Bicara Riau
19/10/2025
Pengamat politik Riau, Dr. Zulkarnain Kadir SH MH, menegaskan bahwa Ketua DPD I Partai Golkar Riau yang akan terpilih nanti harus memiliki visi besar, ketegasan, dan kesiapan untuk menjadi lokomotif kemenangan partai di masa mendatang.
Ia menilai, pemimpin Golkar Riau ke depan tidak hanya cukup menjadi organisator yang solid, tetapi juga harus berani tampil sebagai tokoh utama dan siap maju dalam pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri).
“Ketua Golkar Riau ke depan harus punya target yang jelas. Pertama, meningkatkan perolehan suara partai di Pemilu 2029. Kedua, merebut kembali kursi Ketua DPRD Riau. Dan yang paling strategis, siap bertarung di Pilgub Riau agar partai ini kembali menjadi kekuatan utama politik daerah,” ujar Zulkarnain, Sabtu (18/10/2025).
Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir, Partai Golkar di Riau mengalami penurunan pengaruh politik yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan lemahnya konsolidasi internal.
“Kalau Golkar tidak segera bangkit dan menyiapkan tokoh kuat di Riau, partai ini bisa menjadi partai gurem ke depan. Ketua Golkar harus tampil sebagai figur sentral, bukan hanya mengatur organisasi, tapi juga menjadi magnet elektoral,” ujarnya.
Zulkarnain juga menyoroti kelemahan mendasar yang kerap muncul di tubuh Golkar Riau, terutama saat pelaksanaan Pilkada. Ia menilai, kader dan tokoh partai sering kali tidak solid dalam memberikan dukungan, bahkan saling berseberangan di lapangan.
“Kelemahan Golkar selama ini adalah tidak kompak. Saat Pilkada, banyak kader justru jalan sendiri-sendiri. Yang lebih fatal, tidak ada sanksi tegas bagi mereka yang membelot dari keputusan partai. Padahal, disiplin politik sangat penting untuk menjaga marwah organisasi,” jelasnya.
Ia menekankan, Ketua Golkar Riau mendatang harus mampu memperkuat komunikasi internal, menegakkan disiplin partai, serta membangun kembali militansi kader di semua tingkatan. Hanya dengan cara itu, menurutnya, Golkar bisa kembali menjadi kekuatan dominan di Riau.
“Golkar punya sejarah panjang di Riau. Ini partai besar yang pernah melahirkan banyak pemimpin daerah. Jangan sampai kejayaan itu hilang hanya karena kurangnya ketegasan dan arah kepemimpinan. Ketua baru nanti harus berani memimpin, bukan hanya mengatur,” tutup Zulkarnain.
sc: Cakaplah
16/10/2025
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru menetapkan pria FAS alias Farhan (24) sebagai tersangka dugaan pornografi dan ITE. FAS telah ditahan sejak Ahad (12/10/2025).
FAS dijerat Pasal 29 Jo pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
FAS diduga menyetubuhi perempuan inisial DAP yang diketahui merupakan anak dari seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
“Yang bersangkutan memenuhi panggilan, setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka lalu diterbitkan surat penangkapan, dan ditahan,” ujar Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra, Rabu (15/10/2025).
Peristiwa dugaan persetubuhan itu diketahui pada Jumat, 4 April 2025. kala itu orang tua DAP tersebut diperlihatkan rekaman video berdurasi 19 detik yang menayangkan adegan hubungan badan antara tersangka FAS dengan DAP.
Mengetahui hal itu, orang tua korban langsung mendatangi kediaman FAS. Perbuatan tersebut diakui oleh yang bersangkutan. Tersiar kabar bahwa FAS sempat mengalami penganiayaan, namun hal itu telah dibantah oleh pihak keluarga DAP.
Dalam proses penyidikan, aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu unit telepon genggam Samsung A52s 5G berwarna hijau dan sebuah flashdisk.
“Satu buah flashdisk kapasitas 8 GB yang berisikan rekaman video yang berdurasi 19 detik,” tukasnya.
sc: Cakaplah
16/10/2025
Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat dari Januari hingga September 2025, terdapat 310 kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Dari jumlah itu, 264 orang pengidap HIV dan 46 sudah masuk dalam kategori AIDS.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Karang Taruna Kota Pekanbaru Ibnu Hajar menyayangkan masih tingginya angka kasus HIV di Kota Bertuah ini. Ia menilai, persoalan ini tidak hanya disebabkan oleh lemahnya pengawasan, tetapi juga karena rendahnya pemahaman masyarakat tentang bahaya HIV.
“Sebenarnya tingginya kasus HIV ini akibat kurangnya kontrol diri dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya penyakit ini. Padahal pemerintah sudah sering melakukan sosialisasi dan bahkan ada lembaga khusus seperti Komisi Penanggulangan AIDS,” ujar Ibnu, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, jika angka kasus tersebut terus meningkat, maka hal itu menjadi sinyal bahwa lembaga-lembaga terkait belum bekerja secara maksimal.
Ia mendorong pemerintah kota dan instansi yang menangani isu HIV/AIDS agar lebih proaktif melakukan edukasi langsung ke masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk dan kelompok berisiko tinggi.
“Kami prihatin, malu rasanya kalau Pekanbaru memiliki kasus HIV yang tinggi. Kami berharap kepada pemerintah dan lembaga terkait lebih proaktif dan serius. Ini tidak boleh dipandang sebelah mata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ia menyebut, Karang Taruna Kota Pekanbaru juga ikut berperan dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Melalui jaringan Karang Taruna tingkat kecamatan, pihaknya mendorong kegiatan sosialisasi dan edukasi seputar kesehatan reproduksi, bahaya seks bebas, serta pentingnya membekali diri dengan pengetahuan dan nilai keagamaan.
“Sekali lagi kami dari Karang Taruna yg notabenenya membantu Dinsos tentang penanganan masalah sosial. Mengajak masyarakat agar membentengi diri dengan agama dan ilmu supaya tidak terpengaruh gaya hidup bebas yang tidak sesuai dengan budaya timur kita,” tambahnya.
“Kami juga di Karang Taruna Kota Pekanbaru memberikan ruang untuk Karang Taruna Kecamatan untuk aktif mengedukasi masyarakat di wilayahnya masing-masing,” cakapnya lagi.
sc: Cakaplah
Click here to claim your Sponsored Listing.