Xuki Media
10/06/2026
Rumah Sakit Umum Gunung Wenang Circa 1980an akhir - 1990an Awal..
RSU Gunung Wenang dalam potret lawas,
diperkirakan akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Suasana khas rumah sakit pada masanya terlihat dari arsitektur bangunan yang masih sederhana serta aktivitas kendaraan di depan area masuk. Terlihat juga armada Dian Taxi yang menjadi salah satu moda transportasi umum saat itu, menambah nuansa klasik kehidupan kota Manado pada era tersebut.
Sumber : Tiktok A-10
Benjamin Thomas Walangitang: Perwira Minahasa yang Tewas di Tragedi Junyo Maru
Sungai Tondano dari Masa ke Masa: Jaluar Lama hingga Jembatan Megawati.
Perubahan alur Sungai Tondano di kawasan Manado memperlihatkan jejak sejarah yang panjang. Dahulu, wilayah ini dikenal sebagai jalur sungai Jaluar yang menjadi bagian penting aktivitas masyarakat di tepi sungai, termasuk keberadaan Jembatan Singkil yang kini dikenal sebagai Jembatan Megawati.
Pada era kolonial sekitar tahun 1920-an, terjadi perubahan alur sungai yang cukup signifikan. Rekayasa dan perubahan alami aliran air membuat jalur sungai yang kita lihat sekarang tidak lagi sama dengan kondisi aslinya di masa lalu. Jejak lama itu kini hanya tersisa dalam foto-foto sejarah dan ingatan wilayah pesisir Sungai Tondano.
Freedom di Manado..
02/06/2026
Kampung Watumea, Minahasa Tahun 1904
Album Peringatan 50 Tahun Pelayanan Pdt. Hessel Rooker adalah sebuah dokumen historis berbentuk bundel album kenang-kenangan (jubileumalbum) yang diresmikan pada 31 Oktober 1904. Album ini disusun dan dipersembahkan oleh jemaat lokal serta para sahabat sebagai bentuk penghormatan atas yubileum emas (50 tahun) masa bakti spiritual Pendeta Hessel Rooker di wilayah Tondano dan sekitarnya, terhitung sejak 31 Oktober 1854.
Seluruh materi fotografi dalam album ini diproduksi oleh fotografer dari Komunitas Misi (Zendingsfotografer) asal Belanda. Saat ini, bundel arsip fisik dan digital dari album bersejarah tersebut dirawat dan disimpan secara resmi dalam koleksi Het Utrecht Archief di Utrecht, Belanda.
Sumber:
Album Peringatan 50 Tahun Pelayanan Pdt. Hessel Rooker (Tondano, 1904), Het Utrecht Archief, Utrecht, Belanda.
Engel Yong
01/06/2026
Pemandangan Koya dari Tondano, 1904
Foto ini merupakan bagian dari Album Peringatan 50 Tahun Pelayanan Pdt. Hessel Rooker yang dipersembahkan pada tahun 1904. Album tersebut dibuat untuk memperingati lima puluh tahun pelayanan Pendeta Hessel Rooker di Tondano dan wilayah sekitarnya. Melalui foto ini, terlihat bentang alam Koya pada awal abad ke-20, dengan jalan tanah yang membelah hamparan persawahan serta perbukitan yang menjadi ciri khas lanskap Tondano pada masa itu.
Sumber:
Engel Yong
Album Peringatan 50 Tahun Pelayanan Pdt. Hessel Rooker (Tondano, 1904), Koleksi Het Utrechts Archief, Belanda.
Burung Taong, "Terancam Punah??"
kalo ada salah info atau tambahan bisa di komen
27/05/2026
Dulu dan sekarang.
Monumen Verbond (1934)
Monumen Dotu Lolong Lasut (2026).
26/05/2026
Majoor Ezau Rotinsulu, Majoor Van Tonsea.
Tokoh Elite Minahasa Awal Abad ke-20
Potret keluarga Majoor Ezau Rotinsulu bersama istrinya, A.J. Tambajong. Ezau Rotinsulu merupakan salah satu tokoh penting Minahasa pada masa Hindia Belanda yang dikenal sebagai “Majoor van Tonsea” dengan masa jabatan sekitar 1903–1915. Ia termasuk kalangan elite Minahasa berpendidikan Barat serta pernah menjadi anggota Landraad Manado dan Minahasa Raad.
Lahir di Maumbi pada tahun 1853, Ezau merupakan paman dari tokoh emansipasi perempuan Minahasa, Maria Walanda Maramis. Dalam sumber kolonial tahun 1916, Rotinsulu disebut menerima tongkat berkepala emas dari Pemerintah Hindia Belanda sebagai lambang kehormatan dan kewibawaannya sebagai pejabat pribumi.
Foto studio ini memperlihatkan gaya hidup keluarga elite Minahasa awal abad ke-20, dengan perpaduan busana Eropa dan identitas lokal yang mencerminkan perubahan sosial pada masa kolonial. Potret ini diperkirakan diambil sekitar tahun 1900–1910 oleh studio Kurkdjian di Hindia Belanda.
Sumber:
KITLV Leiden – Koleksi 158793
hdl.handle.net/1887.1/item:896552
Jelajah Sejarah Manado: TENTANG KEPALA MINAHASA (P-S) https://share.google/hJWhXOPV8dh8AbgFf
Fb : engel yong
25/05/2026
Mapalus di Sawah Minahasa, 1945
Sekelompok pekerja terlihat menggarap sawah di Minahasa pada tahun 1945. Aktivitas seperti ini mencerminkan kuatnya budaya kerja bersama masyarakat Minahasa yang dikenal sebagai mapalus — tradisi gotong royong dalam pertanian, pembangunan, dan kehidupan sosial.
Di tengah masa pendudukan Jepang dan perubahan zaman, semangat kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat desa di Tanah Minahasa.
Sumber:
KITLV Leiden — Shelfmark KITLV 6637
“Arbeiders aan het werk op de sawahs in de Minahasa” (1945)
Click here to claim your Sponsored Listing.