Reza Wardani

Reza Wardani

Share

01/01/2026

Alhamdulillah, Masyaallah...
Terimakasih, telah memampukan kami untuk datang ke tanah suci.

# # #

Rintangan sudah pasti ada.
Kendala fisik, materi, waktu, pemilihan biro, keraguan hati - di semua lini ada tantangan.

Dengan izin Allah dan dukungan yang hebat dari istri (berhasil meyakinkan saya: semua akan menjadi lebih baik) - akhirnya kami memutuskan "Mari kita berangkat."

Ketika berangkat, hati ini masih 70%, "Ini beneran jadi berangkat?" Hati kecil ini masih terus berbisik.

Kali pertama melihat ka'bah, ada rasa kagum.

Tawaf putaran kedua, melihat ka'bah, diri ini mulai bergetar.

Putaran ketiga, melihat ka'bah, air mata mulai menetes.

Selesai tawaf 7 putaran, rombongan kami memisahkan diri dari kerumunan, melipir ke sisi luar untuk melaksanakan shalat sunnah dan berdoa.

Melihat keluarga berdoa dengan khitmat, hati ini menjadi haru.

Seketika melihat ibu berdoa dengan sungguh. Air mata ini akhirnya tumpah, setumpah-tumpahnya.

Hati yang tadinya 70%, berubah menjadi 700%.

Saya masih memiliki seseorang yang doanya bisa langsung menembus langit.

Insyaallah saya yakin mulai dari sini, semua akan menjadi lebih baik.

Dengan izin Allah.

10/22/2024

Saya kira semua orang Eropa mahir berbahasa inggris.

Ada kejadian unik ketika sandar di salah satu pelabuhan di Perancis.

Kapal dalam posisi loading atau menerima muatan minyak dari terminal darat.
Tidak ada hal spesial, semuanya tampak normal.
Tapi tiba-tiba saja terminal memutuskan untuk menurunkan loading rate (kecepatan muat) lalu menghentikan proses muat secara sepihak.

Sebenarnya hal lumrah.
Karena mungkin pihak pelabuhan melakukan penggantian tangki darat, proses penghitungan ulang muatan, inspeksi berkala atau hal lain yang masih berkaitan dengan operasi bongkar/muat.

Operator pelabuhan mencoba menjelaskan lewat walkie-talkie alasan operasi dihentikan. Jujur saya tidak paham.

Sesaat kemudian beliau naik ke kapal dan mencoba menjelaskan kembali. Menggunakan Bahasa Perancis.

Mualim satu yang ada di ruangan sebelah datang, ikut mendengarkan.

Operator menambahkan penjelasannya dengan gestur tangan - penuh ekspresi.

Namun akhirnya ia menyerah, memilih menuliskan apa yang dia maksud di kertas. Juga menggunakan Bahasa Prancis.

Mualim satu yang 'merasa tahu' mencoba menebak. Tapi lebih terdengar 'menggiring' pada maksud yang dia pahami sendiri.

"Your tank is low?"
"Yes yes"
"So no cargo remaining?"
"Yes yes"

Saya memanggil kru dari Ghana, yang sedikit banyak memahami Bahasa Perancis.

Dia ambil kertas dari operator, mencoba mengartikan dalam diam. Sementara mualim satu masih bermain tebak-tebakan, juga dengan gestur tangan.

"Orangnya bilang, minyak di tangki darat hampir habis." Mualim satu dengan mantap mengartikan.

Tapi ada yang aneh, operator menjelaskan dengan raut wajah panik.

Kru dari Ghana akhirnya buka suara: "Tangki minyak di darat kebakaran."

Hening sejenak.

Dalam sepersekian detik saya lari ke arah pintu luar kapal yang menghadap langsung ke dermaga tempat tangki berada.

Benar saja. Asap hitam mengepul. Semprotan air terlihat dari tiga mobil damkar yang menjaga jarak 30-an meter dari sumber kebakaran.

Beberapa saat kemudian kapal diminta untuk lepas sandar.

Contoh miskomunikasi at its finest.
Les choses pourraient ĂȘtre pires.

22 Oct 24
Story FR / Pict GB

Want your school to be the top-listed School/college in Boca Raton?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address

Boca Raton, FL