Nuruddin

Nuruddin

Share

04/06/2026

Pengajian oleh TGH.M. Zainul Kholis Mustapa Ashaulaty

Rutinan setiap malam Jum'at ke-127 Majelis Sholawat Jibril, Zikir dan ilmu Rensing Bat

Sholawatan, zikiran dan tausyiah serta Haul majemuk keluarga jamaah majelis yang sudah meniggal

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد

Malam Jum'at, 4 Juni 2026/19 Dzulhijjah 1447 H pukul 20.15 wita di Bale Ustadz H. Maskam,QH.,S.Ag/ Mashul Musnawati RT 15 Dusun Tembok Gading Desa Rensing Bat

03/06/2026

Ada saatnya kita duduk, ada saatnya kita berdiri. Ada waktu untuk menjadi pengikut, ada waktu untuk memimpin.

Photos from Nuruddin's post 01/06/2026

Ketika Anak Merasa Tidak Sama di Mata Orang Tuanya

Keluarga seharusnya menjadi tempat pertama bagi anak mengenal kasih sayang, rasa aman, dan keadilan. Dari rumah seorang anak belajar bagaimana dihargai, didengar, dan diperlakukan dengan penuh cinta. Namun dalam kenyataan, tidak semua anak merasakan hal yang sama. Ada anak yang tumbuh dengan hati yang penuh karena perhatian orang tuanya tercurah padanya, namun ada juga yang diam-diam menyimpan rasa kecewa karena merasa dirinya tidak dipandang sama.

Sebagian orang tua tanpa sadar atau bahkan dengan sengaja menampakkan perlakuan yang berbeda kepada anak-anaknya. Yang satu diberikan perhatian lebih, diprioritaskan dalam banyak urusan misalnya ketika anak yang sukses dan berprestasi diakui dan dibanggakan, sedangkan anak yang miskin dan tidak berprestasi diabaikan, dipenuhi kebutuhannya tanpa diminta, sementara yang lain sering diabaikan. Ada yang pendapatnya selalu didengar, ada p**a yang keberadaannya seperti tidak dianggap. Bahkan dalam beberapa keluarga, terlebih ketika anak-anak berasal dari ibu yang berbeda, perlakuan tidak adil itu kadang terasa lebih nyata dan menyakitkan.

Kasih sayang yang berat sebelah bukan perkara kecil dalam kehidupan keluarga. Sebab hati anak itu lembut dan peka. Mereka mungkin tidak selalu pandai menyampaikan isi hati, tapi mereka mampu merasakan perbedaan. Mereka tahu ketika saudaranya lebih diutamakan. Mereka mengerti saat kebutuhannya diabaikan sementara yang lain dipenuhi. Mereka menangkap tatapan yang berbeda, sikap yang berbeda, dan perlakuan yang tidak sama.

Anak yang merasa tidak diperlakukan adil sering kali memilih diam. Bukan karena tidak sakit, tetapi karena tidak berani berbicara. Ada rasa takut dianggap melawan. Ada rasa segan untuk mengeluh kepada orang tua sendiri. Akhirnya semua dipendam dalam hati. Lama-kelamaan yang terpendam itu berubah menjadi keluhan di belakang, menjadi kecewa yang sulit hilang, bahkan bisa tumbuh menjadi jarak dalam hubungan keluarga.

Mungkin di hadapan orang tua ia terlihat biasa saja. Tetap membantu, tetap hormat, tetap menjalankan kewajibannya. Tetapi di dalam hati ada pertanyaan yang terus berulang: “Mengapa aku diperlakukan berbeda?” “Apa aku kurang pantas dicintai?” “Dia memang anak emas?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu bila terus hidup dalam hati seorang anak dapat meninggalkan luka yang panjang sampai ia dewasa.

Dalam Islam, keadilan kepada anak bukan sekadar anjuran, tetapi termasuk perkara yang sangat ditekankan. Rasulullah SAW mengajarkan agar orang tua berlaku adil dalam pemberian kepada anak-anaknya bahkan dalam urusan pemberian harta benda, harta warisan, hibah dan sebagainya

Misalnya dalam hal pemberian hibah, Islam menggariskan bahwa orang tua harus berbuat adil. Jika salah satu diberi, yang lain juga harus diberi bagian yang sama. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Bersikaplah adil di antara anak-anak kalian dalam hibah, sebagaimana kalian menginginkan mereka berlaku adil kepada kalian dalam berbakti dan berlemah lembut.([HR. al-Baihaqi)

Hadits ini menjadi pengingat bahwa keadilan dalam keluarga bukan hanya dalam hal memberi perhatian, penghargaan, dan kasih sayang tatapi juga dalam perkara pemberian harta. Karena ketidakadilan yang dilakukan orang tua bisa menjadi sebab munculnya iri hati, renggangnya hubungan saudara, bahkan menjadi pintu masuk kebencian dalam keluarga sendiri.

Keadilan bukan berarti semua harus sama persis dalam setiap hal. Karena kebutuhan anak memang bisa berbeda. Ada yang sedang sekolah dan perlu biaya lebih. Ada yang sakit dan perlu perhatian lebih. Namun hati orang tua tetap harus menjaga keseimbangan. Jangan sampai kebutuhan yang berbeda berubah menjadi perlakuan pilih kasih yang melukai hati.

Anak yang merasa adil diperlakukan akan tumbuh dengan hati yang tenang. Ia mudah percaya kepada keluarganya. Ia akn hormat dan berbakti pada orang tuanya. Ia merasa rumah adalah tempat p**ang yang menenangkan. Tapi anak yang terus merasa dibedakan bisa tumbuh dengan hati yang berat. Ia menghormati orang tuanya, tetapi menyimpan luka yang sulit dijelaskan.

Karena itu wahai ayah dan ibu, berhati-hatilah dalam bersikap. Jangan sampai satu anak merasa begitu dekat sementara yang lain merasa asing di rumahnya sendiri. Jangan sampai pujian hanya diberikan kepada satu anak, sedangkan yang lain lebih sering mendengar teguran. Jangan sampai perhatian hanya hadir untuk satu pihak, sementara yang lain menunggu tanpa pernah dipanggil.

Sebab anak-anak mungkin tidak selalu berani menyampaikan isi hati. Tetapi Allah Maha Mengetahui apa yang mereka rasakan. Dan orang tua kelak bukan hanya ditanya tentang nafkah dan pendidikan, tapi juga tentang amanah hati yang Allah titipkan melalui anak-anak mereka.

Oleh karena itu berbuat adillah kepada anak-anak kita.Rasulullah SAW bersabda :

فَاتَّقُوا اللَّهَ، وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ

“Bertakwalah kepada Allah. Bersikap adillah terhadap anak-anakmu,” (HR Bukhari).

Hadits ini dipahami oleh para ulama sebagai bentuk larangan bagi orang tua dalam bersikap pilih kasih terhadap anak kesayangan entah karena anak tertua, anak terakhir, anak berprestasi, anak paling saleh, anak paling berbakti dan seterusnya.

Dekatkan semuanya tanpa pilih kasih. Karena rumah yang dipenuhi keadilan akan melahirkan keluarga yang kuat. Dan anak yang tumbuh dalam perlakuan yang adil akan lebih mudah menghadirkan cinta, hormat, dan bakti kepada orang tuanya hingga dewasa.









Rensing Bat, 1 Juni 2026
Nuruddin
Nuruddin

**Foto pemanis :

31/05/2026

Mushafahah bersama tuan guru dan jamaah

Want your school to be the top-listed School/college in Lombok?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address

Lombok