digunakan di sini, natah, berarti "merentangkan", "membengkokkan". Kata ini menggambarkan Allah yang diharapkan untuk membungkuk dan mendengarkan doa (2 Raj. 19 : 16, Mzm. 31 : 2, 3, Dan. 9 : 18), dan ini juga merupakan sikap yang dituntut dari Israel di kemudian hari oleh para nabi (Yes. 55 : 3, Yer. 7 : 24). Kata ini digunakan untuk menunjukkan kemurtadan Salomo ketika hatinya condong kepada ilah-ilah asing (1 Raj. 11 : 2, 4, 9). Hati manusia yang berdosa tidak memiliki kecenderungan alami untuk tunduk dan mendengarkan suara Tuhan. Dibutuhkan keputusan sadar dari pihak kita untuk mengarahkan hati kita kepada pemenuhan kehendak Allah.
Jawaban bangsa Israel secara harfiah berbunyi: "Kami akan mendengarkan suara-Nya." Ungkapan ini menekankan aspek relasional dari ketaatan. Israel tidak diminta untuk secara rutin mengikuti aturan-aturan yang tidak bernyawa. Perjanjian ini adalah tentang hubungan yang hidup dengan Tuhan, yang tidak dapat sepenuhnya diungkapkan oleh peraturan-peraturan belaka. Agama Israel tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi legisme; sebaliknya, agama Israel adalah sebuah percakapan yang terus-menerus dalam iman dan kasih dengan Juruselamat yang kudus dan penuh belas kasihan.
Bahkan setelah janji rangkap tiga bangsa Israel untuk melayani Tuhan, yang menyiratkan, seperti yang diperintahkan Yosua, pembuangan ilah-ilah asing dari tengah-tengah mereka, laporan bahwa hal itu benar-benar terjadi tidak ada. Di sepanjang kitab ini, sudah menjadi kebiasaan untuk melaporkan pemenuhan perintah Yosua (atau perintah Musa) sebagai contoh ketaatan. Tidak adanya hal itu di akhir kitab ini membuat permohonan Yosua menjadi tidak jelas. Imbauan utama dari kitab ini untuk melayani Tuhan bukan hanya untuk generasi Yosua, tetapi juga untuk setiap generasi baru umat Allah yang akan membaca atau mendengar pesan ini.
*Seberapa sering Anda berjanji kepada Tuhan bahwa Anda akan melakukan sesuatu tetapi ternyata Anda tidak melakukannya? Mengapa Anda tidak melakukannya? Apakah yang dapat Anda pelajari dari jawaban Anda tentang kasih karunia?*
Ayat Hafalan: Yosua 24:15.
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ... Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"
Ringkasan SS
Senin 22 Desember 2025.
Dengan Tulus dan Setia.
Ayat Yosua 24:14,15.
Yosua menyerukan kepada bangsa Israel untuk memilih menyembah Tuhan dan melayani Tuhan dengan tulus dan kesetiaan (kebenaran). Bangsa Israel harus mempertahankan keunikan mereka sebagai bangsa pilihan dan penyembah Tuhan. Pilihan ada di tangan Israel.
Takut akan Tuhan berarti rasa hormat dan kagum yang berasal dari pengakuan akan besarnya, kudusnya, dan ketidakterbatasan manusia. Takut akan Tuhan adalah kesadaran yang terus-menerus akan besarnya tuntutan-Nya, pengakuan bahwa Dia bukan hanya Bapa Surgawi tetapi juga Raja. Kesadaran ini akan menuntun kepada ketaatan kepada Tuhan.
Takut menggambarkan sikap batin yang harus menjadi ciri khas orang Israel sementara hasil praktis dari rasa hormat kepada Tuhan adalah pelayanan.
Bangsa Israel dituntut untuk melayani Tuhan dengan tulus dan kebenaran (kesetiaan). Kata “tulus” adalah kata menggambarkan kesempurnaan hewan korban. Sementara “kebenaran” berkonotasi dengan keteguhan dan stabilitas. Istilah ini merujuk kepada Tuhan yang berkarakter setia.
Orang yang setia adalah orang yang dapat diandalkan dan dipercaya. Orang Israel harus menunjukkan kesetiaan yang sama kepada Tuhan karena Tuhan sudah menunjukkan kesetiaan-nya sepanjang Sejarah mereka. Di sini melibatkan konsistensi hati yang tidak terbagi, hidup penuh rasa syukur. Inilah hidup yang diinginkan dari umat-umat-Nya.
Pdt. Milton Pardosi
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Jalan Drive J. Leimena No 1, Hative Besar
Ambon
97234
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 16:30 |
| Tuesday | 09:00 - 16:30 |
| Wednesday | 09:00 - 16:30 |
| Thursday | 09:00 - 16:30 |
| Friday | 09:00 - 12:30 |