Forsanu_

Forsanu_

Share

10/06/2023

Sholat Qobliyah Setelah Sholat Fardhu

Oleh: Riyadul Jinan Al-Paridani

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat lima waktu. Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut shalat sunnah qobliyah. Sedangkan sesudah shalat fardhu disebut shalat sunnah ba’diyah.

Pada kesempatan kali ini, penulis akan mengulas sedikit permasalahan yang sering disalahpahami bahwa sholat qobliyah itu harus dikerjakan sebelum sholat fardhu, padahal boleh saja sholat qobliyah dikerjakan setelah sholat fardhu, dan masih dikatakan sholat ada' (bukan qodho), karena waktu sholat qobliyah itu sama dengan waktu sholat fardhunya. Seperti yang telah dijelaskan oleh Syekh Zainuddin Al-Ma'bari dalam kitab Fathu al-Mu'in bisyarhi qurroti al- 'ani bimuhimati ad-dini:

تنبيه يجوز تأخير الرواتب القبلية عن الفرض وتكون أداء [زين الدين المعبري ,فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين , صفحة 159]

Peringatan: Boleh mengakhirkan shalat rawatib qobliyah dari sholat fardhu dan adanya sholat itu disebut 'ada (bukan qodho) [Syekh Zainuddin Al-Ma'bari, Fathu al-Mu'in bisyarhi qurroti al- 'ani bimuhimati ad-dini, hlm 159]

Syekh Abu bakar Satho Dimyati mengomentari dalam Hasyiahnya:

(قوله: وتكون أداء) أي لأن وقتها يدخل بدخول وقت الفرض ويمتد بامتداده، فمتى فعلها فيه فهي أداء، سواء فعلها قبله أو بعده. [البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ٢٨٧/١]

Perkataan mushonif: adanya sholat itu disebut 'ada (bukan qodho), yakni karena waktu sholat qobliyah itu masuk dengan sebab masuknya waktu sholat fardhunya, dan menjadi panjang waktunya dengan sebab panjangnya waktu sholat fardhu. Maka kapanpun seseorang mengerjakannya pada waktu tersebut, maka sholat itu disebut 'ada (bukan qodho), sama saja dia mengerjakannya sebelum sholat fardhu ataupun setelahnya. [Syekh Abu bakar Satho Dimyati, Hasyiah I'anatu at-Tholibin 'ala halli alfadz fathi al-mu'in, I/287].

Terkadang mengakhirkan sholat sunnah qobliyah itu menjadi sunnah hukumnya ketika seorang akan menghadiri sholat berjamaah, sedangkan waktu qomat telah dekat. Syekh Zainuddin Al-Ma'bari dalam kitab Fathu al-Mu'in bisyarhi qurroti al- 'ani bimuhimati ad-dini mengatakan:

وقد يسن كأن حضر والصلاة تقام أو قربت إقامتها بحيث لو اشتغل بها يفوته تحرم الإمام فيكره الشروع فيها
[زين الدين المعبري، فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين، صفحة ١٥٩]
Dan terkadang disunnahkan mengakhirkan sholat qobliyah. Seperti seseorang hadir (dalam sholat jamaah) sedangkan qomat telah dikumandangkan atau waktu qomat telah dekat, sekiranya jika dia sibuk dengan sholat sunnah tersebut, maka dia akan tertinggal takbiratul ihramnya imam. Maka dimakruhkan mengawali sholat tersebut. [Syekh Zainuddin Al-Ma'bari, Fathu al-Mu'in bisyarhi qurroti al- 'ani bimuhimati ad-dini, hlm 159].

Demikian ulasan yang bisa penulis sampaikan semoga bermanfaat. WaAllahu A'lam Bishhowaab

Paridan, Sabtu 10 Juni 2023 M.

27/05/2022

Bid'ah Perayaan Hari Besar Islam

Oleh: Forsanu

Nusantara dapat dikatakan gudang tradisi dan budaya dunia, tercatat ribuan budaya dari ujung pelosok Indonesia. Tradisi disebut sebagai adat kebiasaan turun temurun, dan budaya disebut sebagai pikiran, akal budi, suatu kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar diubah.

Dari sekian banyaknya kebiasaan, masyarakat Indonesia mengenal kebiasaan merayakan Hari Besar Islam (HBI) seperti Perayaan Maulid Nabi, Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw, Haul, Tahlil dan lain sebagainya yang diselenggarakan oleh berbagai golongan, kelompok bahkan individu dalam mewujudkan dakwah-syi'ar islam.

Cara perayaannya beragam, dari mulai dengan cara yang simpel sampai bisa dibilang ribet, seperti membuat replika hewan unta, membuat panjang (makanan yang dibuat berjejer). Namun, esensi dari perayaan adalah menyambung silaturahmi, berdzikir bersama, mencari ilmu, bersedakh, bertegur sapa, dan kebaikan lainnya yang diperintahkan syariat agama.

Tahukah kamu bahwa perayaan maulid dan isra mi'raj termasuk perbuatan Bid'ah? Betul, perayaan demikian memang termasuk hal yang bid'ah!

Baca selengkapnya di forsanublog.wordpress.com
Atau klik disini https://forsanublog.wordpress.com/2022/05/27/bidah-perayaan-hari-besar-islam/

19/05/2022

Menjadi alumni bukan berarti selesai menjadi santri, kita hanya menjejaki kehidupan baru dengan berbagai profesi, tetapi kita harus ingat bahwa kita adalah santri.
K.H. Imaduddin Utsman, M.A.
Pengasuh PPS Nahdlatul Ulum Cempaka

Want your school to be the top-listed School/college in Tangerang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address

Kp. Cempaka Ds. Kresek Kec. Kresek
Tangerang